
Fandi segera memasuki kelasnya karena bel sudah berbunyi. Jam pertama adalah pelajaran matematika teknik dengan guru yang sangat aduhai tiada tara galaknya.
Kelas ini terasa mencekam seperti film horor dengan hantu yang mengerikan. Fandi hanya bisa duduk diam tanpa melakukan apapun. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain dengan posisi duduk diam tanpa bergerak dengan kepala menunduk.
Ibu guru matematika sebenarnya cukup cantik dengan usia yang sudah minginjak kepala empat. Guru itu masuk ke kelas dengan mengenakan langkah perlahan, tatapan lurus ke depan dan yang pastinya menebarkan aura horor yang sangat mencekam. Sesekali menengok ke arah deretan siswa yang tengah ketakutan dengan menebar senyum jahat.
"Selamat pagi anak-anak"
Sapa Ibu Guru ke seluruh siswanya.
"Selamat pagi Bu"
Jawab mereka serentak dengan nada rendah dan ketakutan.
'*buset dah ni orang bikin jantung gue copot aje'
'eh eh... Eluh siape??'
'Gue readers lu thor ....'
'sengaja gue bikin gitu supaya lu pade merinding manja'
'kaga biasanya lu bikin cerita kek gini'
'serah gue lah mau bikin kek gimana ?'
*kembali ke cerita**
"Hari ini saya akan membahas tentang trigonometri dan fungsi kuadrat. Ada yang mau menjelaskan atau bertanya terlebih dahulu ?"
Kata Bu Fitri sembari berjalan kearah papan tulis.
Seketika hening suasana di dalam kelas.
Fandi masih tertunduk di mejanya dan mulai merasakan kantuk. Merasa dirinya sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi, Fandi meregangkan badannya.
Sadar di deretan pojok Fandi mengangkat tangan tinggi-tinggi, Bu Fitri menunjuk Famdi untuk maju menjelaskan materi nya.
"Iya kamu Fandi maju kedepan."
"Hah ?"
Fandi kebingungan kenapa dirinya di suruh maju kedepan kelas.
"Ehh kadal gurun, lo berani bener ngajuin diri kedepan buat ngejelasin."
Bisik Rahmad di sebelah Fandi
"Jelasin apa ?"
Fandi masih bingung.
"Materi trigonometri sama fungsi kuadrat"
"Kalo trigonometri gue tau."
Fandi menyudahi berbisik dan langsug maju ke depan.
Fandi mengambil spidol dari Bu Fitri dan segera menuliskan beberapa rumus dasar dan aturan sin,cos dan tangen. Dia juga sempat menjelaskan beberapa kata dari rumus terkait dengan sangat baik meskipun masih beberapa saja.
__ADS_1
"Fandi cukup. Kamu sangat bagus"
Puji Bu Fitri kepada Fandi karena berhasil menjelaskan beberapa poin dari materi itu dengan sangat baik ."silahkan kembali ke tempat kamu".
Serentak seluruh siswa di kelas ini bertepuk tangan atas keberhasilah Fandi memukau Bu Fitri. Bagi mereka, maju ke depan kelas adalah pertaruhan hidup dan mati. Harga diri mereka di pertaruhkan mati-matian.
Fandi berjalan ke mejanya dengan mimik muka tersipu malu. Baru pertama kali Fandi di apresiasi atas preatasinya.
"Gile lo Fan ... lo berhasil bikin Mak lampir senyum...."
Kata Rahmat menyambut di sebelah Fandi.
"Lo waras kan ?? gue tadi cuma nerangin lhoh bukan PDKT."
"Serah lo... ntar gue traktir bakso Pak Jamal"
"Yaelah Mat cuma bakso ... yang laen napa sih"
"Elo di traktir masih nawar aje"
ºººººº
Waktu pulang yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba.
Fandi segera menuju parkiran siswa dan menyalakan motornya. Tiba-tiba Dinda menghampiri Fandi yang tengah mengeluarkan motornya di parkiran.
"Fandi ... Gue nebeng yaa."
Kaya Dinda dengan malu-malu.
"Ehh Dinda, lo kok udah sekolah sih??"
"Iya Fan gaenak mau ijin lama. Gue boleh nebeng ga njh??"
"Ayo Din"
Dinda segera menaiki motor Fandi yang agak tinggi dengan sedikit usaha karena tinggi badan Dinda terbilang cukup pendek.
Mereka berdua segera peegi dari sekolah menuju ke rumah Dinda. Fandi memacu motornya sedikit lebih pelan dari biasanya. Suasana romantis tercipta diantara mereka dengan langit di sore hari yang memancarkan cahaya orange keemasan.
