
Setibanya Fandi di tempat rapat anggota X KING, dia bisa saja langsung masuk tanpa hambatan karena Fandi merupakan anggota geng yang cukup di segani oleh seluruh anggota lainnya.
Entahlah kenapa Fandi memilih untuk menjadi cupu di sekolahan.
"Selamat datang Mas Fandi"
Sambut seseorang tepat di depan pintu masuk tempat rapat.
Pria itu berbadan tinggi besar dengan tato di lehernya.
"Hai Sudah ada siapa aja di dalem ??"
Fandi berhenti untuk bertanya kepada penjaga itu.
"Sudah lengkap semua Mas."
Kata penjaga itu dengan ramah dan sangat sopan ketika bericara dengan Fandi.
"Ohh oke aku masuk dulu ya"
"Silahkan.."
Penjaga itu membuka jalan untuk Fandi.
Penjaga di depan menaruh rasa hormat yang besar terhadap Fandi karena Fandi pernah menyelamatkan nyawanya ketika di hajar oleh geng lain.
Penjaga itu bernama Rizal. Rizal dulu dikenal sebagai preman pasar tanpa seorang pun teman. Dia berhasil menaklukkan seluruh area pasar seorang diri.
Suatu malam, Rizal di hadang oleh beberapa orang dengan wajah tertutup seta membawa senjata tajam.
"Siapa lo ??? MINGGIR !!!"
Bentak Rizal kepada sekumpulan orang di depannya.
Mereka hanya bergeming mendengar ucapan Rizal. Hari sudah semakin larut dan hanya ada mereka berlima di sini.
Rizal Sadar bahwa ucapannya tidak di respon oleh kumpulan orang di depannya, Rizal menjadi emosi dan segera melayangkan pukulan yang mengarah ke wajah salah satu dari mereka.
Di luar dugaan Rizal, kelompok orang tak dikenal itu memiliki kemampuan bela diri cukup hebat. Kalau di hitung-hitung setara dengan kemampuan Fandi.
"Heheh lumayan juga. Ayo sini lawan gue !!"
Rizal semakin bernafsu untuk menghajar kelompok itu.
Pertarungan sengit terjadi dimana Rizal harus menghadapi empat orang yang masing-masing mempunyai skill yang berada di atasnya.
Tampak Rizal hanya berupaya menyerang secara brutal dan sekenanya, berbeda dengan keempat sosok misterius itu. Mereka menyerang dengan sigap dan terarah bahkan dapat menghindari setiap tinju maut Rizal.
Tak butuh waktu lama mereka ber empat bisa melumpuhkan Rizal. Tampak seorang dari mereka mendekat dan mengayunkan pisau ke leher Rizal.
__ADS_1
"Dimana markas X KING??"
Tanya orang misterius itu.
"Gue ga tau. Lepasin gue...!!"
Kata Rizal dengan terengah-engah.
'ya iyalah engap... elu kalo bikin cerita yang bener dong...'
'ehh kutil nurut napa ama gue... gue pites juga lu....'
'*berani lu ama gue ??'
' ehh upil onta inget ye gue author jadi gue bebas mau ngapain... gue mau cabik-cabik eluh kek .. mutilasi eluh kek serah gue lah...'
'iye iye.....'
***kembali ke cerita**
"Ohh jadi gitu. Gue kasian ama lo. Masak orang se hebat elo harus mati di tangan gue."
Kata orang misterius itu dengan menebar senyum jahat sembari mengayunkan tangannya ke arah leher Rizal.
Rizal memejamkan mata dan bersiap menanti kematiannya yang akan segera tiba. 'lah kok berhenti ??' batin Rizal menyadari bahwa lehernya masih utuh dan balum berlubang.
Cahaya remang-remang menerangi wajah Fandi yang di bingkai kacamata menoleh ke arah Rizal dengan tatapan dingin.
"Pergi"
Kata Fandi ke arah orang yang menduduki di punggung dan tangan Rizal. Serempak mereka lari terbirit-birit mendengar ucapan Fandi.
Sedangkan orang di hadapan Fandi merasa tertekan hingga membuatnya bergetar hebat akibat aura membunuh yang terasa sangat kuat.
