
...Guys mohon supportnya ya, semoga karya ini bisa menghibur kalian....
...****************...
"Ishh kalian imut imut sekali, apakah ada yang ingin memilih menu makanan untuk malah hari" tanya Wrimi seketika anak anak pada mengajukan pilihan.
"Nona bos, saya ingin bakso seperti kemarin."
"Saya ingin sate, nona bos."
"saya ingin bebek goreng yang nikmat, Nona bos.”
"Saya ingin makanan apa saja nona."
"Baiklah, kakak akan mengabulkan keinginan kalian. Kakak akan buat lomba saat sudah sampai di pantai jadi siapa yang menang akan mendapatkan sebuah voucer makan gratis" ucap Wrimi yang berniat saat di pantai membuat sebuah games sehingga bukan hanya refresing tapi juga ingin membangunkan semangat anak anak.
"APA ITU VOUCER NONA BOS" tanya mereka dengan penasaran.
"Voucer makanan adalah sebuah kertas yang bisa kalian tukar dengan makanan, jadi jika kalian ingin mendapatkannya tunggu kita sampai ya?".
"BAIKLAH NONA BOS" ucap anak anak dengan memberi hormat. "baiklah sekarang kalian duduk dengan manis dan makananlah makanan kalian" ucap Wrimi yang semuanya sudah mendapatkan makanannya masing masing.
Setelah memastikan semua makan dengan tenang dan bahagia Wrimi lantas pergi menuju ruang makan menyusul suami dan ibu mertuanya.
"Maaf lama Liam, ibu" ucap wiemi yang baru datang dan duduk di samping Liam.
"Tidak apa apa istriku, bagaimana mereka?" tanya Liam setelah membantu istrinya duduk.
"Semuanya aman, mereka sangat bahagia saat makan terutama anak anak yang sangat gembira saat mendengar makanan" ucap Wrimi membuat suasana di ruangan itu penuh haru dan kasihan.
"Huh sepertinya mereka akan sangat bahagia jika liburan seperti ini lebih lama" ucap ibu Jiali.
"Benar bu, mereka pasti bosan hanya di rumah dan bermain" ucap Wrimi sambil memberi makanan ke piring ibu dan suaminya.
"Semoga kita hidup lebih baik dan bisa menolong sesama seperti ini terus" ucap ibu jilai dan mereka semua lanjut makan dengan tenang dan penuh hikmat.
Wrimi dan keluarga yang tidak ingin membuang buang waktu makan dengan cepat.
"Ah aku kenyang sekali istriku" ucap Liam yang perutnya sudah penuh.
"Ya sudah berdiri biar makananya turun dan kita segera ke halaman belakang" ucap Wrimi yang sedang membereskan meja makan agar saat di tinggal tetap bersih.
__ADS_1
"Benar kata istrimu, kamu keluar saja atur para pekerja agar siap siap juga untuk berangkat. Ibu dan Wrimi akan mengurus rumah dahulu" ucap ibu Jiali yang membantu Wrimi membawa piring sisa ke halaman belakang.
Liam yang sudah bertenaga pergi keluar menuju posko, sedangkan Wrimi masih mencuci piring dan ibu Jiali mengelap meja.
"Ibu apakah sudah?" tanya Wrimi yang baru selesai mencuci.
"Sudah, ini ibu lagi mengunci semua ruangan" ucap ibu Jiali yang dimana sebelum berangkat Wrimi meminta ke Adi untuk membelikan pengaman untuk rumah.
"Ya sudah bu, Wrimi kunci pintu depan dulu" ucap Wrimi yang menuju pintu depan dan mengunci dari dalam. Setelah selesai mengunci Wrimi kembali ke meja makan da menemukan ibu Jiali yang sudah santai.
"Apakah sudah bu?" tanya Wrimi yang di balas anggukan.
"Ya sudah ayo kita ke kereta duluan, aku ingin istirahat" ucap Wrimi yang menggandeng ibu mertuanya menuju kereta. Saat menuju halaman belakang Wrimi melihat kereta sudah di keluarkan dan para pekerja yang mendapat jatah membawa kereta sudah duduk dengan tenang.
"Ibu aku tidur duluan ya, rasanya lelah sekali."
"Ya sudah kamu tidurlah, ibu masih ingin melanjutkan rajutan ibu" ucap ibu Jiali yang memang belakangan ini lagi gemar merajut dari sisa benang maupun kain Wrimi.
Wrimi yang sudah lumayan lelah langsung mencari posisi nyama di kasur yang ada dalam keretanya, walau Wirmi tidur namun raganya pergi menuju ruang rahasia.
