
Keesokan harinya Fandi hampir terlambat masuk kelas karena kesiangan.
Jam menunjukkan pukul tujuh kurang sekian menit dan pintu pagar hampir saja di tutup untung saja Fandi bisa masuk ke dalam sebelum pintunya tertutup total dan terbebas dari hukuman yang sangat mengharukan.
Pelajaran pertama di hari Rabu adalah sejarah dengan guru yang aduhai sangat cantik. Wanita muda dengan paras manis, bulu mata lentik tanpa di buat-buat, pulasan make up tipis seadanya semakin menambah pesonanya. Bu Siti lah namanya, guru berpostur tubuh ideal yan lembut tutur katanya. Tak heran jika setiap materi yang di sampaikan selalu bisa di tangakap oleh seluruh siswanya.
Pelajaran sejarah selalu membuat siapapun menjadi jenuh dan bosan. Tapi semua kesan itu berubah semenjak Bu Siti yang mengajar. Tak ada satu pun murid yang tertidur di kelas, tak ada siswa yang mendapat nilai rendah bahkan anak berandal pun selalu mendapat nilai di atas 6.
Bu Siti yang sudah memasuki kelas segera memulai pelajaran dengan sangat santai. Penyampaian materi poin demi poin secara detail dan di selingi candaan supaya tidak membuat suasana menjadi kaku dan bosan.
Setelah selesai menerangkan beberapa materi, Bu Siti memberikan beberapa soal yang kemudian di kumpulkan untuk mrndapatkan nilai tambahan sebagai 'penunjang' jika nanti sewaktu ujian kenaikan nilai mereka di bawah rata-rata.
"Mat luh paham ga ?"
Melihat Rahmat yang tampak kesulitan mengerjakan soal itu, Fandi segera membantunya mencarikan jawaban di buku paket sejarah.
"Yang ini nih gue masih belom paham."
"Coba luh baca halaman 278. Bab 10 bagian 7."
*******
Jam istirahat akhirnya tiba. Fandi segera memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam loker mejanya.
"Ayo Mat ke kantin."
Ajak Fandi.
"Ayo udah laper juga nih gue"
"Ah eluh emang pernah ga laper ?"
Sindir Fandi sembari berjalan keluar kelas menuju kantin.
Di tengah-tengah, Fandi dan Rahmat di cegat oleh geng berandal sekolah mereka.
"Eh ada urusan apa yak ?"
Tanya Fandi santai.
"Gausah banyak bacot luh !"
Seorang dari mereka berkata setengah berteriak di depan Fandi.
__ADS_1
"Mundur dikit jigong luh muncrat noh."
Celetuk Rahmat sambil mendorong mundur berandal itu karena kesal dengan cara bicaranya.
"Udah Mat biarin aja. Kalik aja ada yang mau diomongin."
Serempak mereka menarik kerah baju bagian belakang Fandi dengan paksa hingga terkoyak.
Sebagian dari mereka menahan Rahmat supaya tidak ikut campur dan menolong Fandi dan tentu saja Rahmat berontak akan hal itu karena Rahmat tau akan identitas Fandi sebenarnya. Rahmat hanya takut jika suatu saat kelompok X KING datang untuk menghabisi berandal ini.
Fandi diseret hingga ke tengah lapangan dengan posisi mundur. Sontak kejadian itu menarik perhatian siswa lain untuk datang dan mengetahui apa yang terjadi di sana.
Berandal yang menarik Fandi sekitar tiga orang dengan tubuh tinggi besar dan kulit yang gelap. Sekilas jika di bandingkan dengan Fandi jelas tidak ada apa-apanya di hadapan mereka.
Fandi di tendang, di pukul, di tarik-tarik seragamnya di hadapan siswa yang lain. Dia hanya bisa diam dan pasrah atas apa yang berandal itu perbuat tanpa melakukan perlawanan. Sedangkan Rahmat hanya bisa diam mematung di tepi lapangan denga tangan tang di puntir ke belakang oleh berandal yang lain.
