Hahh? Aku Bertransmigrasi

Hahh? Aku Bertransmigrasi
Bab 20


__ADS_3

...Guys mohon supportnya ya, semoga karya ini bisa menghibur kalian....


...****************...


"Selamat pagi juga, nah kebetulan kalian sudah datang jadi saya minta tolong kalian untuk menangkap hewan ternak untuk kita bawa saat liburan” ucap Wirmi.


"Baik nona, tapi apa saja yang ingin di tangkap ya" ucap Adi yang sudah siap menjalankan perintah sang nona.


"Ikut saya, kita akan menangkap bersama sementara danu, yanto dan sadi saya minta kamu untuk atur para pekerja yang sudah datang dan pastikan mereka mendapat tempat dan jika ada yang membawa baju kalian bisa simpan di gudang" ucap Wirmi dan para pekerja mengangguk mengerti .


Wirmi dengan ke lima pekerja yaitu Adi , Badi, Haryo, Darya, Tono pergi menuju kandang ternak untuk menangkap.


"Nona mau berapa ayam yang dipanen?" Tanya Adi yang sudah masuk ke dalam kandang ayam.


"15 ekor ayam, saya pingin yang ukuran besar".


"Siap nona" Ucap Adi dan Badi secara bersamaan, Adi dan Badi lalu mengambil 15 ayam dengan santai tampa memerlukan waktu lama.


"Nona ini sudah kami tangkap, apakah ayamnya perlu saya bu**h dulu?" Tanya Badi yang sudah keluar dari kandang bersama Adi dengan mengangkat keranjang ayam.


"Tidak perlu, saya ingin saat di makan ayamnya selalu fres dan tidak bau dan sekarang kalian juga tangkap bebek 15 ekor, babi 1 ekor dan ikan 20 ekor yang langsung kalian taruh di box yang berisi air di kereta. Saya sudah siapkan semuanya di kereta hewan dan kalian taruh dengan rapi semua hewan itu, saya serahkan kepada kalian" ucap Wirmi yang lalu pergi meninggalkan para pekerja menuju dapur karena sebelum berangkat Wirmi ingin semuanya dalam keadaan perut kenyang.


.


"Ajeng kata nona kita tidak perlu membawa pakaian karena nona sudah siapkan semuanya, jadi baju mu bisa di taruh di gudang sementara" ucap Sadi yang sedang mengatur tempat untuk para pekerja yang baru datang.


"Maaf Sadi, aku kira hanya aku yang akan mendapatkan pakaian tidak dengan suami dan anak ku sehingga aku menyiapkan baju untuk mereka" ucap Ajeng yang tak enak hati karena kemarin Sadi sudah menginformasikan.


"Iya tidak apa, ya sudah sini barang mu, aku akan taruh di gudang dan akan ku beri tanda juga" ucap Sadi yang setelah itu membawa barang Ajeng ke gudang penyimpanan barang.


"Pin baru dateng" tanya Danu sambil berjabat tangan dengan salah satu pekerja yang baru datang dan menulis nama Apin dalam buku yang baru di berikan Liam untuk mendata siapa yang sudah datang


"Iya nih, nona dimana?" Tanya apin yang sedang melihat ke kanan maupun ke kiri tidak melihat nonanya.


"Nona sedang mengurus ternak dan dia menyuruhku mengarahkan para pekerja yang baru datang untuk berkumpul di posko dengan rapi jadi kamu kesana gih, udah rame banyak anak kecil juga" ucap danu dan mengantarkan danu dan keluarga untuk mendapatkan tempat di posko.


(Cuma sekedar informasi kalau posko yang dimaksud itu seperti posko bisanya namun besarnya posko wirmi hampir sama besarnya seperti 2 sekat kebun jadi bisa menampung 130 orang dewasa dan wirmi memiliki 2 posko sehingga para pekerja dan keluarganya pasti cukup untuk bersantai terlebih dahulu)


.


"Ibu apakah makanan sudah siap semua?" Tanya Liam yang menghampiri ibunya di dapur.


"Sudah, tinggal tunggu Wirmi untuk memastikan kapan kita akan berikan kepada mereka" ucap ibu Jiali yng sedari pagi sudah sibuk bersama para pekerja untuk memasak bukan hanya untuk makan sebelum berangkat tetapi wirmi juga meminta membuat makanan untuk dalam perjalanan.

__ADS_1


"Ya sudah aku cari Wirmi terlebih dahulu" ucap Liam yang baru ingin pergi mencari Wirmi tetapi Wirmi sudah ada di belakangnya.


"Istriku, baru saja aku akan mencarimu" ucap Liam sambil merangkul sang istri mendekat kepada ibu Jiali.


"Maaf suamiku, tadi aku mengurus para pekerjan untuk menangkap hewan ternak yang akan kita bawa" ucap Wirmi.


"Ya sudah tidak masalah, sekarang ibu menanyakan kapan kita akan memberikan mereka makanan ini".


"Sebentar lagi, aku ingin memastikan semuanya datang terlebih dahulu sehingga kita bisa makan bersama sama" ucap wirmi yang mendekat kepada tempat makanan berada.


"Hm... roti kukus dalaman ayam sudah cukup untuk makanan dalam perjalanan, dan soto ayam di pagi hari" gumam wirmi yang melihat menu hari ini sangat sudah sesuai dengan keinginan Wirmi juga rasanya.


"Ya sudah bu makananya sudah enak dan tepat, Wirmi mau melihat para pekerja yang sudah datang dulu" ucap Wirmi yang pamit pergi dengan mengajak sang suami.


"Istriku, kamu tidak lelah dan mengantuk kah, dari pagi sudah menyiapkan semuanya" ucap Liam yang mengelap keringat Wirmi.


