
Bab 42
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Sesampainya dirumah kedua orang tua nya,terlihat papa nya juga baru datang. Selama ini papa anggara tidak perduli dengan urusan kehidupan anak nya,dia hanya ingin yang terbaik untuk anggara . Makanya dia tidak ingin memihak siapa pun,karena dia tau kalau istri nya tidak suka dengan Camila.
"pa...baru pulang?" tanya Anggara pada papa nya,mereka berpelukan sebentar dan berjalan beriringan menuju kamar dimana mama nya sedang beristirahat.
"hhmmm....bagaimana kabar mu?" tanya sang papa,karena memang mereka mengurus masing-masing perusahaan. Perusahaan milik papa dan mama Anggara masih di pegang dna di kelola oleh papa nya,sedangkan anggara mengelola perusahaan yang dia dirikan juga perusahaan sang kakek karena memang kedua kakek nya sudah meninggal dan memberikan perusahaan mereka pada anggara.
Kedua kakek dari papa juga mama nya memang bersahabat,makanya mereka membuat perusahaan bersama dan menjodohkan kedua anak mereka agar cucu mereka bisa mewarisi perusahaan milik mereka berdua walaupun mereka memiliki perusahaan lainnya yang akan diberikan pada keluarga yang lainnya .
"baik pa,bagaimana keadaan papa dan mama?" tanya Anggara karena memang dia jarang sekali pulang kerumah kedua orang tua nya ini
"kami baik,hanya saja mama mu suka mengeluh mengenai mu beberapa minggu ini" jawab sang papa
__ADS_1
"bagaimana keadaan camila?Apa sudah baikan ?maaf karna papa ngak bisa kesana untuk menjenguk nya,kau tau bagaimana sikap mama mu pada Camila kan" ucap sang papa dengan nada lemah ,dia tidak ingin bertengkar dengan istri nya untuk masalah yang ngak penting seperti itu
"ya....camila sudah baik pa,hari ini dia sudah boleh pulang dan dia memilih untuk tinggal dirumah nenek nya " jelas Anggara dengan tenang,membuat sang papa mengernyitkan dahi nya karena bingung dengan sikap Anggara yang biasa saja .
Papa anggara sudah mendengar masalah perceraian Camila dengan putra nya,hanya saja dia belum percaya sepenuhnya karena dulu anggara lah yang ingin sekali menikahi camila padahal mama nya menentang pernikahan mereka hingga akhirnya mereka tidak mendatangi pernikahan mereka. Lagi pula pernikahan mereka hanya sederhana dan tidak ada yang tau sesuai dengan keinginan sang mama waktu itu,hal itu juga membuat sang papa sedih melihat nya.
"apa kalian benaran akan bercerai?" tanya sang papa dengan wajah bingung nya
"ya....kami akan bercerai,Camila akan menikah lagi dengan charlie dan aku...aku akan menikahi adik nya Camila,mungkin kami akan menikah dihari yang sama " jelas Anggara membuat sang papa terkejut
"pa....tiga hari lagi perceraian kami selesai,kami tidak akan memiliki hubungan apa pun Lagi. Jadi shakila bukan lah adik ipar ku lagi,aku bisa menikah dengan nya apalagi saat ini Shakila sedang hamil anak kami" jelas Anggara lagi dengan wajah senang nya, sementara sang papa semakin terkejut mendengar nya.
"hamil?secepat itu?Kapan kalian melakukannya?jangan bilang kau berselingkuh dengan adik ipar mu saat kau masih bersama kakak nya?" tanya papa anggara dengan ketus
"ya ampun pa,aku pria yang setia. Kami melakukan nya saat aku mabuk,aku memaksanya dan akhirnya kami melakukannya. Dia juga baru hamil dua minggu,karena memang kami melakukannya saat Camila dirumah sakit dan meminta berpisah dengan ku. Walaupun sebenar nya aku sudah menyukainya beberapa bulan yang lalu ,namun aku menepis nya karena ngak mungkin aku menikahi kakak nya juga adik nya pa. Itu yang aku pikir kan saat itu " jelas Anggara dengan tenang
__ADS_1
Mereka sampai didepan pintu kamar sang mama,anggara membuka nya dan melihat mama nya yang sedang duduk bersandar diatas tempat tidur dengan ponsel ditangannya. Dia masih ragu untuk menghubungi mama nya Aurel karena pasti nya anggara akan segera menikahi Shakila,dia sangat tau bagaimana sifat anak nya itu karena sifat anggara hampir sama seperti dirinya.
Kedua mata mereka bertemu,mama anggara menampilkan wajah kesal nya saat melihat sang anak yang baru datang sementara wajah Anggara menampilkan senyuman manis pada ibu yang melahirkan nya. Dia tau kalau sang mama pasti akan menerima apa pun keputusan nya,walaupun awal nya mama nya tidak setuju tapi suatu saat mama nya pasti akan menerima istri nya seperti pada Camila saat itu .
Mama nya yang sering datang kerumah mereka hampir setiap minggu,melihat keadaan Camila yang bisa mengurus anggara dengan baik atau tidak dan akhirnya mau tak mau sang mama pun mengakui Camila sebagai menantu nya di hadapan teman-teman nya yang sering datang bermain kerumah nya saat bertepatan dengan Anggara yang datang dengan Camila.
"bagaimana keadaan mama?Kenapa bisa pingsan ?" tanya Anggara yang sudah memeluk tubuh sang mama dengan erat,ada rasa sedih melihat wanita yang terlihat selalu kuat dan ternyata malah bisa berbaring sakit .
"masih ingat punya mama?" tanya sang mama dengan ketus
"ma.....jangan sakit,aku ngak bisa liat mama sakit begini...ngak ada yang bisa marahin aku" jawab Anggara masih memeluk tubuh sang mama
Sang papa yang dari tadi berdiri hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat istri dan anak nya yang bersikap manja ,dia memilih masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya .
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