Guru Privat Kena Mental

Guru Privat Kena Mental
49. Baros mulai mengetahui jati dirinya


__ADS_3

Lamunan itu membangunkan seorang pembisnis handal yang selalu sibuk dengan layar besar yang selalu di pandang oleh kedua bola matanya karena ponsel pintarnya berdering di nakas dekat dengan mesin printernya


kring!!


"lapor, Tuan besar" ucap Rinto


"ada apa?" tanya Farhan


"saya sudah berhasil menemukan anak kandung, Tuan besar" ucap Rinto


"bagaimana bisa kamu akan membawa anak kandung saya di hadapan kedua mata saya?" tanya Farhan


"Tuan besar, saya sudah memasang cctv ketika pemuda itu menjumpai Karyo sang pamannya. saya akan kirimkan hasil cctv yang menyatakan bahwa Karyo ketakutan ketika Baros datang dan berniat untuk melarikan diri" ucap rinto


"apa memang dia anak kandungku? sampe Karyo begitu ketakutan?" tanya Farhan


"tentu, Tuan besar sudah sangat jelas dari raut Karyo yang takut jika Tuan besar akan mengambil dia dari tangannya" ucap Rinto


"kamu lakukan tes DNA saja biar saya yakin bahwa memang dia anak kandung yang selama ini saya buang dan sembunyikan" ucap Farhan


"baik, Tuan besar saya akan lakukan tugas ini dengan cantik" ucap Rinto


"good job, setelah pekerjaan ini selesai akan saya pastikan kamu mendapatkan bonus yang sangat besar" ucap farhan


"terima kasih banyak, Tuan besar" ucap Rinto

__ADS_1


Tut ..


******


hari menjelang senja,


"tolong lepaskan ikatan saya! untuk apa kalian menutup mata saya lagi" seru Baros


"kamu akan di bawa ke sebuah ruangan" ucap algojo


"percuma kalian sekap saya di sebuah ruangan, saya ini hanya orang miskin tidak akan mampu keluarga saya menebus atau jangan-jangan kalian mau menjual organ tubuh saya?" tanya Baros


"untuk apa kami menjual qnda, kami hanya orang suruhan tidak mengerti apa tujuannya" ucap kedua algojo


"sudah jangan banyak bertanya!" geram salah satu algojo sambil membungkam kembali penutup mulutnya


******


hari silih berganti, suasana dalam ruang putih mencengkam jiwa yang terbakar oleh suatu rasa takut untuk mengetahui hasil sebuah tes DNA yang di lakukan secara tertutup


"selamat, pak Farhan 99% hasilnya sangat cocok dengan DNA anda" ucap sang dokter


"terima kasih, dok" ucap Farhan sambil melihat selembar putih yang berada di depa kedua bola matanya


"sama-sama, pak Farhan. Saya permisi dulu" ucap dokter tersebut memalingkan mukanya untuk masuk ke dalam ruangannya kembali

__ADS_1


****


"duh, sampai kapan aku di sekap seperti ini. Aku sudah bosen ingin sekali aku bekerja" ucap Baros


cklek


Tanpa permisi dan aba- aba pintu di buka dengan kode password yang tertera pada dinding ruangan, seorang pria bertopeng masuk


"Tuan muda Baros, perkenalkan saya Rinto, saya ingin menyampaikan bahwa ada yang ingin bertemu dengan anda" ucap Rinto


"saya nggak salah denger! ngapain anda bicara seolah- olah saya ini anak orang kaya?" tanya Baros


"memang kenyatannya begitu, Tuan muda" ucap Rinto


"saya nggak ngerti dengan apa yang anda maksud, tapi tolong bebaskan saya dari sini karena saya sudah seperti burung dalam sangkar yang tak bisa mempunyai sebuah kebebasan" ucap Baros


"sabar, Tuan muda. semuanya akan jelas jika anda langsung bertemu dengan beliau" ucap Rinto


"baiklah, bawa saya kepada orang yang telah menyekap saya. akan saya buat perhitungan karena sudah menyekap saya berhari- hari di sini" ucap Baros


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2