Hahh? Aku Bertransmigrasi

Hahh? Aku Bertransmigrasi
Bab 26


__ADS_3

...Guys mohon supportnya ya, semoga karya ini bisa menghibur kalian....


...****************...


Setelah Wirmi selesai menyanyikan lagu untuk Liam, ‘hening’ semua hanya terdiam hingga membuat suasana lapangan sunyi dan suara gelombang air saja yang ada.


Mendengar suara Wirmi yang indah dan merdu membuat mereka terbawa suasana.


"Terima kasih semuanya, sekarang kita lanjut dengan makan karena anak anak sepertinya sudah lapar dan ingin istirahat" ucap Wirmi yang memecahkan suasana.


Mendengar ucapan Wirmi membuat semua yang mematung akhirnya tersadar.


"Baikalah nona kami akan bagikan makanan" ucap Ajeng yang mengajak para wanita untuk membawa makanan.


"Istriku, suaraku sangat indah sekali" ucap Liam yang sangat terkejut karena sang istri bisa menyanyi dan memainkan gitar bahkan Liam kaget istrinya memiliki barang itu.


"Makasih Liam, ayo kita duduk kembali ke sana" ucap Wirmi mengajak Liam untuk kembali duduk .


‘Huft gak tau aja dia suaru kayak mana sebelumnya' gumam Wirmi yang sebelumnya kurang bisa menyanyi namun bisa memainkan alat musik.


"Ajeng, nona sangat hebat ya" ucap Endang saat mereka jalan bersama menuju kereta.


"Iya, hatinya juga sangat mulia" ucap Ajeng yang merasakan pengaruh kebaikan Wirmi dalam hidupnya.


"Benar, nona pandai berternak dan berkebun, pandai memasak, bisa memainkan alat musik, bisa bernyanyi, pandai merajut dan menjahit" ucap Endang yang mengabsen satu satu kemampuan Wirmi.


"Rasanya aku iri dengan nona tapi aku juga tak akan mampu menjadi seperti nona" ucap Ajeng yang di setujui oleh Endang.


"Sudahlah, ayo kita bawa ini" ucap Endang yang sudah ada 4 piring makanan yang berada di tangannya diikuti oleh Ajeng yang juga membawa 4 piring .


Para perempuan yang membawa piring berisi nasi, kentang dengan ayam dan bebek bakar yang sudah di potong kecil kecil.


Mereka segera membawa ke lapangan dan dengan jumlah orang yang banyak sehingga mereka tidak perlu bulak balik untuk membawa makanannya.


Saat makanan datang Wirmi mulai mengatur mereka untuk menyalurkan piring agar para perempuan lebih mudah dan tidak perlu repot repot membagikannya satu satu.


"Baiklah karena semua sudah mendapat makanan jadi kita bisa mulai makan dan selamat makan semuanya" ucap Wirmi dan mereka mulai makan dengan lahap.


.


.


"Huft sepertinya kita harus melakukan sesuatu".


"Benar tuan, menurut hamba saran dari mereka ada benarnya" ucap orang tersebut dengan senyum jahatnya.


"Tidak cara itu terlalu beresiko, aku ingin kita menggunakan cara halus" ucap orang yang tengah duduk di kursi tahtanya.


"Baikalah tuan, apa yang harus hamba lakukan" ucap orang itu dengan sopan.


"Kamu hanya perlu melakukan ini...".


.


.

__ADS_1


"Liam yang benar siapa aja?" Tanya Wirmi yang saat ini para orang tua tengah bermain games pasangan dan para anak anak sudah tidur di kamar penginapan yang nyaman.


"Mereka berdua saja yang benar" ucap Liam dengan menunjuk 2 pasangan dekatnya


''baiklah yang lain silahkan kembali ke tempat duduk semula”. Ucap Wirmi.


Mereka bermain seberapa kompak mereka, gamenya simpel hanya perlu menebak satu kata dengan sama dan benar juga akan di beri kata kuncinya oleh Wirmi.


"Sekarang kita mulai lagi, jadi jika di antara kalian bertiga gagal maka diulang lagi sampai dapat. kata kuncinya 'anak', satu.... dua..... tiga".


"Gio - Gio"


"Lucu - perempuan"


“Dua - laki laki"


"Nahh akhirnya ada yang bisa memenangkan game ini dan yang salah bisa kembali ke tempat duduk dulu" ucap Wirmi dan dua pasangan yang menebak salah alhrinya kembali ke tempat duduk semula.


"Selamat untuk Endang dan Mamat, karena kalian bisa memenangkan game ini. Untuk yang belom bisa memenangkan game ini tidak perlu berkecil hati, kalian bisa maju untuk mendapat hadiah kalian. silahkan maju satu satu” ucap Wirmi dan satu persatu para pasangan maju secara teratur.


"Kalian bisa ambil hadiah dan langsung kembali ke tempat" ucap Wirmi dan mulai memberi sebuah kotak kepada adi yang pertama kali maju kedepan .


"Terima kasih nona" ucap adi dan istri lalu mereka menuju ke tempat ia duduk tadi.


Tidak hanya Wirmi yang memberi sebuah hadiah tapi juga di bantu Liam dan ibu jiali sehingga pembagian hadiah tidak terlalu lama.


