
...Guys mohon supportnya ya, semoga karya ini bisa menghibur kalian....
...****************...
Kereta Wirmi yang sudah di modif dari lama membuat keluarga mereka nyaman untuk tertidur, juga dengan keberadaan para pekerja yang terpisah membuat Wirmi lebih memiliki ruang privasi.
"Liam ayo bangun, matahari sudah di atas kepala" ucap ibu jiali membangunkan liam sambil menepuk pipinya.
Liam yang merasakan tepukan di pipinya mulai terbangun dan sadar.
"Ehhg.... Ibu apakah matahari sudah di atas kepala?" tanya liam yang mulai bangun dan duduk di samping ibunya.
"Sudah, maka dari itu ibu membangunkan mu".
"Baiklah ibu, aku akan membagunkan wirmi terlebih dahulu" ucap liam yang beranjak menuju tempat wirmi tidur
"Istriku bangun, matahari sudah di atas kepala" ucap liam dengan mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Engh... terima kasih liam, hoamm... Bisakah kamu bilang ke adi dan danu untuk berhenti, kita akan istirahat dan makan siang dahulu" ucap wirmi yang lagi meregangkan badannya.
"Baiklah istirku, aku ke kusir dahulu" ucap liam yang pergi melewati pintu yang sudah di siapkan dan langsung menuju ke adi dan danu yang sedang mengendarai kereta.
"Adi, danu bisakah kita menepi. Istriku ingin kita makan siang untuk mengisi tenaga dan apakah disini ada sebuah sungai atau danau?" tanya liam yang merasakan hawa sangat panas sehingga cocok untuk semuanya mandi.
"Baiklah tuan, sebentar lagi ada sebuah sungai besar dan kita bisa menepi disana" ucap adi yang memang mengetahui tentang banyak jalan, maklum dulunya dia adalah seorang pakusir barang pasar.
"Baiklah, saya kembali ke dalam dulu" ucap liam yang kembali ke tempat ibu dan wirmi berada. Liam yang kembali melihat kalau wirmi dan ibunya sedang asik mengobrol sehingga liam tak ingin mengganggu dan memilih rebahan di tempat wirmi tidur tadi.
.
"Ibu Rere sangat SENANG SEKALI" ucap seorang anak dari pekerja yang berada di kereta terakhir.
"Iya ibu, aku juga sangat senang".
"Aku juga, aku bahagia sekali karena bisa naik sebuah kereta yang besar dan indah".
"Aku juga, aku bahagia karena bisa merasakan suasana liburan".
"Kalau aku bahagia karena bisa merasakan makanan enak".
Anak anak yang sangat bahagia dan senang, tak ingin kalah menyampaikan isi hatinya kepada orang tua. Anak anak yang berada di tingkat dua kereta, heboh dan bermain tanpa kenal lelah.
"Kalau kalian bahagia dan gembira jangan lupa doakan nona wirmi dan keluarga agar selalu sehat dan di lancarkan rezekinya sehingga bisa mengajak kita lagi liburan" ucap endang yang kebetulan ada disana. endang yang terharu mendengar anaknya dan yang lain sangat gembira.
"YA TUHAN SAYA MOHON SEMOGA NONA BOS DAN TUAN BOS DAN IBU TUAN BOS SELALU DI BERI KESEHATAN DI LANCARKAN PEKERJAANNYA DAN BISA AJAK KITA LIBURAN LAGI YA"
Anak anak yang sangat bahagia itu mendoakan wirmi berbarengan dengan ciri khas mereka berdoa.
__ADS_1
Melihat anak anaknya membuat para ibu ibu yang melihat mereka terharu dan mengucapkan syukur. Doa doa yang di tujukan untuk wirmi dan keluarga membuat seseorang merasakan aneh.
'Kenapa alisku kedut kedut' gumam wirmi.
.
.
"Istriku, sepertinya kereta sudah berhenti" ucap liam yang merasakan keretanya tak ada pergerakan.
"Ya sudah, ayo kita turun. Ibu sini aku bantu" ucap wirmi yang menggandeng tangan ibu mertuanya untuk turun dari kereta yang lumayan tinggi.
"Ahh segarnya, liam bisakah kamu mengeluarkan sebuah peti dan box yang berisi angka 1 juga dengan sebuah tikar yang berada di penyimpanan" ucap wirmi yang sudah menyiapkan semuanya.
"Baiklah aku akan mengambilkannya" ucap liam yang sekarang sudah mengerti tentang huruf maupun angka meski hanya sedikit. liam yang menuju kereta penyimpanan memanggil para pria untuk membantunya
"Kalian tolong ambil tikar ini dan bentangkan di tanah kosong itu dan kalian tolong bantu aku angkat peti ini" ucap liam yang menujuk barang barang apa saja yang harus diturunkan.
"Sisanya saya minta tolong cari sebuah kayu karena wirmi membutuhkan untuk memanaskan makanan dan sebuah sumber air" ucap liam kepada 20 orang yang tersisa.
"Gunakan ini" ucap liam menyerahkan tong dan sebuah keranjang untuk menaruh air dan kayu.
"Istriku, tempat untuk kita sudah siap tinggal memanaskan makanan" ucap liam yag menghampiri istrinya di dekat kereta.
"Baiklah dan bisakah kamu panggil Adi, kita perlu meminta izin kepada warga setempat untuk beristirahat disini" ucap wirmi yang tidak ingin dan menghindari masalah saat di hari bahagia mereka.
