Guru Privat Kena Mental

Guru Privat Kena Mental
22. Sosok Farhan


__ADS_3

Aku bersandar pada meja berwana putih berhias pot bunga yang menawan hatiku dengan irama senandung hati yang ku alunkan dengan petikan gitar untuk menyenangkan hatiku yang terluka karena kekasihku pergi begitu saja


flashback on


"nak, kamu tidak sekolah?" tanya Jihan


"nggak ah, bu" ucap farhan


"apa karena kamu putus cinta jadi kamu tidak mau belajar di sekolah?" tanya Jihan


"iah, bu. Aku males lihat dia bersama pria lain" ucap farhan


"kamu jangan membolos hanya karena putus cinta, nak" ucap jihan


"aku tidak bersemangat, bu"ucap farhan sambil memtik gitatnya kembali


"ayolah, nak kamu jangan seperti ini terus. Ibu sudah susah untuk membiayai sekolahmu"bujuk jihan


"hmmmm" pikir farhan


"kamu harus menghargai ibumu berjualan makanan keliling hanya untuk membiaya sekolahmu" ucap jihan


"baiklah bu, aku pergi dulu"ucap farhan


"Iah, nak. Kamu harus rajin belajar agar kelak kamu bisa ibu banggakan" ucap Jihan


"iah, farhan pamit, bu"ucap farhan


"hati-hati di jalan ya, nak"ucap Jihan

__ADS_1


Flashback off


sejuta kenangan bermunculan di benak seorang pria paruh baya yang sedang duduk termenung dengan pigura ibundanya yang selalu mengingatkannya untuk tetap bersekolah meskipun dia sedang mengalami penolakan oleh seorang wanita


"bu, seandainya waktu bisa di putar aku ingin sekali bertemu dengan ibu"sendu farhan


"pak farhan ini dokumen yang harus Bapak tanda tangani"ucap beny yang membangunkan lamunan masa lalu farhan


"Taruh saja di nakas" ucap farhan


"aku harus segera mencari keberadaan anakku yang ku titipkan di sebuah desa "gumam farhan


*


*


*


"ada apa bertetiak seperti itu di mall bikin malu saja?"tanya baros


"Lihat bolu ini"ucap pauline menunjukan sebuah kue dengan hiasan bunga dan lilitan tali hitam


(


"wow, bolu ini cantik pasti kakakmu akan menyukainya"ucap baros


"tentu, ini aku yang request kepada penjualnya"ucap pauline


"tumben sekali pilihannya menarik" ledek baros

__ADS_1


"dasar nyebelin" ucap pauline


"hayu, kita pulang ke kos an kakak dulu" ucap baros


"nggak ah, aku ingin mencari penginap lain bersama ayah"ucap pauline


"ini sudah malam, jadi nggak akan sempat untuk mencari penginap" ucap baros


"benar itu, nak! lebih baik kita singgah dahulu ke tempat peristirahatan baros dari pada kita susah mencari tempat penginapan. Ayah sudah sangat lelah seharian ini mencari bolu kejuatan untuk kakakmu" ucap Jaya


"baiklah, demi Ayah aku rela singgah dahulu ke tempat kak Baros"ucap pauline


"nah gitu dong baru anak ayah"ucap Jaya


"hmmmm, jadi kalau tidak menuruti kehendak Ayah aku ini bukan anak Ayah, begitu?" tanya pauline


"bukan begitu maksud Ayah, nak. Kamu ini selalu saja begitu" ucap jaya


"abisnya Ayah dan kak baros menyebalkan sepanjang jalan hanya aku yang selalu salah di mata kalian" geram pauline meningglkan kedua laki- laki tersebut dengan pikiran yang tak tentu


"hei, tunggu! Ayah minta maaf kamu jangan marah seperti anak kecil itu tidak baik" ucap jaya


"huh! Nggak tau gimana Ayah saja. Aku ini hanya boneka yang harus menuruti semua kemauan Ayah"ucap pauline


"duh, kumat deh kalau ngambek nggak tau tempat" ucap baros


Bersambung...


...Jangan Lupa untuk memberikan Like,vote, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorit...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karyaku, semoga bisa menghibur...


__ADS_2