"Istriku, apakah isi di dalamnya" ucap salah satu suami yang penasaran dengan isi kotak kecil yang berada di tangan istrinya.


"Aku tidak tahu".


"Aku juga penasaran dan ingin membukanya tapi nona bisanya tidak suka pemberiannya di buka di depan umum dan secara langsung" jelas istrinya membuat orang yang ada di sekitar tiba tiba tidak jadi membuka hadiah itu.


"Huft untung belom ke buka" gumam mereka sambio mengelus dada.


"Baiklah untuk semuanya, sekarang saya ingin memberi hadiah untuk endnag dan suaminya, Liam bisakah kamu bawa hadiah itu" ucap Wirmi yang meminta Liam mengambilkan hadiah yng berada di kereta.


"Hadianya apa?".


"Sepertinya hadianya sangat istimewa".


"Aku yakin pasti hadihanya sangat berguna".


‘Wow’ mereka yang bertanya tanya di buat kaget dengan datangnya Liam dengan sebuah kotang yang lumayan besar.


"Istriku ini kotaknya" ucap Liam yang menyerahkan kotak tersebut oe tangan Wirmi.


"Baiklah Endang dan Mamat ini hadiah untuk kalian" ucap Wirmi memberikan kotak besar dan kecil.


"Terima kasih banyak nona" ucap Endang dengan semangat dan menerima kotak kecil dengan gembira.


"Sama sama, dan hadiah kalian bisa buka saat di penginapan saja. Sekarang kita balik sama sama ke penginaan dan besok pagi kita berkumpul di sini." Ucap Wirmi dan mereka mengangguk setuju.


Pada akhrinya mereka kembali ke penginapan di hari yang mulai larut dan mereka kembali ke penginapan dengan berjalan kaki.


.

__ADS_1


"Liam kenapa kamu sangat tampan" ucap Wirmi yang saat ini pasangan suami istri ini sedang asik bermersaan.


"Karena istriku, kamu yang membuat aku menjadi seperti ini sekarang" ucap Liam penuh makn.


"Tidak, bukan aku yang membuat kamu seperti ini tapi kita" ucap Wirmi.


Cup


Mereka yang sudah lama tidak memeliki kesempatan berdua lantas melakukan ritual buat anak.


Akhh.....li...am eghh....


.


.


*Kukuruyuk Kukuruyuk *


"Enghh......" Wirmi yang mendengar bunyi ayam membuat tidurnya terganggu.


"Li-am sepertinya ini sudah pagi" gumam Wirmi yang masih terpejam namun mendorong lengan Liam.


"Eghh... apakah sudah pagi istriku?" Tanya Liam yang mulai terbangun.


"Iya.... kamu bangun dahulu entar aku menyusul saat ini aku sangat mengantuk" ucap Wirmi yang langsung lanjut tidur.


"Hoamm... lebih baik aku minum dahulu" gumam Liam yang pergi ke luar penginapan menuju kereta untuk mengambil air.


.


"Huh, lagi enak enak buat wine di ganggu aja" gumam Wirmi kesal karena saat ini ia sedang berada di ruang rahasia untuk membuat sebuah wine dari hasil anggur kebun di ruangan ini.


"Lumayan kalo di kual pasti malah, huh cepet kaya aku.... Wirmi inget jangan sampe buat orang iri" gumam Wirmi yang selalu terbayang dengan kejadian masa lalunya.


"Nah udah, sekarang tinggal diamkan, hm... buat keju kayaknya bagus iuga tapi aku harus mencari resepnya dulu" ucap Wirmi.


Wirmi memang mendapatkan buku dari fafa tentang cara membuat alat dan resep makanan sehingga memudahkan Wirmi dalam membuat sesuatu.


"Nah ini dia resepnya, tapi ini sangat membutuhkan susu tang banyak. hm akan ku buat saat sudah kembali saja lah" ucap Wirmi yang setelah itu keluar dari ruangan rahasia untuk menyusul Liam.


"Eenghh jawa disini cukup panas juga ya... ngapain Liam?" Ucap Wirmi bingung saat sudah keluar dari penginapan dan menuju pantai ia melihat Liam sedang berbicara olej seorang perempuan karena tidak ingin berburuk sangka Wirmi langsung mendekat ke arah Liam.


"Suamiku, kamu sedang apa disini?" Ucap Wirmi yang sudah berada di samping Liam dan merangkul tangan Liam.


"Eh istriku, kamu kapan bangun?" Ucap Liam yang kaget membuat Wirmi berusaha positif thinking malah di buat negative thinking.


"Baru tadi, dan ngapain kamu disini, mana yang lain?" Tanya Wirmi yang sudah mulai badmood.


"Para pekerja sedang menunggu di dekat kereta dan aku tadi tidak sengaja bertemu dengan saudara jauhku, oh iya Dewi kenalkan ini istriku, istriku ini Dewi" ucap Liam yang memperkenalkan mereka.


"Salam kenal"


...****************...


...Terima kasih yang udah baca sampai ini, mohon bantuannya untuk komen dan juga beri tanda suka untuk setiap babnya untuk mensupport saya. saya mohon maaf kalau cerita ini banyak kurangnya....

__ADS_1


__ADS_2