Guru Privat Kena Mental

Guru Privat Kena Mental
51. Berjumpa dengan Ayah kandung


__ADS_3

kursi kebesaran sang pembisnis handal tiba-tina saja menciut menjadi kursi yang sangat panas untuk di tempati karena sekarang kursi berwarna merah itu berputar haluan pada sebuah bacaan buku tebal yang terletak di belakang meja kerjanya


ceklek


"permisi, Tu-tuan Farhan" ucap Baros


"masuk"titah Farhan dengan tetap membelakangi kursi merahnya


"untuk apa anda menyekap saya selama beberapa hari ini?" tanya Baros


"saya tidak pernah melakukan hal di luar nalar saya, semua yang di lakukan untuk kebaikan bersama" ucap Farhan


"kalau ini termasuk di dalam nalar kenapa anda seorang yang terpasang bisa melakukan hal kotor seperti ini?" tanya Baros


"sudah saya katakan bahwa ini semua demi kebaikan kita" ucap farhan


"kebaikan apa yang anda maksud?" tanya Baros


"saya akan to the point saja denganmu bahwa saya adalah ayah biologismu" ucap Farhan

__ADS_1


"apa?!" kaget Baros


"tidak perlu terkejut karena saya sudah mempunya hasil DNA antara kamu dan saya itu mengalir darah yang sama" ucap Farhan membalikan kursi panasnya sehingga mereka pun saling menatap satu sama lain dan memberikan sepucuk surat berwarna putih


sesaat suasana menjadi mematung setelah sang pria paruh baya itu mengucapkan bahwa dia adalah ayah biologis


"saya hanya orang buangan tidak mempunyai orang tua sejak kecil jadi anda jangan membuat DNA palsu" ucap Baros


"kamu harus percaya bahwa kamu adalah anak kandung saya" ucap Farhan


"untuk apa saya mempercayai orang asing" ucap Baros


"terserah, bagi saya anda bukan ayah, anda lebih bisa di bilang hanya sebatas orang asing" ucap Baros


"sekarang kamu boleh marah dan tidak mengakui saya sebagai ayah kandungmu, tapi ketahuilah seluruh harta yang saya punya ini akan sah menjadi milikmu karena kamu adalah ahli warisku" ucap farhan


"hartamu tidak akan pernah membayar sebuah rasa kasih sayang yang sempat dulu saya tidak pernah rasakan sama sekali" geram Baros


"masa bodoh! saya nggak peduli dengan apa yang kamu ucapkan anak bodoh! berani sekali kamu menolak saya sebagai ayah kandung! kamu tahu di luar sana banyak sekali yang ingin mempunyai ayah seperti saya" ucap Farhan

__ADS_1


"saya nggak Sudi punya ayah sombong seperti anda" geram Baros


"saya tidak sombong, ini adalah sebuah kenyataan" ucap Farhan


"saya nggak peduli anda itu siapa! yang pasti saya masih mampu mencari uang sendiri tanpa bantuan anda sedikit pun dan saya juga nggak akan Sudi menerima harta dari orang yang telah membuang saya sejak lahir" ucap baros


"ternyata darah itu tidak bisa menyangkal, sifat kita sama percis! kamu harus mengakui hal ini" ucap Farhan


"nggak usah anda sama-samain saya dengan anda, saya berbeda dari anda!" geram Baros


"saya lelah berdebat dengan anak yang nggak mau mengakui saya ayah kandungnya lebih baik kamu sekarang jernihkan dulu pikiranmu setelah itu kembalah tinggal di sini bersama saya" ucap Farhan


"saya tidak akan pernah berpikir dua kali untuk tinggal bersama dengan orang asing" ucap baros


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2