"Untuk apa, kita kan hanya istirahat sebentar dan tidak mengganggu?".
"Ya sudah, tunggu sebentar aku akan memanggilkan adi" ucap liam yang pergi menuju pekerja yang sedang menaruh barang.
"Adi ikut saya sebentar" ucap liam dan mereka kembali menuju wirmi yang sudah menunggu.
"Ada apa ya nona, tuan?" tanya adi yang bingung.
"Apakah kamu tau rumah kepala desa sini?, aku ingin meminta izin dahulu sebelum terjadi masalah" jelas wirmi yang membuat adi langsung mengantarkan menuju rumah kepala desa.
"Rumah kepala desa yag tidak terlalu jauh sehingga tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.
tok tok tok
"Permisi" ucap liam yang mengetok pintu dan wirmi hanya mengekor di belakang liam.
"iya, sebentar" ucap seseorang didalam.
Cklek
"Iya, ada apa ya?" tanya seseorang wanita yang cukup umur.
__ADS_1
"Permisi ibu, saya liam dari desa sebelah, kedatangan saya kemari bersama istri dan pekerja saya ingin menemui pak kades" ucap liam yang sudah lancar berbicara langsung dengan orang orang yang dimana sebelumnya liam agak kesusahan untuk berbicara dan memilih kata.
"Oh tunggu sebentar ya dek, saya panggilkan dulu bapaknya, kalian bisa duduk di sini" ucap ibu itu mempersilahkan wirmi, liam dan adi untuk duduk setelah itu. ia kembali masuk ke rumahnya. Wirmi, liam dan adi tak perlu menunggu lama kedatangan pak kades karena baru di tinggal sudah datang lagi.
"Selamat siang anak anak" ucap pak kades itu sambil menjabat tangan liam, wirmi dan adi lalu duduk di kursi kosong.
"Ada apa gerangan kalian berkunjung ke rumah saya ya, dan boleh saya kenal?".
"Kedatangan saya kesini bermaksud untuk meminta izin sama bapak dan perkenalkan saya liam suami dari wirmi istri saya ini, dan ini adi pekerja saya" jelas liam membuat pak kades mengangguk ngerti.
"Baiklah, saya seto dan kalian ingin meminta izin apa?" tanya pak kades itu lalu liam mulai menjelaskan maksud dan tujuanya.
Liam yang mengobrol dengan kepala desa itu dengan intens tetapi santai membuat dua orang yang berada disana seperti nyamuk sehingga wirmi pamit izin duluan untuk kembali karena harus menyiapkan yang lain.
"Permisi maaf memotong pembicaraan, saya pamit pergi dulu untuk membantu yang lain dan sekali lagi terima kasih izinnya pak" ucap wirmi dan setelah itu pamit kembali sendiri dan liam lanjut mengobrol yang sudah melenceng dari topik.
"Huh yang penting udah ada izin dan sekarang tinggal siapin makanan" ucap wirmi sambil berjalan menuju tempat peristirahatan mereka di sebuah tanah kosong dekat sungai.
"Bagaimana semua, apakah kalian senang" ucap wirmi pada anak anak yang tengah bermian bersama.
"SENANG SEKALI NONA BOS" teriak anak anak itu dengan penuh semangat.
"Bagus, kalau gitu hati hati mainnya" ucap wirmi dan mendekat menuju para wanita yang sedang berada di dekat api unggun.
"Kalian sedang membakar apa?" tanya wirmi saat sudah berada didekat para wanita.
"Eh nona, maaf. Kami sedang memasak air dan memanaskan makanan" ucap Diah yang kaget karena wirmi yang datang tiba tiba.
"Hm... Baiklah, bisakah beberapa orang ikut saya" ucap wirmi dan sekitar 15 wanita berdiri untuk mengikuti wirmi pergi.
"Ada apa ya nona mengajak kami?" tanya salah satu wanita itu bingung.
"Saya mengajak kalian kesini untuk mengambil pakaian yang sekiranya muat untuk keluarga kalian, cukup ambil 1 pasang untuk ganti saat selesai mandi" ucap wirmi membuat para wanita itu sangat gembira dan semangat karena akan mendapat baju baru.
"Silahkan pilih satu satu, dan jangan rebutan karena semua sama aja" ucap wirmi.
Para wanita itu semangat dan hebob saat memilih baju. Wirmi yang melihat mereka begitu semangat memilih baju hanya bisa tersenyum simpul dan merasakan hatinya berdenyut nyeri.
'Mereka terlihat sangat bahagia mendapatkan baju yang tidak seberapa, betapa bahagianya mereka jika sudah sampai di sebuah pantai yang indah' ucap wirmi dalam hati sambil menunggu mereka memilih
"Nona saya sudah selesai."
"Saya juga nona."
"Baiklah kalau kalian sudah setelesai memilih, panggil 15 orang lagi untuk memilih baju dan bilang pada mereka bahwa baju masih banyak jadi tidak perlu rebutan, dan ambil lah kain ini untuk mengeringkan tubuh saat sudah selesai mandi" ucap wirmi yang memberi sebuah kain menyerupai handuk.
"Nona ada apa....
__ADS_1
...****************...
...Terima kasih yang udah baca sampai ini, mohon bantuannya untuk komen dan juga beri tanda suka untuk setiap babnya untuk mensupport saya. saya mohon maaf kalau cerita ini banyak kurangnya....