Hahh? Aku Bertransmigrasi

Hahh? Aku Bertransmigrasi
Bab 25


__ADS_3

...Guys mohon supportnya ya, semoga karya ini bisa menghibur kalian....


...****************...


"Baiklah kakak akan umumkan sekarang pemenangnya, jadi kelompok yang kakak sebutin silahkan maju dan semua pasti dapat hadiah jadi jangan sedih, kakak mulai dari yang skornya kecil dulu, untuk yang mendapat harapan 1, 2, 3 adalah..... Kelompok....."


Saat Wirmi yang melambatkan ucapannya bukan anak anak yang tegang dan heboh tapi para orang tua mereka sampai banyak yang menghitung ulang jawaban jawaban yang benar dan di menangkan oleh siapa.


"Selamat untuk kelompok..... Edo, Widya dan Dadang telah mendapat harapan, jadi kalian silahkan maju ke depan" ucap Wirmi yang satu persatu mereka maju ke dekatnya.


"Sekarang kakak akan memberikan kalian kado, ini dia ambilah" ucal Wirmi yang memberikan satu persatu kado yang berupa bingkisan.


"Wahh ini apa nona bos?" ucap salah satu dari mereka bingung, maklum masih kecil.


"Ini adalah bingkisan yang berisi hadiah, di dalamnya ada makanan, ada baju, dan alas kaki" ucap Wirmi dan mereka yang mendapatkan bingkisan itu tersenyum senang.


"NONA BOS TERIMA KASIH" ucap mereka yang setelah itu langsung berlari ke orang tua masing masing dan memamerkan hadiah mereka.


"Sekarang ayo adek adek ku yang manis giliran kalian sekarang main" ucap Wirmi memanggil anak anak yang lebih besar.


"Kita bakalan main apa, nona bos?" tanya salah satu dari mereka dengan bingung karena jumlah anak anak yang cukup banyak.


"Kita akan main tebak gaya, jadi kalian hanya perlu menebak itu gaya apa dan memperagakan kepada teman belakangnya, jadi kalian cari teman 10 orang" ucap Wirmi dan mereka langsung mencari kelompok dengan heboh.


"Sepertinya sudah kalian mencari kelompok, sekarang kakak akan beri contoh" ucap Wirmi dengan mencontohkan bersama kelompok yang ada di dekatnya. Wirmi yang sudah memberi tahu cara mainnya lantas anak anak mulai mengerti.


Wirmi memulai dengan berbarengan dan memastikan jarak yang satu dan lainnya berjauhan jadi bisa memastikan tidak ada kecuragan karena dalam games ini tidak boleh ada suara kecuali Wirmi.


Wirmi mulai dengan kata pertama adalah monyet dan kedelapan kelompok itu melakukan gerakan yang sangat berbeda beda, ada yang garuk garuk kepala sama badan, ada yng garuk garuk kepala sama pan**t, bahkan ada yang gerakanya garuk garuk badan seperti lagi gatel (heheh mungkin malu guys).


Permainan ini membuat banyak gelak tawa dari orang tua maupun temannya karena mereka yang meragain sangat lucu dan menggemaskan bayangkan saja Banu yang memperagakan sapi sampai ia bergaya layak sapi yang marah di ganggu, bahkan teman teman yang hanya menirukan gayanya sambil berdiri, tetapi Banu menirunya dengan menunduk dan kedua tangan menyentuh tanah dan berjalan selayaknya sapi.


Permainan yang mungkin cukup mudah tapi susah bagi mereka membuat dari 10 pertanyaan yang bisa ke jawab dengan benar hanya 2 dan itu hanya 1 kelompok yang berhasil menjawab sehingga Wirmi tidak melanjutkannya.


"Baiklah adek adek, karena sudah 10 soal jadi kakak akan bagikan hadiah saja, bagaimana?" tanya Wirmi yang membuat lapangan itu penuh dengan teriakan semanga anak anak.


"MAAAUUUUUU".


Anak anak yang teriak dengan semangat membuat Wirmi langsung membagikan hadiah kepada mereka dan karena jumlah mereka yang bisa dan sangat bisa di bilang banyak membuat Wirmi memerlukan tenaga tambahan. Wirmi, Ajeng dan Endang membagi hadiah kepada anak anak yang sudah berbaris.


Hadiah yang di berikan Wirmi masih sama seperti sebelumnya cuma bedanya ukuran pakaiannya yang lebih besar.


"Endang, Ajeng kalian yang bagi dulu ya. Aku mau memberikan hadiah untuk anak anak yang menang" ucap Wirmi yang dimana hadiah untuk para pemenang adalah bimgkisan dengan tambahan bulu tangkis yang baru baru ini Wirmi bisa buat di ruang ajaib.


"Adek adek sini, kakak mau kasih kalian hadiah juga" ucap Wirmi yang memberikan sebuah hadiah yang lebih besar kepada 10 anak yang menang.


"Wah sangat besar" ucap mereka yang terkaget karena hadiah hadiah yang di berikan tadi, tidak ada yang lebih besar dari hadiah yag mereka dapat.

__ADS_1


"Nona apakah isinya?" tanya salah satu anak yang penasaran.


"Jangan di buka di sini, mending hadiahnya taruh dulu dan kita makan sekarang" ucap Wirmi yang membuat mereka hatinya berbunga bunga saat mendengar kata makan.