Kaca mata Fandi di injak hingga pecah oleh salah satu dari mereka. Fandi kembali memdapat tendangan beraneka ragam rasa dari berandal itu apa lagi ada salah satu dary sepatu mereka habis menginjak eek pus. Fandi yang tadinya rapih kini penuh dengan luka lecet dan lebam akibat dari pengeroyokan itu. Seragamnya sobek di beberapa titik.
Kejadian itu berlangsung cukup lama hingga ada guru yang sigap menangkap para berandal itu termasuk yang menahan Rahmat di tepi lapangan. Segera geng berandal itu masuk ke ruang BP dan segera mendapat surat cinta dan terancam di keluarkan dari sekolah oleh guru tersayang.
Sedangkan Fandi segera di bawa ke UKS sekolah di dampingi Rahmad yang panik dan tak kuasa menahan tangis melihat Fandi terbaring tak berdaya dan tak sadarkan diri diatas bed UKS. Beberapa petugas medis cilik mondar-mandir untuk segera merawat luka di tubuh Fandi. Perawat itu tak lupa segera melepas seragam dan menggantinya dengan baju olahraga milik Rahmat.
Rahmat dengan mata sembab dan hidung yang kemerahan berdiri di depan pintu kaca UKS menunggu akan kabar baik dari keadaan sahabatnya itu. Sebagian dari siswa lain membubarkan diri dan masuk kelas karena jam istirahat telah selesai.
"Gimana keadaan Fandi ?"
"Masih belum siluman."
Kata Rahmat yang tidak memalingkan pandangan dari dalam UKS.
"Siuman Mat siuman."
Sanggah Rayhan yang sudah di sebelah Rahmat tanpa di sadari.
"Namanya juga masih syok Han."
Kata Dinda sembari merangkul pinggang Rahmat.
"Aku juga mau dong Dinda sayang."
Pinta Rayhan dengan tangan si buka lebar-lebar berharap Dinda memeluknya.
"Ogah gue meluk eluh tempe gosong."
__ADS_1
"Yaelah gue kan juga syok."
"Udah jangan ribut di sini."
Rahmat mulai berbicara menghentikan mereka berdua.
Tak lama Dokter yang bertugas di dalam keluar dan memberitahukan keadaan Fandi kepada teman-temannya di depan UKS.
Dari keterangan dokter, Fandi hanya mengalami luka ringan di tubuhnya. Tetapi kepalanya terkena benturan yang sangat keras sehingga membuat dia pingsan.
"Kalau itu orang umum mungkin aja sudah amnesia saking kerasnya benturan itu. Tapi anehnya, Fandi dia cuma pingsan tanpa ada tanda-tanda kerusakan yang berarti di kepalanya."
Kata dokter itu menjelaskan akan keanehan Fandi. Sontak mereka terkejut atas penjelasan dokter itu.
"Dokter ga salah kan ?"
Tanya Rayhan tak percaya.
"Tolong periksa lagi pak dokter, kalik aja kurang teliti meriksanya."
Dinda yang tak kalah terkejut mulai berbicara.
"Saya sudah memeriksa seluruh bagian tubuh Fandi yang terkena benturan maupum luka. Termasuk kepalanya. Saya sendiri hampir tidak percaya atas pasien yang saya periksa ini."
"Dok apa Fandi bisa sekolah lagi ?"
"Dari analisa saya, Fandi akan sembuh kurang dari dua minggu. Untuk berjaga-jaga akan saya beri surat rujukan ke RS terdekat untuk menjalani foto sinar-x"
"Makasih banyak dokter. Ehm kita boleh masuk nggak ?"
"Ohh silahkan. Kalau begitu saya pamit dulu."
"Baik dokter terimakasih".
***AUTHOR NOTE :
SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YAA.. VOTE BERAPA PUN YANG TEMEN-TEMEN BERI GUE SANGAT BERTERIMA KASIH.
MAU CRAZY UP GA ??
TULIS DI KOLOM KOMEMTAR YAA..
DADAH.... MAKASIH UDAH MAMPIR..
__ADS_1
FB: SAM FANDI
IG: ADHEKK_CHIL***