"Siapa ?"
Kata Fandi dengan menatap tajam ke arah sosok misterius itu.
"A-a-aku d-dari ---"
Belum sempat dia menjawab sebuah pukulan telak bersarang di wajah orang misterius itu.
Dia pun pingsan dengan hidung mimisan.
Fandi berbalik dan mendapati Rizal sudah bersimbah darah dengan punggung yang terdapat beberapa luka tusukan.
Benar saja itu ulah salah satu teman orang misterius itu. Fandi mulai geram dengan perlakuan mereka yang hanya berani main keroyokan. Fandi melepas kaca matanya dan menaruhnnya di saku jaketnya.
Fandi mengambil ancang-ancang untuk mengejar orang itu. Tatapan mata Fandi yang tajam membuat siapapun bergidik ngeri tak terkecuali orang misterius itu.
__ADS_1
Bisa di bilang kekuatan mereka bertiga masing-masing setara dengan Fandi.
Dalam sekejap mata Fandi sudah berada di depan mereka. Jaketnya masih melambai-lambai akibat angin yang menerpanya ketika berlari.
"Pergi"
Kata Fandi terdengar seperti mengancam untuk membunuh.
'*yaelah thorr dialog gue banyakin dikit napa sih.... sayang tau gue kan jarang muncul...'
'ehh kadal gurun eluh tuh pemeran utama di sini... masih banyak dialog eluh.... udah nurut aje.... baru kali ini yee gue tau pemeran protes ama authornye...'
'iye iye gitu aje marah lu...udah lanjut... ehh gue ngapain nih ??'
'eluh ke ****** terus nyebur deh... yr eluh di sini.... hajar tuh orang..."
***kembali ke cerita**
Mendengar ucapan Fandi, orang misterius itu semakin merasa tertekan. Sebelum melangkahkan kaki, mereka sudah pingsan tak sadarkan diri. Gerakan Fandi sangatlah cepat apalagi kalau sedang marah seperti sekarang.
Sejak saat itu, Rizal menaruh hormat kepada Fandi. Sudah berkali-kali Fandi melarangnya seperti itu tetapi Rizal maaih saja menganggap Fandi seperti majikannya. Sebenarnya Fandi sedikit risih kalau di perlakukan seperti itu. Menurutnya kita ini teman dan aku melakukan apa yang harus aku lakukan.
ººººººººº
Rapat segera di mulai.
Rapat ini dihadiri oleh para pemimpin besar di setiap kota yang pastinya mereka sudah berulang kali bertarung di luaran sana untuk mendapatkan jabatan itu.
Kalau untuk kasusnya Fandi sedikit berbeda.
Semasa SMP, Fandi memang cupu seperti sekarang dan bully menjadi makanannya setiap hari. Dia di tendang, di pukul bahkan di keroyok satu kelas.
Sudah berapa kali Fandi membeli kacamata itu. Setiap kali dia membeli yang baru, besok nya pasti rusak. Entah berapa kali Fandi masuk Rumah Sakit akibat Bullyan teman sekelasnya.
Lelah, Marah, Kesal, Dendam Fandi kumpulkan jadi satu. Selama Dua tahun dia sekolah di SMP di Bully dan tetap diam.
Hari ini dia buktikan kalau dia bisa melawan semua orang yang telah berbuat itu kepadanya. Seluruh orang bahkan kelompok berandalan di sekolah ini habis tak tersisa.
Mereka semua tepar tak berdaya dan membiarkan Fandi mengamuk di tempat tongkrongan mereka.
Sejak saat itu Fandi di takuti oleh semua siswa di sekolah ini bahkan di sekolah lain.
Berita Fandi yang membabat habis para berandal di sekolahnya telah sampai ke pemimpin X KING. Bahkan Ketuanya sendiri yang mendengar secara langsung berita itu.
Tanpa pikir panjang, Ketua X KING memberi undangan khusus untuk Fandi supaya mau bergabung dengan grup mereka.
FB : SAM FANDI
IG ADHEKK_CHIL
__ADS_1