Wirmi dan anak anak mendekat kepada para orang tua untuk duduk di dekat api unggun.


"Liam, apakah makanan sudah siap?" tanya Wirmi setelah duduk di dekat Liam.


"Sudah, tadi para pria yang membakar ayam dan bebek sedangkan para wanita yang menyiapkan makanan pokok dan minumnya" jelas Liam dan Wirmi mengangguk mengerti.


"Ehkmmm...ehkmm.... Selamat pagi semuanya, di sore menjelang malam ini, saya ingin kita menikmati hari libur kita dengan merasakan suasana alam. maka dari itu marilah kita bernyanyi sebelum makanan akan di bagikan" ucap Liam yang membuat para pekerja menoleh dengan bingung.


Maklum di zaman ini tidak ada lagu yang di gunakan untuk menikmati liburan , lagu lagu yang ada hanya untuk anak sekolah, para bangsawan dan pemujaan.


"Aku akan menyanyikan lagu yang simpel dan sebelum itu aku akan mengambil sesuatu dahulu" ucap Wirmi yang pergi menuju ke dalam kereta. Wirmi yang rebahan dan tertidur ingin menuju ruang rahasianya.


"He'em... Nanana...Nanana..." gumam Wirmi sambil berjalan ke sebuah meja dari kayu. "nah ini dia gitar dan ukulele ku" ucap Wirmi yang mengambil gitar dan ukulele itu lalu membawanya kembali. Wirmi yang udah kembali lantas berjalan dengan cepat ke lapangan, takut membuat pertanyaan yang tidak Wirmi inginkan.


"Maaf semuanya saya lama" ucap Wirmi yang datang dengan membawa gitar dan Ukulele di kedua tanganya dan duduk di dekat Liam.


"Nona bos itu apa?" celetuk anak perempuan yang berada di dekat Wirmi.


"Ini namanya gitar yang bisanya di gunakan untuk menemani saat bernyanyi, ayo adek manis temani kakak di depan" ucao Wirmi yang mengajak anak perempuan itu ke tengah tengah dan jauh dari api unggun pastinya.


"Adek entar bantuin kakak ya, jadi entar adek bantu nyanyi, cuma sebutin Do.. Re... Mi... Fa..." jelas Wirmi yang mulai mengajari anak itu perlahan lahan sedangkan mereka mereka yang melihat Wirmi dan anak itu bingung. 'apa yang ingin dilakukan nona kali ini' gumam mereka dalam hati sangking bingungnya karena yang mereka hanya tau adalah gitar itu di gunakan saat penyambutan para bangsawan.


"Adek namanya siapa?" tanya Wirmi yang melupakan anak itu.


"Aku Cici nona bos" ucap anak itu dengan semangat.


"Baiklah Cici, mari kita mulai pertunjukannya dan yang lain saya mohon tidak mengganggu ya" ucap Wirmi yang mulai memainkan Ukulelenya.


"jreng... tu, wa, ga


(Do) - do do do do


(Re) - re re re re re re


(Mi) - mi mi mi mi


(Fa) - fa fa fa fa fa fa


(Do) - doakan 'ku bisa nyaNyii \~


(Re) - relakan Cici di sini


(Mi) - misalnya Cici 'kan pulang

__ADS_1


(Fa) - fastikan kau tetap menunggu


(Sol) - soal Cici luar biasa


(La) - lama-lama bisa gila


(Si) - siapa yang tahu pasti


(Do) - doakan Cici di sini


Terima kasih" ucap Wirmi dan Cici berbarengan membuat semulanya yang hening tiba tiba bersorak senang dan memberi tepuk tangan.


"WAHH SUARA NONA BOS BAGUS"


"ini lagunya indah sekali"


"aku juga ingin dinyanyikan"


"Cici suaranya juga merdu"


Orang yang berada di lapangan sangat terpukau dengan penampilan Cici dan Wirmi sehingga pandanga mereka tidak lepas dari Wirmi dan Cici.


"Terima kasih semua atas pujiannya dan sekarang lagu terakhir yang akan saya nyanyikan untuk suami tercinta saya dan bolehkan kamu maju Liam, adek makasih ya udah nemenin kakak" ucap Wirmi setelah anak itu kembali ke tempat duduk semulanya, Cici sangat malu dan salting me 3rdndapat pujian seperti itu.


"Liam di sini aku mau menyanyikan sebuah lagu untuk mu, kamu pahami ucapaku ekhmm... ekhmm..." Wirmi mulai memetik gitarnnya dan seorang suami istri ini saling menatap di tengah gelapnya langit sore dengan keadaan hening sehingga tatapan mereka menyalurkan banyak kata.


"Hmm\~


Kau dan aku tercipta oleh waktu


Hanya untuk saling mencintai


Mungkin kita ditakdirkan bersama


Merajut kasih, menjalin cinta


Berada di pelukanmu, mengajarkanku


Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta


Berdua bersamamu, mengajarkanku


Apa artinya kenyamanan, kesempurnaan cinta"


hening


...****************...

__ADS_1


...Terima kasih yang udah baca sampai ini, mohon bantuannya untuk komen dan juga beri tanda suka untuk setiap babnya untuk mensupport saya. saya mohon maaf kalau cerita ini banyak kurangnya....


__ADS_2