Angin berhembus pelan menyibakkan rambut Dinda yang panjang ke belakang. Tangannya memeluk pelan punggung Fandi dari belakang dan sedikit menyandarkan kepalanya ke punggung Fandi yang lebar.
Kehangatan tercipta dari pelukan hangat dari Dinda. Fandi merasa melayang jauh akibat pelukan itu. Tak ada sepatah kata pun terlontar dari mulut Fandi dan Dinda.
Mereka tampak melayang jauh dalam suasana romantis. Tak peduli bagaimana bisingnya kendaraan di sekitar mereka di jalan raya ini.
"Dinda gimana keadaan kamu ?"
Tanya Fandi memulai percakapan.
"Sekarang pakek aku kamu nih ?? okelah. Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik aja."
"Jangan terlalu dipikir ya Din ntar kamu sakit"
"Iya makasih ya udah mau bantu aku cari pelakunya"
Kata Dinda sembari mengeratkan pelukannya yang terasa sangat nyaman di punggung Fandi.
"Iya Din sama-sama. Maafin ya aku ga bisa bantu banyak"
__ADS_1
"Bantuan kamu itu udah lebih dari cukup kok. Kalo gaada kamu mungkin sampe sekarang pelakunya gaakan ketangkep."
"iya Dinda. Aku bakalan bantu sebisa ku."
Perjalanan yang begitu romantis harus di akhiri karena mereka telah sampai di depan rumah Dinda. Fandi segera turun dari motor untuk mampir sejenak ke dalam rumah Dinda yang masih ramai oleh keluarga besar Dinda.
Setelah menghabiskan segelas penuh air jeruk dingin dan memakan beberapa potong camilan, Fandi berpamitan karena hari sudah mulaigelap di tambah lagi jarak dari rumah Dinda ke rumahnya cukup jauh. Belum lagi kepadatan lalulintas yang bisa saja membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama.
Setelah berpamitan, Fandi segera menuju motornya dan segera pulang. Di perjalanan pulang, Fandi teringat akan pelukan Dinda yang terasa begitu hangat dan penuh kasih sayang. Wangi tubuhnya masih menempel di jaketnya. Lembut tutur katanya sudah menancap dalam pikirannya.
'*thor kok bisa bisanya eluh bikin gue naksir sih ama dinda?? saingan gue banyak thor... eluh sendiri kan yang bikin kek gitu ??'
'ehh kadal gurun !! gue ini author yee... gue bikin eluh banyak saingan biar eluh tuh semangat buat ngejar dinda.'
'saingan gue gimana ??"
'itu urusan gue... yang penting eluh bantu gue bikin nih cerita jadi bagus dan banyak viewers nya. ngerti kagak ??!!'
'iye iye gitu aje nyolot luh... ehh gue habis ini mau ngapain ??'
'eluh lagi naek motor kutil onta !!! awas noh ada tiang '
*kembali ke cerita**
Sesampainya di rumah, Fandi segera mandi dan ganti baju.
Ponselnya berdering. Ada sebuah chat pribadi dari Rahmat.
Rahmat : EHH UPIL KADAL GURUN !!! DARI MANE LUUHH??? GUE UDAH TUNGGU ELUH DI BAKSO PAK JUM DARI TADI !!!
Fandi : Maap maap... gue tadi nganterin Dinda pulang.
Rahmat : Kenapa kagak bilang dari tadi ??!!
Fandi : Mana gue tau kalo Dinda mau nebeng. Sayang kalik semangkok bakso melayang.
Rahmat : Besok deh gue traktir. Gimana keadaan Dinda ??
Fandi : Dia baik-baik aja cuma agak pucet dikit. Biasalah kalo orang kehilangan ibu nya kek gimana.
Rahmat : Gue tau lah... Ehh bentar yaa gue ambil barang dulu.
Fandi : Yaelah pamitan segala.
Pesan yang di kirim Fandi hanya di baca oleh Rahmat.
Merasa perutnya mulai berdemo minta diisi, Fadi segera kluat menuju dapur dan mendapati mamanya sedang memasak sesuatu.
***AUTHOR NOTE...
AKIRNYA BISA UP 1000 KATA LEBIH.
DOAIN YAA SEMOGA BISA LEBIH BANYAK JUMLAH KATA DAN BISA UP SETIAP HARI.
MAKASIH BANYAK SUPORTNYA....
FB: SAM FANDI
IG: ADHEK K_CHIL***
__ADS_1