
"sebaiknya kamu cepat untuk menemui suamimu" ucap lina
"aku akan ke kantornya siang ini" ucap bella
"bagus, jangan sampai kamu seperti mami yang hidup menjanda tanpa sosok pemdamping hidup karena rasanya sungguh tidak enak"sendu lina
"sebaiknya mami cari pendamping baru dari pada mami merasa kesepian terus menerus" ucap Bella
"nggak akh, mami sudah terbiasa hidup sendiri. mami kan orangnya setia sama papi kamu" ucap Lina
"papi di atas sana juga akan bahagia kalau mami juga bisa bahagia bersama dengan sosok pendamping hidup yang lain" ucap Bella
"nggak ah, males. mami mau fokus untuk buka cabang di Indonesia jadi mami bisa ada waktu buat kamu"ucap Lina
"wah, yang bener nih mih, jadi mami akan stay di Indonesia dong" girang Bella
"iah, mami akan stay di Indonesia lagi demi dengerin curhatan anak kesayangan mami satu-satunya" ucap Lina
"makasih, mih" ucap bella
*****
Dengan hati yang berat, aku melangkahkan kaki ke sebuah ruang kantor dengan suasana yang mencengkram jiwaku,
"gengsi aku memohon padanya, namun aku tidak bisa kehilangan sosok ayah untuk jesline"gumam bella
"selamat siang, ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis
"saya ingin bertemu dengan pak Enjio" ucap Bella
"maaf, apa sebelumnya anda sudah membuat janji dengan beliau?" tanya sang resepsionis baru
"kamu belum tau siapa saya?" tanya Bella
"maaf, Bu saya memang pegawai magang baru di sini" ucap sang resepsionis
__ADS_1
"panggilkan Jacky ke sini" titah Bella
"baik,Bu"ucap sang resepsionis membalikan pungggungnya dan bergegas menuju sebuah ruangan
Tok
Tok
Tok
"permisi, pak Jacky" ucap sang resepsionis
"ada apa?" tanya Jacky
"ada yang mau bertemu dengan pak Jio, tapi tidak membuat janji" ucap sang resepsionis
"jangan izinkan masuklah, kenapa tanya lagi soal masalah SOP begituan ke saya?" tanya Jacky
"maaf, pak Jacky karena nona itu sepertinya mengenal anda sehingga saya di suruh untuk memanggil anda terlebih dulu" ucap resepsionis
setibanya di kolidor depan, Jacky merasa tergagap melihat kedatangan sang nyonya besar yang sedang menunggu di teras bangku berwarna coklat tua
"haduh, kamu ini kenapa nggak langsung suruh nyonya besar itu ke ruang suaminya" ucap Jacky
"hah?! jadi wanita elegan itu adalah istri bos Jio?" tanya sang resepsionis
"iah, buruan kamu hampiri nyonya besar jangan sampai dia menunggu terlalu lama dan izinkan dia masuk" ucap Jacky
"siap, pak Jacky" ucap sang resepsionis
***
"permisi, Bu. maaf anda sudah menunggu lama di sini" ucap sang resepsionis
"mana Jacky?" tanya Bella
__ADS_1
"beliau sudah mengizinkan ibu untuk masuk, biar saya antarkan ke ruangan pak Jio, Bu"" ucap sang resepsionis
"tidak perlu, saya bisa sendiri" bentak Bella
"baik, Bu." ucap sang resepsionis dengan muka yang menunduk pucat
*****
Tok
Tok
Tok
"masuk, Jacky" seru Jio
ckeklek..
"aku bukan Jacky" ucap Bella
"Be- Bella, untuk apa kamu datang ke kantorku?" tanya Jio
"aku ingin berbicara empat mata sama kamu" ucap Bella
"nggak ada hal yang ingin saya bicarakan lagi dengan kamu, cepat keluar dari ruangan saya" titah Jio
"nggak mau, aku ingin bicara denganmu mengenai surat gugatan kamu ini" ucap Bella dengan menyodorkan amplop berwarna putih di atas nakas
"nggak perlu di bicarakan, semua sudah jelas. saya ingin kita berpisah. saya sudah tidak kuat dengan semua kelakuan kamu" ucap Jio
"aku datang ke sini untuk ......"ucap Bella
bersambung .....
...Jangan lupa untuk memberikan Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...