
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Ada rasa kecewa dihati farhan saat melihat thalia menutupi tubuh nya dengan blazer ,padahal saat melihat nya di latar ponselnya. Thalia hanya mengenakan piyama tidur nya dengan tali satu di bahu nya,saat ini piyama itu tertutup oleh blazer pasangan nya.
Senyum farhan mengembang saat melihat wajah thalia yang terlihat cantik dan manis dimata nya,entah kenapa dia menyesali kalau baru ini dia memperhatikan wajah thalia yang cantik.
Farhan merasa telah menyia-nyia kan waktu beberapa bulan ini,harus nya dia menerima permintaan kedua orang tua mereka untuk lebih dekat dulu . Jika merasa cocok baru mereka akan menikah,tapi mungkin kesempatan itu tidak datang dua kali.
Farhan pernah mendengar kalau sudah banyak pria yang ingin melamar thalia,tapi thalia belum mau untuk menikah. Dia masih ingin menikmati masa janda nya,tapi karena apa . Farhan juga belum mengetahuinya,atau bahkan tidak ingin mengetahui saat itu.
"ayo kita masuk,paman akan berikan oleh-oleh nya didalam" jelas farhan yang sudah menatap ke arah supir keluarga nya untuk mengeluarkan apa yang dibawa nya selain koper miliknya.
Pak supir pun membawa kotak yang cukup besar dari dalam bagasi ,dia mengikuti langkah kaki farhan yang masuk kedalam rumah thalia dengan menggendong daren. Thalia juga mengikuti mereka,hingga akhirnya mereka sampai diruang tamu rumah itu.
"ini tuan..." ucap pak supir dan meletakan kotak besar itu di atas lantai,kemudian dia keluar dan menunggu diluar.
"duduklah,aku akan buatkan minuman hangat untuk mu dan daren" ucap thalia yang langsung masuk dan menuju dapur,dia akan membuatkan coklat panas untuk kedua nya .
Sementara itu farhan mendudukan daren disampingnya dan mendekati kotak besar yang tak jauh dari mereka,dia membuka nya perlahan dan mengeluarkan isi nya.
Mainan juga jajanan yang lumayan banyak,ada permen dan makanan ringan seperti roti khusus anak. Farhan membelikan mainan kesukaan daren,daren yang melihat nya merasa senang dan puas.
"makasih paman " ucap daren sambil mencium pipi farhan
"Sama-sama,daren harus jadi anak yang pintar dan sehat ya. Jangan bandel dan mengganggu mama kerja" jawab farhan dengan lembut dan daren pun menganggukan kepala nya.
__ADS_1
Thalia membawakan kedua cangkir dengan menu yang sama,dia membuat dua coklat panas didalam nya. Farhan mengambil cemilan roti yang dibelinya,kemudian membuka nya dan meletakkannya di dekat coklat panas itu.
"ini enak kalau pakai coklat panas sayang " ucap farhan dengan lembut dan hangat pada daren
Daren hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum,dia mengikuti apa yang dibuat farhan dengan roti itu. Roti yang di celup kan kedalam coklat panas,dia merasa senang bisa berbagi bersama sang paman.
Sudah hampir satu jam farhan dan daren bermain,mereka sedang duduk dan memasang lego yang diberikan oleh farhan hingga suara thalia memecahkan permainan mereka.
"sudah malam,daren bobok yuk. Besok kan mau sekolah lagi,nanti mama antar kerumah nenek atau ikut paman sekarang ?" ucap thalia dengan lembut sambil duduk disamping daren
"Paman mau langsung pulang ?ngak bobok disini aja ?" tanya daren dengan wajah lucu nya,terlihat sekali kalau daren sudah mengantuk
"apa paman boleh nginep disini?" tanya farhan sambil menatap wajah daren dan melirik ke arah thalia sebentar
"boleh kok,kan paman juga pernah nginep sini sama daren " jawab daren dengan lucu nya.
"Ya....?Ya boleh " jawab thalia yang masih tidak percaya dengan ucapan farhan.
Selama ini mereka ngak pernah dekat,farhan selalu menjaga jarak dari keluarga mereka. Apalagi saat penolakan perjodohan kedua nya,farhan seperti ngak perduli sama thalia juga keluarga nya. Dia hanya perduli dengan kedua ornag tua nya dan daren,makanya saat ini thalia seperti terlihat sedikit shock.
"kalau begitu,ayo kita tidur" ucap farhan dengan senyuman dibibir nya,dia menggendong tubuh kecil daren dan berjalan menuju kamar daren yang bersebelahan dengan kamar thalia.
Thalia hanya menatap tidak percaya pada farhan yang sudah mau berbicara pada nya,dia pun ikut berdiri dan berjalan ke depan rumah nya.
Thalia memanggil supir keluarga farhan yang masih di dekat mobil,dia menyuruh supir itu masuk dan tidur dikamar belakang bersama supir nya juga.
__ADS_1
Thalia mematikan seluruh lampu rumah nya,hanya lampu remang-remang yang ada saat ini. Thalia sudah berdiri didepan pintu kamar daren,dia membuka pintu itu dengan pelan. Dia hanya ingin mengucapkan selamat malam pada anak nya saja,hingga saat pintu terbuka. Thalia melihat farhan yang hanya mengenakan boxer tanpa baju atasan,seketika thalia menutup pintu nya dengan cepat.
"ada apa kakak ipar?" tanya farhan yang sudah membuka pintu kamar itu
"hhmm....aku hanya ingin mengucapkan selamat malam pada daren saja,apa dia sudah tidur?" jawab thalia yang tidak berani melihat wajah juga tubuh farhan yang terbilang menggoda seperti tubuh suami nya dulu,tapi bagi farhan. Sikap thalia sangat lucu ,dia terus menatap ke arah wajah thalia yang menunduk.
"baru saja tidur,kakak ipar bisa masuk dan memberikan ciuman selamat malam pada daren" ucap farhan lagi
"ah iya....sebentar ya" jawab thalia,dia berjalan masuk kedalam kamar daren dan mendekati putra kecil nya yang sudah pulas tidur nya.
cup
"selamat malam pangeran kecil mama" ucap thalia setelah mencium kening daren
Thalia berjalan menjauhi tempat tidur,dia tersenyum tipis pada farhan kemudian mengucapkan hal yang sama
"selamat malam adik ipar" ucap thalia dan berlalu keluar dari kamar itu
Farhan seolah menyadarkan posisi nya sebagai kakak ipar,karena dia menolak perjodohan itu. Jadi thalia juga memanggil adik ipar, agar farhan tidak berpikiran yang macam-macam.
Thalia masuk kedalam kamar nya dan merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur nya,dia melirik ke arah jam dinding di kamar nya yang masih pukul sepuluh malam. Kemudian dia mengambil ponsel nya dan menonton film dewasa yang sering dia tonton,selama menikah . Thalia lebih dominan dalam bercinta,dia selalu mengajak suami nya untuk bercinta lebih dulu .
Makanya selama ini thalia suka membuat lingerie dengan model terbaru,dia membuatnya untuk dirinya juga untuk butik nya . Apalagi dia selalu ingin menggoda suaminya dengan pakaian minim seperti itu,tapi apa mau dikata. Tuhan lebih sayang pada suaminya ,sehingga dia menjadi janda seperti saat ini.
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