
Pagi ini aku berangkat menuju sekolah baru ku di SMK Pancasila.
Disekolahku sebelumnya aku sudah kelas 11 Multimedia, karena ada urusan bisnis papa, akhirnya kami pindah ke kota sebelah.
Aku segera memperkenalkan diri di depan kelas setelah dipersilahkan pak guru.
"Selamat pagi perkenalkan nama saya Fandi."
Ya itulah namaku Seorang pria berbadan proposional dibingkai otot yang sedikit menonjol. Aku pun segera memilih tempat duduk dideretan tengah setelah di perlsilahkan.
"Hai salam kenal, namaku Rayhan."
Tiba-tiba seseorang menyapaku dari depan.
"Dan aku Rahmat siswa paling ganteng di kelas ini!" Sahut seseorang di sebelahnya dengan sombong.
"Aku Fandi." Jawabku singkat karena pelajaran akan segera dimulai.
Tidak terlalu buruk untuk perkenalan hari ini baru saja aku masuk sudah ada yang menyambutku. Dari keterangan Rayhan dan Rahmat, guru itu bernama Pak Ferdi.
Dia dikenal tidak terlalu banyak bicara, misterius, dan ya seperti yang sudah di tebak dia adalah guru killer.
Ohh tuhan kenapa guru ini mengampuh pelajaran yang aku suka di sekolah sebelumnya. Entahlah bagaimana kelanjutannya apakah aku masih menyukai pelajarannya ataukah sebaliknya.
****************
Bel istirahat berbunyi.
Rahmat mengajakku ke sebuah warung kopi di seberang jalan.
"Lo mau pesen apa?"
Kata Rahmat ketika sampai di depan warung kopi.
__ADS_1
"Hmm kopi susu aja."
Tak lama berselang Rahmat pun kembali dengan membawa dua buah cangkir penuh berisi kopi hitam dan tentu saja kopi susu pesananku
"Makasih," sahutku sambil meraih cangkir dan meletakkannya di meja depanku.
"Anak baru ya? kelas berapa?" tiba-tiba seseorang yang baru saja sampai langsung duduk di depanku.
"Iya kelas 11 MM." Aku menuip dan sedikit menyeruput kopiku.
"Namanya Riski dia anak Otomotif." Bisik Rahmat.
"Kelas favorit ya??" tanya Riski penasaran.
"Bukan aku MM 3," jawabku sambil menyeruput minumanku.
"Sama aja !"
celetuk Rahmat dengan santai sambil meletakkan kopinya ke meja.
"Eh lo tau gak anak APK 2 yang cantiknya sundul langit ?"
"Ohh makasud lo Dinda ?" jawab Riski yang sedang membakar ujung tembakau di mulutnya.
"Iya ... Lo tau nggak kalau dia sekarang jadi incaran murid cowok satu sekolah tapi gara-gara dia terlalu cantik, dia tuh sempet di bully sama anak cewek di kelas laen."
Rahmad mulai serius dengan perbincangan ini.
Eh bentar-bentar ini anak cowok lagi ghibah ? sumpah baru pertama kali ini aku liat cowok nge-ghibah.
Aku merasa aneh karena sebelumnya aku hampir tidak pernah terlibat masalah perghibahan
"Ahh sok tau lo ... Dinda kan baik anaknya. Sabarnya aja tingkat dewa pasti gak bakalan lah di bully," celetuk Riski dengan santai dengan mulut yang mengeluarkan asap hasil dari tembakau bakar miliknya.
__ADS_1
"Kalian bicara apaan sih? jadi ini kebiasaan kalian kalo di warung?" kataku sedikit kesal karena dari tadi cuma di anggap sebagai 'nyamuk'.
"Kalo kita ngomong, ntar lo naksir lagi sama dia." Goda Rahmad dengan senyuman aneh.
"Idihhh cewek yang nggak terlalu terkenal kan banyak," kataku dengan wajah datar dan santai. Mendengar kataku, seketika hening lalu mereka tertawa sekeras-kerasnya.
"Lo punya selera yang unik ya ... Masa ada cowok di sekolah ini yang nggak naksir sama Dinda? kalo ada palingan itu cowok kaga normal," kata Rahmat dengan cekikikan.
"Ehh aku kan belum pernah liat muka nya,"
jawabku sedikit kesal.
"Udah mendingan jangan ya daripada ntar lo naksir dia, saingan lo banyak dan belum tentu juga dia milih elo!" Riski pun tertawa setelah bicara seperti itu.
"Namanya juga usaha ... Siapa tau dia mau sama aku,"sahutku santai sambil menyeruput kopiku yang mulai dingin.
"Terserah elo dah .... "
Kemudiam Rahmad mengakhiri pembicaraan ini karena bel tanda masuk telah berbunyi.
***AUTHOR NOTE
HAI TEMEN-TEMEN SELAMAT DATANG DI NOVEL AUTHOR.
bagi kalian yang mau bantu author menentukan jalan cerita buat kedepannya kalian bisa tulis di kolom komentar.
jangan lupa buat like, komen, vote, dan jadikan novel ini sebagai favorit ya.
okelah sekian dulu novel dan author note kali ini see you guys again in my next episode....
FB : Adhek k_chil
IG : Sam Fandi******
__ADS_1