Gairah Hasrat Kakak Ipar

Gairah Hasrat Kakak Ipar
bab 81


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Thalia tidak lagi bisa menjawab nya,tubuh nya terasa lelah. Membuat thalia hanya bisa memejamkan mata nya diatas tubuh farhan,wangi percintaan mereka masih terasa di dalam mobil. Menguar begitu saja membuat kedua nya merasa nyaman dan tertidur tanpa mereka sadari.


Hampir setengah jam,thalia dan farhan tertidur. Thalia terbangun dengan pinggang nya yang terasa sakit,dia menatap sekelilingnya dan terkejut. Wajah farhan sangat dekat dengannya,bahkan tangan farhan masih berada dipinggang nya.


"ya ampun,apa yang aku lakukan ?" tanya thalia dalam hati,dia menatap wajah farhan yang terlihat sangat tampan.


Dengan perlahan dia mengambil kedua tangan farhan dipinggang belakang nya,dia mulai turun dengan hati-hati agar tidak membuat farhan terbangun hingga akhirnya saat dia ingin pindah ke bangku penumpang disebelah nya . Farhan menahan pinggangnya dan memeluk tubuh thalia,seketika tubuh thalia menegang.


Bayangan percintaan mereka yang terjadi beberapa jam sebelumnya kembali terlintas ,apalagi bagian inti kedua nya masih menyatu dibawah sana.


"sebentar saja,aku masih merasa lelah. Beberapa hari ini aku tidak tidur dengan baik " bisik farhan membuat thalia terdiam dan menatap wajah tampan farhan didepannya


"kita pulang dulu,istirahat dirumah saja " jawab thalia dengan suara lembutnya,dia menghapus sisa-sisa keringat bekas percintaan mereka.


"tapi aku ingin tidur memeluk mu,bolehkah?" tanya farhan dengan mata yang masih terpejam,suara nya terdengar sangat manja


"iya....aku akan menemani mu tidur,sekarang sebaiknya kita pulang dulu. Aku yakin kedua orang tua kita sedang sangat khawatir " jawab thalia dengan wajah memerah,untungnya farhan masih memejamkan matanya.


Farhan melepaskan pelukannya,sehingga thalia bisa berpindah ke samping nya. Kemudian dia membereskan celananya yang diturunkannya, begitu juga dengan thalia.


Setelah selesai membereskan kekacauan yang ada,farhan menjalankan mobilnya menuju rumah kedua orang tua thalia. Dia yakin jika mereka masih berkumpul disana,apalagi hari masih siang dan mereka akan makan siang bersama.


Tidak ada pembicaraan didalam mobil,wajah thalia terlihat memerah berkali-kali. Thalia terus memikirkan percintaan mereka selama dimobil,semuanya berjalan begitu saja membuatnya merasa malu.

__ADS_1


Tak lama mobil sampai didepan rumah kedua orang tua thalia, thalia keluar lebih dulu. Dia masih merasa malu karena melakukan hal itu didalam mobil ,terlebih dengan farhan . Fantasi liar nya sering kali ingin melakukan percintaan didalam mobil ,tapi suami nya tidak pernah mau karena malu jika nanti ada yang melihatnya


Farhan tersenyum melihat thalia merasa malu,dia melihat punggung wanita itu yang berjalan didepan nya lebih dulu.


"kalian sudah kembali ?ayo makan bersama,mama yakin kalian belum makan " ucap mama thalia saat melihat thalia dan farhan mendekati mereka


Thalia mengangguk dan duduk di dekat daren,dia mengambilkan makanan untuk daren. Kemudian dia mengambil kan piring lain nya,diisikan nya nasi dan lauk pauk yang tersedia disana dalam jumlah cukup banyak.


Membuat mama thalia dan mama farhan menatap heran pada thalia,begitu juga dengan kedua pria paruh baya disana . Mereka saling melirik ,menanyakan untuk siapa piring yang disiapkan oleh thalia.


