
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Tubuh thalia merosot ,dia menyibakan selimut nya dan ingin masuk kedalam selimut itu untuk tidur. Sekilas terlihat underware yang dipakaikan farhan tidak terlihat pas,agak miring sedikit sehingga memperlihatkan daging kecil di daerah sensitif milik thalia membuat gairah farhan meningkat.
"ternyata karena itu,apa benar kau tidak ingin sentuhan ku hhmmm?" tanya farhan dengan lembut dengan tangan nya yang sudah meraba daging kenyal dibawah sana
Thalia menggeliat,jari farhan masuk begitu saja apalagi underware yang dipakai oleh thalia memang sudah tersibak setengah nya membuat jari nya dengan nyaman masuk kesana. Thalia membuka matanya,dia menatap ke arah farhan dengan sedikit samar.
"farhan....ah,tidak mungkin ssshhhtt" ucap thalia saat menyadari farhan didepannya,dia kembali memejamkan matanya dan menikmati permainan jari farhan yang keluar masuk dibagian inti nya
Merasa ba ta ngan miliknya sudah berdiri tegak,farhan menyibakan selimut dan membuka kedua kaki thalia dengan pelan. Dengan perlahan dia memberikan jilatan dan hisapan pada daerah sensitif milik thalia sambil tetap memainkan jari nya didalam sana,sesekali terlihat mata thalia melihat ke arah bawah nya dimana masih ada farhan yang sibuk dengan miliknya .
Tanpa pikir panjang,farhan mulai mengarahkan ba ta ngan miliknya dan menancapkan nya di daerah sensitif milik thalia. Dia menggerakannya perlahan dengan bibir nya yang sudah menyatu dengan bibir thalia,tangannya juga sudah meremas salah satu gundukan yang masih terasa kenyal ditangannya.
Pu ting susu milik thalia sudah mengeras,menandakan gairah dan hasrat thalia sudah sangat naik. Farhan masih bergerak dengan pelan,hingga tiba-tiba dia terkejut karena saat dia memejamkan matanya. Thalia sudah membalik tubuh mereka,kini thalia yang berada diatas nya dna memimpin permainan mereka dengan menggerakan pinggulnya dengan kuat dan cepat
De sa han kembali terdengar seperti dulu saat mereka melakukan penyatuan,sudah sangat lama thalia dan farhan tidak melakukan nya. Kali ini mereka benar-benar menikmati nya hingga akhirnya mereka sampai pada kli maks nya,tubuh thalia sudah jatuh diatas dada bidang milik farhan.
Dengan perlahan,farhan membaringkan tubuh thalia. Dia ingin segera pulang kerumah nya,karena dia tidak ingin saar thalia terbangun maka ada dia disamping thalia.
Setelah memakai kembali pakaiannya,dia berjalan mendekati thalia yang sudah dia selimuti. Dia menatap wajah lelah thalia,kemudian mencium nya.
Farhan berjalan keluar dari rumah thalia dengan santai,ada senyuman tipis dibibir nya mengingat dirinya sudah menanamkan benih didalam milik thalia. Dia akan menikahi thalia saat dia tau kalau thalia sudah hamil, dia yakin jika thalia akan segera hamil.
__ADS_1
Farhan yakin jika benih nya adalah benih unggul,dia ingin memiliki anak dari thalia nanti nya.
Farhan mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan,dia memberikannya pada dua penjaga didepan pintu gerbang rumah thalia.
"ini....jangan bilang kalau aku yang mengurus nya malam ini,bilang saja kalian tidak tau apa pun juga jangan bilang kalau aku datang " jelas farhan, dia berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari nya
Malam sudah semakin larut,farhan juga sudah kembali kerumah nya dan membersihkan tubuh nya. Dia merasa senang karena bisa menggauli thalia lagi,rasa ingin tau nya selama ini karena thalia yang menerima perjodohan mereka akhirnya terungkap juga.
Pagi nya,thalia memijat kening nya yang terasa pusing. Dia membuka matanya dan melihat sekeliling nya,ada rasa senang karena dia sudah berada dirumah nya saat ini.
Biasanya thalia akan terbangun di salah satu ruangan didalam club itu,ruangan tempat mereka tidur. Ruangan pribadi untuk sang pemilik,biasa nya dia tidur berdua atau bertiga dengan teman wanita nya tapi kali ini dia malah sudah didalam rumah nya
Thalia menurunkan kaki nya,dia melihat pakaiannya yang sudah berganti membuat nya mengernyitkan dahi nya dengan bingung . Tapi tak lama seseorang mengetuk pintu kamar nya,membuatnya menatap ke arah pintu
tok...tok....tok...
"masuk" jawab thalia yang tau siapa yang mengetuk pintu kamar nya
Bik nani masuk ke dalam kamar thalia sambil membawa nampan berisi makanan juga susu ,dia meletakan nya diatas meja yang dekat dengan tempat tidur nya. Membuat thalia semakin mengernyitkan dahi nya,dia menatap ke arah bik nani.
"bik....Aku ngak minta sarapan dibawa kesini "ucap thalia dengan tatapan bingung
"tuan farhan yang menyuruh saya membawa kan sarapan untuk anda pagi ini nona" jawab bik nani membuat thalia terkejut
__ADS_1
"farhan ?apa dia disini sekarang ?" tanya thalia dengan penasaran karena sudah lama dia tidak bertemu dengan adik ipar nya yang mesum itu
"tadi malam tuan farhan yang membantu nona ke kamar,tuan juga yang membantu nona membersihkan bekas muntah dan menggantikan pakaian nona" jelas bik nani
Farhan lupa memberitahukan pada bik nani untuk merahasiakan kedatangan nya,makanya bik nani menjelaskan nya secara jelas.
Wajah thalia memerah,dia tidak menyangka jika farhan melakukannya lagi padanya. Saat bangun tadi,thalia mengingat mimpi nya yang terasa nyata . Perhatian dan sikap lembut farhan pada nya,juga percintaan mereka tadi malam terekam jelas dikepala nya saat ini.
"bibik ngak bohong kan?" tanya thalia yang masih menganggap kejadian tadi malam adalah mimpi
"nona bisa memeriksa cctv jika tidak percaya ucapan bibik" jawab bik nani dengan tenang,
Setelah mengatakan semua nya,bik nani memilih untuk keluar dari kamar majikannya. Dia harus membersihkan rumah dan membuat makan siang seperti biasa nya,walaupun thalia dan daren tidak dirumah tapi dia harus menyiapkan nya untuk kedua sekuriti didepan dan untuk dirinya juga. Selama ini mereka tinggal di rumah thalia,untuk menjaga dan melayani pemilik rumah itu
Thalia masih tidak percaya,dia berjalan ke kamar mandi. Memeriksa daerah sensitif milik nya yang pastinya ada sisa cairan milik farhan,karena dia ingat sekali kalau farhan memasukan miliknya dan mengatakan akan menghamili nya. Entah apa maksud nya farhan mengatakan hal itu,tapi dia yakin kalau farhan memiliki maksud tersembunyi.
Tubuh thalia merasa lemas,dia melihat dan merasakan daerah sensitif nya yang berjekat. Ada rasa khawatir saat mengingat ucapan farhan tadi malam,dia benar-benar tidak tau maksud dan tujuan farhan mendekati nya lagi.
Thalia membersihkan tubuhnya,kemudian keluar dan menghabiskan sarapan nya. Dia segera ingin berangkat ke rumah kedua orang tua nya dan memberitahukan apa yang di buat oleh farhan tadi malam pada nya,entah apa maksud dari farhan dan dia ingin kedua orang tua nya tau
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1