
Dentungan jam terus berlalu, seorang bocah kecil terlentang di sebuah kasur berukuran all size dengan selimut tebal yang menyeliputi raganya serta selang inpus di tangan kirinya dan ventilator di pasangnya agar tidak kesulitan untuk bernafas
"bagaimana, dok keadaan pasien ini?" tanya bima
"pasien ini baik-baik saja, apa anda yang melakukan pertolongan pertama saat tubuh anak ini tenggelam?" tanya dokter itu
"benar, saya melakukan pertolongan pertama saat dia terkapar di curug itu"ucap bima
"perbuatan anda ini menyelamatkan pasien ini"ucap dokter itu
****
Tak lama kemudian bocah mungkin dengan poni sejajar itu perlahan membuka bola matanya
"om, aku di mana?" tanya arsen membuka kedua bola matanya dengan perlahan-lahan
"perkenalkan saya Bima, aku yang berhasil menyelamatkan kamu dari curug"ucap bima
"terima kasih banyak, om sudah menolong arsen" ucap arsen
"sama-sama, anak ganteng" ucap bima
"apa boleh aku minta tolong lagi kepada om bima?" tanya arsen
"tentu boleh dong, memang mau minta tolong apa?" tanya bima
"aku boleh pinjem ponsel om bima nggak?" tanya arsen
"untuk apa kamu meminta ponsel om?" tanya bima
__ADS_1
"aku ingin menghubungi papiku" ucap arsen
"oh, tentu boleh dong, tapi kamu ingat nomer ponsel papimu?" tanya bima
"jelas aku ingat, om"ucap arsen
"wah, anak pinter! Ini om buka kunci passwordnya dulu," ucap bima mengusap ponsel pintar dan membuka pinnya
Kring!!!
Dering ponsel pria berstatus dua anak ini berdering kencang, namun yang empunya malah sibuk mengobrol di telepon bersama sang sekertaris...
*****
"kenapa mukanya cemberut?"ucap bima
"nomer pomsel papi sulit di hubungi"ucap arsen
"nggak mungkinlah, aku ini pengingat yang jitu" ucap arsen
"duh, bocah jago lawak juga kamu" ucap arsen terbahak-bahak
"beneran, om. Arsen nggak bohong"ucap arsen
"mending kamu chat saja dan kirimkan lokasi kamu sedang berada di rumah om" ucap bima
"oke deh, makasih ya om" ucap arsen
"sama-sama, anak ganteng" ucap bima
__ADS_1
Ponsel pun di ketikan oleh bima karena arsen belum lancar untuk menulis
["pih, ini arsen. Arsen baik-baik saja papi tidak perlu cemas, tolong jemput arsen di rumah om bima yang menyelamatkan arsen ya. sekarang arsen sharelock lokasi arsen"]
*******
Waktu terus bergulir tidak ada henti kecemasan sang ayah akan anaknya semakin lama semakin larut dalam perasaan bersalah yang membiarkan anaknya bermain tanpa didampingi seorang Ayah
"saya harus meminta bantuan si riko!"ucap jio
Begitu ponsel pintarnya di usap untuk menekan kode password, di lihatnya ada sebuah panggilan masuk tak terjawab serta pesan masuk dengan nomer yang tak di kenal
"nomer ponsel siapa ini, saya tidak mengenalnya. Saya harus membukanya siapa tau ini penting dari klien" ucap jio
Begitu membuka pesan tersebut sang ayah kaget melihat pesan masuk itu dari sang anak yang sedang dia cari-cari selama ini
"arsen" kaget jio
"mohon maaf, pak. Arsen anak bapak belum bisa kami temukan" ucap timsar lagi
"bukan itu maksud saya, ini lihat pesan masuk ini dari anak saya" tunjuk jio
"wah, syukulah anak bapak bisa selamat. Kalau begitu kami timsar akan menghentikan pencariannya" ucap timsar
"baiklah, Terima kasih atas kerja samanya," ucap jio memberi amplop putih berisi selembaran uang merah
"sama-sama, pak. Kami permisi pamit dulu" ucap timsar
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...