"Akhirnya bisa kesini lagi dengan tenang" ucap Wirmi yang memilih tiduran di kasur yang selembut kapas. "hm... Lebih baik aku berendam untuk memulihkan energi ku" ucap Wirmi yang bergegas menuju kolam yang memiliki kedalaman kurang dari 1 meter.
"Ah segarnya, rasanya tubuhku seringan kertas sekarang, apakah aku sudah naik tahap sehingga rasanya sangat berbeda, benarkah Fafa?"
"Terus mengapa aku merasakan perbedaan saat berendam disini, aku merasa energi ku lebih banyak?" tanya Wirmi dengan bingung.
'Itu karena nona sangat lelah dan daya tubuh nona sangat rendah sehingga saat nona berendam nona dapat merasakan perbedaan secara signifikan'.
"Oh begitu, terus bagaimana aku bisa naik tahap?" tanya Wirmi yang biasanya akan di beri sedikit hanya sedikit infomasi oleh Fafa.
'Untuk kali ini, jika nona ingin naik tahap cukup dengan meningkatkan rasa sosial dengan sekita'.
"Maksudnya?, apakah seperti menolong, amal atau apa?" taya Wirmi bingung karena sosial itu mencakup sangat luas.
'Nona hanya perlu terus menjalankan keinginan nona, dan bantulah mereka. Itu saja yang bisa saya beritahu nona'.
"Huh baiklah, terima kasih dan akan ku pikirkan lagi" ucap Wirmi dan menyampingkan pikiran itu dulu untuk menikmati ketenangan kali ini.
Wirmi yang berendam dengan nyaman dan tenang, melihat suasana taman dengan bunga bunga yang indah membuat pikiran dan hati Wirmi rasanya nyaman dan adem.
.
__ADS_1
Disisi lain Liam yang sedang mengatur orang yang begitu banyak cukup menguras energi dan tenaga apalagi banyak anak anak yang niat hati ingin bisik bisik namun seperti teriak di telinga Liam.
"Baiklah, saya ingin yang memiliki anak 3 silahkan masuk dahulu mencari tempat" ucap Liam yang dimana sudah membagi keluarga dengan mengitung jumlah anak sehingga dalam kereta jumlah anak stabil.
pekerja Wirmi ada yang memiliki 3 anak sekitar 8 keluarga, 2 anak sekitar 40 keluarga dan 6 keluarga yang hanya memiliki anak satu jadi Liam bagi satu kereta berisi 2 keluarga anak 3, 10 keluarga anak 2 dan 1-2 keluarga anak 1.
"Sekarang sisanya silahkan masuk, dan saya mohon jangan ada yang melakukan hal aneh" ucap Liam yang memperingati karena yidak ingin acara liburan menjadi petakam
"Untuk kalian saya ingin setiap kereta ada 4 pria untuk menjaga dan bergantian sisanya kalian bisa diam di kereta ke 3, dono tolong atur saya ingin mengecek yang lain" ucap Liam yang pergi mengecek seyiap kereta.
Jadi keretanya bakalan berangkay dengan berbaris seperti kereta saat ini, jadi susuannya gini.
Kereta Wirmi
kereta pekerja
Kereta penyimpanan + hewan
Kereta pekerja
Kereta pekerja
Kereta pekerja
"Baiklah semua sudah beres, sekarang kita bersiap untuk berangkat" ucap Liam yang setelah itu berjalan menuju kedalam keretanya.
Setelah Liam masuk kereta ia melihat ibu dan istrinya yang tengah menikmati waktunya masing maisng.
"ibu" ucap Liam yang ikut duduk di dekat ibunya.
"Bagaimana?, apakah semua sudah beres?" tanya ibu Jiali ketika anaknya sudah rebahan disampingnya.
"Sudah bu, sekarang kita tinggal menikmati waktu" ucap Liam yang mulai merebahkan diri dan tertidur tapi sebelum Liam tertidur ia sudah meminta ibunya untuk membangunkannya saat matahari berada di atas kepala.
Kereta Wirmi yang sudah di modif dari lama membuat keluarga mereka nyaman untuk tertidur, juga dengan keberadaan para pekrja yang terpisah membuat Wirmi lebih baik
"Liam ayo bangun.....
__ADS_1
...****************...
...Terima kasih yang udah baca sampai ini, mohon bantuannya untuk komen dan juga beri tanda suka untuk setiap babnya untuk mensupport saya. saya mohon maaf kalau cerita ini banyak kurangnya....