
Menurut keterangan dari Rayhan, hari ulang tahun Dinda yaitu tanggal 10 Oktober, dan itu tentu saja cukup lama bagi Fandi untuk menunggu.
Fandi dan Rahmat bingung harus memberi apa karena aku baru saja mengenal Dinda sekitar satu bulan terakhir.
Mungkin saja mereka harus bisa mendekati Dinda untuk kedepannya supaya tau apa saja yang Dinda sukai dan tidak di sukai.
"Bro ultah Dinda bulan 10 Oktober nihh. Lo nggak mau ngasih kado apa gitu ??"
Kata Rahmat yang sedang sibuk mengerjakan tugas dari Pak Ferdi
"Entah... Gue juga bingung. Gue kan baru aja kenal ama Dinda.."
Kata Fandi sembari sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.
"Mumpung masih lama, coba deh lo tanya sama temen gengnya Dinda.."
"Ogah ah.. Ntar yang ada di bully gue.
Dinda itu kan siswa yang cukup terkenal di sekolahan kita. Jadi kalau gue ngelakuin itu sama aja kayak gue bunuh diri."
"Lo tau nggak Dinda kepingin apaan ??"
"Hmmmm gue pernah di tunjukin beberapa jaket di online shop. Tapi gue gak yakin."
"Yaudah lo pesen dah tu jaket terus kasih deh ke Dia.. Ribet amat lo jadi orang"
Kata Rahmat sinis.
"Kalo dia udah dapet dari cowok laen gimana ???"
"Lahh elo belom di coba udah pasrah aja..."
Katanya dengan serius menatap ku.
"Bukannya pasrah Mat, gue nggak yakin aja gitu. Secara Dinda kan primadona, lah gue ?? gue cuma anak baru yang cupu abis.
Pasti banyak banget cowok yang naksir Dinda dan otomatis ngasih kado ke Dia. Mungkin aja hadiahnya lebih mahal dan lebih mewah dari gue."
"Hei dengerin gue....
__ADS_1
Gue yakin berapa banyaknya hadiah yang di kirim cowok di sekolahan kita, Dinda pasti pilih hadiah lo. Gue yakin 100% karena dari cara dia ngomong ke lo, cara Dia natap lo. Ya bisa aja kan ??"
"Ya udah kalo gitu, besok lo anterin gue cari kado ya??"
"Harus besok ya ??"
"Mau kapan lagi Mamat ???"
"Serah lo dah..... Segala hal yang buat sahabat gue seneng, gue juga harus dukung."
*****
Setelah lelah mengerjakan tugas dari Pak Ferdi, Fandi pun berpamitan pulang karena hari sudah larut malam.
Sesampainya di rumah,Fandi di hadang tepat di depan pagar rumahnya. Tampak seseorang dengan mata yang sembab, hidung memerah, rambut acak-acakan dan mengenakan pakaian se sekenanya.
"Dinda ??? "
dengan ragu-ragu Fandi menghampiri wanita itu.
Karena pencahayaan kurang memadai jadi wajahnya tidak begitu jelas terlihat. Fandi melangkah dengan perlahan dan sesekali memanggil nama Dinda.
ketika jarak Fandi dengan Dinda sudah cukup dekat, Dinda langsung memeluk Fandi dengan erat, tangisnya pecah di pelukannya. Fandi pun merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Nyokap gue Fan... Nyokap gue....."
Tangisnya kini berubah menjadi histeris dan terpaksa aku menggunakan kemampuan ku untuk membuat Dinda tak sadarkan diri.
Setelah pingsan,Fandi membawa Dinda masuk ke dalam rumahnya dan Fandi pergi ke dapur untuk membuat minuman.
Setelah sadar dan sedikit tenang, Fandi mencoba bertanya tentang kejadian apa yang menimpa Dinda.
"Dinda tenang dulu yaa.. Coba cerita ke gue ada apa sebenarnya?? kenapa lo sampai histeris kek gini ??"
"Gue nggak tau gimana awalnya.
Ketika gue pulang dari rumah temen gue, gue ngeliat banyak darah berceceran.
Karena Pintunya nggak di kunci, jadi gue anak aja masuk ke dalem rumah.
__ADS_1
Lalu gue ngeliat dengan mata kepala gue sendiri nyokap gue........"
Tangisnya pecah lagi dan semakin menjadi-jadi.
"Sssstttt oke oke... Gue paham. Coba sini gue liat bentar ya."
kata Fandi lirih dan tenang terbawa suasana hening dan sedih.
Fandi duduk bersila di lantai dan mulai memfokuskan pikirannya ke masa lalu.
Aura hijau tipis mulai muncul seperti asap yang mengelilingi Fandi dan Dinda
Suasana ruangan yang gelap semakin cepat membuat pikiran Fandi menjadi tenang.
"Tenang oke jangan takut ini aura gue.."
Fandi menggenggam tangan Dinda yang mulai takut akan hadirnya aura hijau aneh itu.
"Ehh ehh lo mau ngapain ?? Gue kok berasa......."
Kalimat Dinda di potong oleh Fandi
"Sssssst biarin gue liat masa lalu lo dan keluarga lo oke"
"Oke"
Tampak ekspresi takutnya kala itu.
Fandi yang berusaha masuk kedalam pikiran Dinda merasa kesulitan mungkin karena Dinda masih dalam tekanan dan kesedihan yang mendalam.
***AUTHOR NOTE :
Maaf kalo masih berantakan alur cerita dan percakapan tokoh. kalo ada kritik,saran dan masukkan bisa langsung aja tulis di kolom komentar .
jangan lupa like yaa
Facebook : sam fandi
IG :ADHEKK_CHIL ***...
__ADS_1