Thalia meletakan piring itu di depan farhan membuat keempatnya membulatkan mata nya karena terkejut,kemudian mereka menatap wajah thalia yang memerah karena malu.


Papa farhan tersenyum,dia tau kalau farhan sudah melakukan sesuatu yang bisa membuat thalia terlena. Mungkin karena sudah lama tidak mendapatkan belaian seorang pria,makanya belaian dari farhan bisa membuat nya terlena dan penurut seperti ini.


"jadi bagaimana ?apa kalian sudah mengambil keputusan untuk menikah dalam waktu dekat?" tanya papa thalia, dia menatap wajah putri nya yang tersipu malu


"kami akan menikah papa....mama,secepat nya karena aku ngak mau berpisah dengan thalia lebih lama lagi " jelas farhan dengan tenang,dia menatap wajah daren yang tersenyum diam-diam


"daren....apa kau setuju kalau paman menjadi papa mu?" tanya farhan dengan wajah menatap ke arah daren


Saat ini farhan duduk dihadapan nya,dia menatap wajah daren yang melihat ke arah mama nya. Seolah meminta jawaban dari mama nya mengenai pertanyaan dari farhan,dalam hati nya dia sangat ingin memiliki farhan sebagai papa nya tapi dia tau saat ini mama nya tidak menginginkannya. Tapi apa salah nya bertanya lagi pada mama nya,dengan tatapan memohon daren menatap ke arah thalia.


Senyuman dibibir daren melebar saat dia melihat thalia menganggukan kepalanya sambil tersenyum kecil,wajah thalia juga memerah. Daren senang melihat wajah mama nya tersenyum begitu,apalagi tidak ada kemarahan disana .


Daren menganggukan kepala nya,dia menerima farhan menjadi papa nya. Tapi farhan ingin daren mengatakan nya bukan mengangguk,dia masih menatap ke arah daren hingga akhirnya daren menjawab nya.

__ADS_1


"ya....aku mau paman menjadi lama ku tapi apa mama setuju?aku akan mengikuti keputusan mama " jawab daren akhirnya


"mama....apa mama setuju menikah dengan ku?" tanya farhan dengan nada manis nya membuat thalia tertawa kecil


"eekkhm....tergantung, jika kau bersikap baik maka aku setuju" jawab thalia dengan lembut sambil tertawa kecil


Keempat manusia paruh baya yang sedang makan disana sama-sama menganga mulutnya melihat interaksi didepannya,mereka tidak menyangka jika thalia bisa mengatakan hal itu pada farhan padahal tadi nya mereka sedang berdebat kata .


"ma...pa....kalian dengar?aku akan menjadi pria yang baik dan akan menikahi putri kalian ini dengan baik" jelas farhan yang membuat wajah thalia kembali memerah mendengar ucapan farhan yang santai


"kalau begitu minggu depan kalian menikah,mama ingin mengadakan pesta pernikahan dengan mewah" ucap mama farhan dengan antusias


"terserah mama,bila perlu besok juga boleh kami menikah nya . Tidak perlu menunggu minggu depan " jawab farhan yang menatap wajah thalia dengan lembut


Kedua wanita paruh baya itu tersenyum sambil membulatkan mata nya semakin besar,mereka benar-benar merasa sangat senang.


"kalau begitu untuk apa menunggu minggu depan,besok saja....aku yang akan mengurus semua nya " ucap papa farhan dnegan tenang


Papa farhan yang baru selesai makan siang,mengambil ponsel nya. Dia menghubungi seseorang dan menyuruh orang itu untuk mengurus persiapan menikah untuk besok,seperti nya pria ditelpon menyetujui permintaan papa farhan karena semua orang yang ada disana mendengar nya.


Kedua wanita paruh baya didepan mereka merasa benar-benar terkejut,mereka tidak menyangka seorang papa seperti papa nya farhan bisa menyiapkan pernikahan secepat kilat begitu. Tapi tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh para papa,makanya mereka hanya tersenyum saja


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2