
...Guys mohon supportnya ya, semoga karya ini bisa menghibur kalian....
...****************...
"Baiklah kalau kalian sudah selesai memilih, panggil 15 orang lagi untuk memilih baju dan bilang pada mereka bahwa baju masih banyak jadi tidak perlu rebutan, dan ambil lah kain ini untuk mengeringkan tubuh saat sudah selesai mandi" ucap Wirmi yang memberi sebuah kain menyerupai handuk.
"Nona ada apa ya?" tanya 15 perempuan yang baru datang dan mendekat kepada Wirmi.
"Saya sedang membagi baju yang akan di gunakan kita setelah mandi, jadi kalian pilih la baju ini" ucap Wirmi dan mereka tanpa basa basi langsung gas memilih baju.
.
"Hei semuanya, coba sini" ucap salah satu anak yang tertua di antara anak anak yang lain dan jumlah anak anak ini lebih dari 100 orang jumlahnya.
"Iya ada apa Edo?" tanya salah satu anak kepada anak yang tadi berteriak yang ternyata bernama Edo.
"Sini lihat, ada bunga indah di rumput. ayo kita petik dan beri untuk nona dan ibu" ucap Edo yang melihat sebuah bunga yang kecil namun cantik dan berinisiatif untuk memberikan ke ibu tersayang dan Wirmi terbaik.
Cielah terbaik dong
"Ayo, aku juga mau beri buat ayah dan tuan bos".
"Aku juga, aku ingin kasih ke semuanya".
"Aku juga".
Anak anak yang semangat lalu berjongkok memetik bunga dari rumpul liar. dan untungnya mereka hanya berniat memetik bunga itu sehingga resiko mendapat masalah kecil.
Mereka memetik dengan telaten dan tak puas hanya 1 mereka ingin lebih dan banyak sehingga hampir 1 petak tanah yang di tumbuhi bunga dari rumput liar hampir habis.
"Aku sudah".
"Aku juga".
"Sama aku juga, aku mendapatkan banyak sekali".
"Ca cudah ayco cita betikan cepada nouna jan ibu" ucap anak perempuan sekitar 3 tahun dengan bahasa cadelnya
Mereka yang sudah semua memetik bunga dan siap memberikannya kepada Wirmi, ibunya, Liam dan beberapa memberikan kepada ayahnya.
"NONA INI, BUNGA YANG CANTIK SEPERTI NONA BOS" ucap mereka dengan kompak dan menjulurkan tanganya. Wirmi yang berada di tikar sedang duduk duduk menunggu yang lain datang dan suaminya kembali di kejutka dengan suara anak anak yang teriak di belakangnya.
"Ehh... huh... terima kasih anak anak yang manis, uhh imutnya kalian" ucap Wirmi yang menerima satu satu bunga yang di berikan dan Wirmi memberi sebuah kecupan di setiap pipi anak anak itu denga bahagia.
'Duh gempornya bibirku' ucap Wirmi dalam hati yang mencium lebih dari 100 anak.
"Terima kasih ya anak anak manis dan karena kalian sudah baik memberikan kakak bunga jadi kakak akan memberikan kalian makanan yang sangat enak".
__ADS_1
"HOREE YEE" teriak anak anak itu berbarengan dengan gembira mereka sampai melompat lompat saking gembiranya.
"Sudah sudah, sekarang kalian main sebentar lagi setelah itu baru makan, bagaimana?".
"SIAP NONA BOS, kami akan main setelah itu makan" ucap mereka yang setelah itu pergi menjauh dari Wirmi.
"Uhh anak anak yang sangat menggemaskan" ucap Wirmi yang beranjak dari duduknya menuju kereta untuk menaruh bunga pemberian anak anak.
"Nona, tuan sudah kembali" ucap seseorang dari luar kereta.
"Oh baiklah, ayo kita kembali kesana" ucap Wirmi yang baru keluar dari kereta dan bersama pekerjanya kembali ke tempat peristirahatan.
Wirmi yang baru sampai melihat bahwa sang suami dan semuanya sudah lengkap berada di atas tikar dan duduk manis. Wirmi lantas menuju tempat api unggun yang dibuat.
"Endang kita mulai bagikan minum dahulu, setelah itu baru makanannya.
"Baiklah nona" ucap Endang dan para wanita satu persatu menuangkan air dari tong ke sebuah gelas dari bambu.
"Ajeng, kamu bagikan ini" ucap Wirmi memberi sebuah nampan yang berisi gelas bambu. Para wanita tidak hanya sibuk membagi air terapi juga membagikan makanan.
Para anak anak yang melihat ibu mereka datang membawa minuman dan makanan tentu sangat antusias.
Para wanita mulai membagikan makanan dan minuman untuk setiap orangnya. Karena tugas yang berjalan dengan lancar Wirmi mendekat ke arah Liam.
"Liam, rasanya aku ingin cepat cepat mandi" ucap Wirmi yang melihat sungai dengan berbinar binar karena cuaca yang cukup panas.
Wirmi yang mendapatkan perlakuan seperti itu jelas salting.
