
fandi yang berusaha masuk kedalam pikiran Dinda merasa kesulitan karena mungkin Dinda masih dalam keadaan tertekanan karena kejadian tadi.
Fandi hanya bisa melihat kegelapan.
Keadaan di ruang pikiran Dinda sangat gelap.
Fansi segera mencoba untuk berusaha berkomunikasi dengan Dinda di dalam ruang pikiran.
'*Dinda. Lo bisa denger gue ???'
'Hah.. siapa lo ??!! dari mana lo dateng ???'
'Haisshhh ini gue Fandi. Dinda coba lo lebih tenang lagi soalnya gue kesulitan*.'
Setelah Dinda berusaha untuk lebih tenang, tiba-tiba Famdi mendengar sesuatu jatuh menghantam lantai dan pecah berantakan.
Fandi pun menoleh ke belakang untuk memastikan apa yang terjadi dan benar saja Fandi melihat sebuah gambaran, gambaran masa lalu Dinda tepat di malam ini.
'Ketemu....!!'
'Ketemu apaan ??'
Sahut Dinda di ruang pikiran.
'Kejadian itu Dinda. Kejadian nyokap lo.'
Fandi mencoba fokus melihat gambaran itu.
Tampak lah seesosok laki-laki tinggi besar dengan bekas luka di pipi. Pria itu memaksa untuk masuk ke dalam rumah melalui jendela dan tanpa sengaja menjatuhkan aksesoris pecah belah di meja itu.
Mendengar ada sesuatu yang terjatuh, tante Siti keluar kamar dan menyalakan lampu depan.
Tante Siti mendapati seseorang tengah berdiri di sudut ruangan dengan wajah mengancam dan aura pembunuh yang kuat.
__ADS_1
Tante Siti merasa gemetar dan tertekan karena aura yang di hasilkan oleh orang misterius itu.
'E**hhh tunggu dulu....Dia itu maling atau emang sengaja datang untuk membunuh??'
'Mana gue tau...Gue kan kagak di sana waktu kejadian.'
Kata Dinda menegaskan.
Fandi melanjutkan melihat kejadian di rumah itu.
Tante Siti yang sedari tadi diam membeku kini mulai mengambil langkah secara perlahan namun pasti. Ia mengambil pisau yang berada di dalam laci lemari besar ruang tengah.
Menyadari wanita di hadapannya sedang mengambil sesuatu, pria itu berlari kearah Tante Siti dan segera menerkamnya dari depan. Tante Siti pun terjatuh ke belakang dengan kepala menghantam pinggiran meja tamu hingga berdarah.
Melihat ada peluang besar di depan matanya, lelaki itu mengambil paksa pisau yang di genggam Tante Siti
Tanpa basa-basi lagi, lelaki itu menancapkan pisau tepat di dada bagian kiri Tante Siti.
Tampak darah segar mengalir dari dalam, melumuri pisau dan membasahi karpet coklat yang indah.
'oh tuhan. Lelaki itu sangat beringas...siapa dia ??? kenapa wanita takberdaya menjadi sasarannya??tunggu dulu...apakah sudah selesai ????"
'ntar dulu, kayaknya masih berlanjut deh'
Setelah puas menusuk-nusuk korbannya, lelaki itu pergi dengan santainya dan tanpa meninggalkan jejak seolah-olah dia hanya datang untuk sekedar bertamu.
Lelaki itu tampak membuang sesuatu di halaman depan rumah Dinda dan kini pakaiannya juga telah berganti. Benar-benar pembunuh yang handal dan sangat profesional.
Perlahan Fandi membuka matanya, aura hijau pun mulai menipis dan menghilang tanpa sisa.
Fandi melihat Dinda tenang dengan posisi duduk dengan mata terpejam.
Tampak rambutnya acak-acakan,muka tanpa riasan sedikit pun,mata sembab,jaket hoodie yang di pakai sekenanya.
__ADS_1
Mungkin dia sangat syok melihat ibunya meninggal secara tragis tapi apa boleh buat, semuanya telah terjadi dan Fandi hanya bisa membantunya dengan cara ini.
"Ekhhmmm Dinda"
Kata Fandi sedikit lirih karena takut mengejutkan Dinda yang tampak sangat tenang.
mungkin karena efek 'magis' yang Fandi pakai barusan.
"Iya apa sudah ketemu pelakunya ??"
Kata Dinda tenang. Sangat tenang
"Apa lo pernah ketemu sama orang dengan ciri-ciri pria berbadan tinggi besar dengan bekas luka di pipi ?"
"Iya Fan, aku bertemu sama dia. Bahkan pernah di nafkahi sama dia. Dia adalah ayah ku. Ayah ku telah bercerai dengan ibu ku setahun yang lalu dan hak asuh anak sepenuhnya milik ibu ku."
Author note :
***Maaf kalo up nya lama karena author masih dilanda pekerjaan gaib dari alam baka.
terimakasih buat pembaca yang sudah membaca novel author sampai sini.
ngomong-ngomong ini masih dalam proses revisi jadi belum ada up episode terbaru.
pokoknya di tunggu aja ya...
jangan lupa like,komen,dan share kalo kalian mau..
ehmm itu tombol favorit nya tolong di tekan dulu yaaa... :-D
facebook :
sam fandi***
__ADS_1
Ig :
AdhekK_chil