Guru Privat Kena Mental

Guru Privat Kena Mental
46. Mulai terbongkar


__ADS_3

kepingan masa lalu terlitas di benak pria paruh baya berumur 46 tahun mengenai suatu peristiwa buruk yang harus membuatnya membuang anak kandungnya.


Flashback on


kecelakaan lalu lintas terjadi akibat kelalaian sang pengemudi, seorang pria dengan langkah seribu mendorang brankarnya


"tolong selamatkan istri dan anak saya, dok"teriak Farhan


"maaf, pak. Sihlahkan bapak tunggu di sini saja biar saya yang menangani pasien" ucap dokter


***


beberapa jam kemudian


"pak, maafkan saya tidak bisa menyelamatkan anak dalam kandungan ibu Venia" ucap dokter tersebut


"apa?! lalu istri saya bagaimana kondisinya?"tanya Farhan


"kondisi Bu Venia sangat kritis karena benturan keras di kepala dan bagian perutnya. Bu Vania mengalami pendarahan yang cukup hebat di bagian kepalanya" ucap dokter tersebut


"apa saya bisa menemuinya" tanya Farhan


"tentu, bapak bisa menemuinya, namun jangan terlalu lama ya, pak karena pasien harus di pindahkan lagi untuk pemasangan alat ventilatornya" ucap dokter tersebut


"baik, dok" ucap Farhan


****


ckeklek

__ADS_1


Di ambang pintu bernuasa putih dengan topi dan baju berwarna hija, seorang pria muda berkacamata menghampiri seorang wanita cantik yang sedang tertidur dengan alat infus di tangan kirinya


"Venia, ini aku Farhan" ucap farhan sambil menggenggam tangannya


"mas Farhan, a- aku mau menitipkan putra kandungku padamu bernama rayen. Aku mohon sayangi dia seperti anak kandung kita yang telah pergi dan a- aku ingin kamu membuang anak kandungmu karena aku tidak ingin kamu membagi kasih sayang yang berbeda. Kamu harus berjanji padaku ka- karena ini adalah pesan terakhirku sebelum aku meninggalkan dunia ini" ucap venia


"kamu jangan bicara terlalu banyak. Aku yakin kamu akan sembuh" ucap Farhan


"tidak mas, to-tolong kamu berjanji padaku" ucap venia terbata-bata


"baiklah, aku berjanji padamu untuk menyayangi anak kandungmu seperti anak kandungku sendiri dan akan membuang anak kandungku jauh-jauh dari ku" ucap Farhan


"te-terima ka-kasih, mas Fa-farhan" ucap venia dengan menghembuskan nafas terakhirnya


"venia, kamu harus bertahan" panik Farhan lalu memanggil dokter untuk mengecek kondisinya


"baik, suster" ucap Farhan yang menggigit bibirnya untuk menghilangkan rasa paniknya


***


"maaf, pak kami harus menyampaikan berita buruk ini bahwa pasien tidak bisa kami selamatkan" ucap dokter


seketika sekujur tubuh pria tampan itu mulai bergetar karena hatinya belum siap kehilangan istri untuk kedua kalinya.


flashback off


"akh! kenapa si Karyo sulit sekali saya hubungi. sebenarnya apa yang terjadi dengannya. aku harus ke desanya" ucap Farhan


kring!

__ADS_1


"halo, Tuan besar ini saya Rinto si pria bertopeng" ucap Rinto


"ada apa kamu menghubungi saya?" tanya Farhan


"saya dan anak buah saya sudah berhasil menyekap Karyo di sini" ucap Rinto


"apa?!" kaget Farhan


"maaf baru melaporkannya sekarang, Tuan besar" ucap Rinto


"pantas saja aku hubungi ponsel Karyo tidak pernah aktif" ucap Farhan


"ponsel Karyo saya sita, Tuan besar untuk memancing anak Tuan besar agar segera ke sini" ucap Rinto


"Good job Rinto, saya suka sekali sama kerjamu meski saya tidak menyuruh kamu untuk melakukan ide gila ini, tapi saya hargai segala usaha kamu" ucap Farhan


"terima kasih, Tuan besar atas pujiannya" ucap Rinto


"kamu lanjutkan rencana kamu dan bawa anak kandung saya di depan mata saya" ucap Farhan


"baik, Tuan besar. Saya akan pastikan kalau anak kandung Tuan besar akan segera ada di depan mata" ucap Rinto


"saya tunggu kabar baik darimu" ucap Farhan


Tut


...Jangan lupa untuk memberikan Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur...

__ADS_1


__ADS_2