"Baiklah, karena semua sudah mendapatkan makanan masing masing, sekarang kita bisa mulai makan dan jangan lupa mengucapkan syukur dahulu" ucap Liam dan mereka langsung menyantap makanan setelah selesai mengucapkan syukur.
Walau hanya memakan roti dengan dalaman ayam tetapi mereka memakan dengan lahap dan bahagia.
.
.
"Liam ayo, temani aku mandi" ucap Wirmi yang sudah nyebur ke sungai untuk mandi, tak hanya Wirmi yang mandi tapi para wanita dan anak anak juga ikut mandi.
"Tidak, kalian dulu saja. Aku mandi bersama para pria saja" ucap Liam yang emang mandinya bergilir untuk mencegah hal hal yang tak di inginkan.
Cuaca yang panas dan saat kita mandi rasanya 'ahh mantap'. Karena bukan hanya Wirmi dan para wanita yang ingin mandi sehingga Wirmi meminta semuanya untuk menyudahi acara mandinya dan memberi giliran untuk para pria sedangkan anak anak masing ingin mandi jadi Wirmi biarkan saja.
Para wanita yang sudah selesai mandi berganti pakaian di tempat yang telah dibuat.
"Wahh sangat indah bajunya".
"Kainnya juga sangat lembut, aku sangat menyukainya".
__ADS_1
"Benar, ini pasti mahal sekali".
"Makasih nona, telah memberikan kami dan keluarga baju".
"Iya benar, kami mengucapkan terima kasih nona" ucap para wanita yang setelah memakai pakaiannya merasakan nyaman dan kelembutan dari kain yang tentunya senyuman merekah di bibir mereka.
"Iya sama sama, kalian tidak perlu seperti itu terus" ucap Wirmi yang menjadi malu karena dapat pujian.
.
"Wah ibu, lihat aku sangat cantik".
"Aku juga terlihat tampan ibu".
"Aku sangat menyukai baju ini" ucap anak anak yang gembira setelah selesai memakai baju pemberian Wirmi.
"Kalau kalian sangat menyukai baju ini, ucapkan terima kasih ke nona" ucap salah satu ibu dari anak anak yang juga bahagia lantas membuat semua anak menyerbu Wirmi.
"TERIMA KASIH NONA BOS YANG SANGAT BAIK" teriak anak anak itu dengan semangat membuat wurmi tak tahan dan merentangkan tangannya dan mndapat pelukan dari ratusan anak
Uhh ha... Uhh haa...
Karena mendapat pelukan dari banyak anak anak dan dalam posisi jongkok membuat Wirmi pengap dan tidak bisa bernafas dan lebih parahnya Wirmi tidak bisa berdiri karena posisinya anak anak yang jumlahnya banyak sedang memeluknya.
"EHH ISTRIKU, anak anak bisa kalian lepaskan Wirmi, sepertinya dia sesak nafas" ucap Liam yang panik karena melihat istrinya tidak ada respon.
Mendengar suara yang cukup keras itu anak anak langsung menyingkir dan benar Wirmi hampur terjatuh kalau tidak Liam tangkap. Melihat Wirmi yang seperti itu membuat anak anak dan para orang tuanya ketakuran dan menyesal.
"Tidak apa apa, Adi tolong atur semuanya untuk bersiap melanjutkan perjalanan dan kalian boleh ganti giliran mengendarai kereta" ucap Liam saat merasakan suasana hati mereka campur aduk. Liam membawa Wirmi menuju kedalam kereta dan merebahkannya.
"Eghh... Su-ami-ku?" ucap Wirmi dengan terbata bata dan serak.
"Bagaimana isriku?" tanya Liam yang mengeluarkan kekhawatiranya. Liam beranjak dari dekat Wirmi untuk mengambil air.
"Aku tidak apa apa Liam, sekarang aku ingin tidur jadi tolong biarkan aku".
"Baiklah, kamu tidur saja aku akan membangunkan mu saat sudah sampai ke tujuan kita" ucap Liam sambil mengelus kepala Wirmi dengan penuh sayang.
Wirmi yang sebenarnya tidak ingin tidur melainkan menuju ruang rahasianya.
"Huft hampir mati untuk kedua kalinya, mana gara gara di peluk anak anak doang lagi" gerutu Wirmi kesal.
"Mending aku ke kebun lah, sepertinya sudah waktunya panen" ucap Wirmi yang memang di ruangan ini memiliki kebun yang berukuran kecil, hanya ada 1 pohon untuk setiap jenis dan beberapa meter untuk sayuran yang baru saja di tanam Wirmi.
"Apakah kayak di novel novel kalo buah dari dunia lain itu lebih bergizi?" ucap Wirmi sambil memetik buah apel yang rata rata pohon di sini hanya berukuran kurang dari 2 meter tinggi bahkan pohoh kelapa dan durian yang terkenal tinggi saja hanya 2 meter tingginya.
...****************...
__ADS_1
...Terima kasih yang udah baca sampai ini, mohon bantuannya untuk komen dan juga beri tanda suka untuk setiap babnya untuk mensupport saya. saya mohon maaf kalau cerita ini banyak kurangnya....