"Lelah pasti, jadi aku ingin tidur setelah berangkat dan supaya hatiku tenang".


Wirmi dan Liam sampai di dekat posko dan menghampiri Danu, Yanto dan Sadi untuk menanyakan siapa saja yang belum datang.


"Siapa saja yang belom datang Danu?".


"Hanya Herman yang belum datang nona" ucap Danu yang telah menghitung catatan mereka bertiga.


"Ya sudah sekarang dua orang cari Herman ke rumahnya, siapa tau dia ada masalah karena kita tidak bisa terlalu lama disini, perjalanan kita lumayan jauh" ucap Wirmi.


"Istriku, sekarang lebih baik kamu istirahat" ucap Liam karena semuanya sudah beres.


"Iya Liam, aku ingin mandi terlebih dahulu dan bisakah kamu mengatur siapa saja yang akan mengendarai kereta kita" ucap Wirmi dan setelah itu pergi tanpa menunggu jawaban sang suami.


"Aduh kebelet banget" gumam Wirmi yang ternyata sedari tadi perutnya sakit ingin di keluarkan.


.


"Selamat pagi semuanya, bagaimana apakah kalian semangat untuk liburan pertama kita" ucap Liam yang sedang berada di posko besar dan para pekerja semuanya disana.


"SEMANGAT PAGI TUAN!"


"Nah kalau begitu saya ingin meminta semua para pria dewasa untuk keluar dari posko ini dan menuju ke posko sebelah karena saya ingin membicarakan sesuatu" ucap Liam dan mereka satu persatu beepindah ke posko sebelah.


Tak hanya para pekerja yang berpindah tetapi para suami dari wanita yang bekerja juga ikut berpindah.


"Ada apa ini tuan, mengapa kita di pindahkan" tanya salah satu pekerja yang bingung dan takut membuat salah.

__ADS_1


"Bukan masalah yang besar, saya....


"Maaf tuan kami baru ke pasko" ucap Danu, Yanto dan Herman yang baru kembali setelah menjemput Herman.


"Tidak masalah, silahkan kalian duduk dahulu" ucap Liam yang menunggu mereka mencari tempat untuk duduk.


"Baiklah karena semua pria sudah lengkap maka saya langsung bicara pada intinya. Jadi untuk liburan kali ini, kita memerlukan waktu sekitar 8 jam untuk sampai tempat tujuan jadi saya memerlukan kalian untuk bergantian menyetir kereta".


"Baik tuan kami siap, tetapi siapa aja yang akan menyetir?" tanya salah satu suami dari pekerja.


"Saya akan tidak meminta semua orang untuk menyetir jadi biar mudah siapa yang tau jalan menuju pantai buidi?" tanya Liam dan ada sekitar 12 orang yang mengangkat tangan."


"Baiklah jadi kalian silahkan memilih satu orang yang akan menemani kalian menyetir dan saya tugaskan kalian membawa kereta saya sebagai penunjuk jalan" ucap Liam dan mereka semua langsung mencari teman untuk bergantian menyetir.


"Baiklah sepertinya semua sudah dapat dan saya minta 12 orang terlebih dahulu menyetir dan sisanya kalian akan bergantian setelah mereka lelah, jadi kalau kalian sudah lelah bisa bergantian" ucap liam dan setelah pembahasan itu selesai mereka kembali menuju posko.


"Liam apakah kamu sudah selesai?" Tanya Wirmi yang sedari tadi menunggu suaminya selesai.


"Sudah istriku, aman" ucap Liam dengan bangga malah membuat terlihat seperti anak anak yang menggemaskan.


"Baiklah sekarang kita bisa makan bersama terlebih dahulu" ucap Wirmi dan gantian sekarang, Wirmi meminta para wanita untuk membantunya menuju dapur untuk membawa makanan.


"Wah kita akan makan, Didi sangat lapar" ucap salah satu anak seorang pekerja membuat semua anak anak senang setelah mendengar akan makan.


Keadaan di dalam posko yang ramai dengan ucapan bahagia anak anak membuat Wirmi hatinya berdenyut. "Hanya sepiring makanan membuat mereka bahagia walau belum mendapatkanya" ucap Wirmi dalam hati.


.


Wirmi yang melihat para istri sudah membawa makanan di tanganya meminta untuk menyerahkan kepada Adi yang berada di dekat pintu untuk di salurkan kepada yang lain. Saat mereka menyalurkan dari tangan satu ke satunya, anak anak dapat melihat menu hidangan yang sangat mereka gemari, dan para anak anak berteriak kesenangan dan meminta kepada ayahnya masing masing untuk mendapatkan duluan.


Keadaan posko ramai dengan obrolan dan suara anak anak.


"Anak anak jangan berebut ya, kakak masih memiliki banyak jadi kalian sabar dan akan mendapat makanan yang lebih enak" ucap Wirmi membuat seketika para anak anak duduk dengan manis dengan pandangan imutnya.


"Ishh kalian imut imut sekali, apakah ada yang ingin memilih menu makanan untuk malah hari" tanya Wirmi seketika anak anak pada mengajukan pilihan.


"Nona bos, saya ingin bakso seperti kemarin."


"Saya ingin sate, nona bos."


"saya ingin bebek goreng yang nikmat, Nona bos.”


"Saya ingin makanan apa saja nona."

__ADS_1


...****************...


...Terima kasih yang udah baca sampai ini, mohon bantuannya untuk komen dan juga beri tanda suka untuk setiap babnya untuk mensupport saya. saya mohon maaf kalau cerita ini banyak kurangnya....


__ADS_2