Hahh? Aku Bertransmigrasi

Hahh? Aku Bertransmigrasi
Bab 24


__ADS_3

...Guys mohon supportnya ya, semoga karya ini bisa menghibur kalian....


...****************...


"Mending aku ke kebun lah, sepertinya sudah waktunya panen" ucap Wirmi yang memang di ruangan ini memiliki kebun yang berukuran kecil, hanya ada 1 pohon untuk setiap jenis dan beberapa meter untuk sayuran yang baru saja di tanam Wirmi.


"Apakah kayak di novel novel kalo buah dari dunia lain itu lebih bergizi?" ucap Wirmi sambil memetik buah apel yang rata rata pohon di sini hanya berukuran kurang dari 2 meter tinggi bahkan pohon kelapa dan durian yang terkenal tinggi saja hanya 2 meter tingginya.


Wirmi yang penasaran langsung memakan buah jeruk dimana manfaatnya bagus untuk kulit. "ehm.... Enaknya, rasanya manis sekali" ucap Wirmi setelah memakan jeruk itu.


"... Gak ada perubahan sama sekali, apa itu hanya karangan cerita ya?" ucap Wirmi bingung dan ia tidak memikirkan hal itu lagi.


"Lebih baik aku mandi aja" ucap Wirmi yang berjalan ke kolam. Wirmi yang menanggalkan pakaian dengan santai karena tidak ada orang lain disini jadi dia langsung mandi tanpa sehelai pakaian pakaian.


"Eh... Kulit ku?, kenapa menjadi lebih bersih dan cerah" ucap Wirmi bingung dan tiba tiba pikirannya tertuju kepada jeruk tadi.


"Fafa apakah karena jeruk itu kulit ku jadi berubah?" tanya Wirmi meminta kepastian.


'Selamat siang nona, benar nona buah jeruk itu yang membuat kulit nona lebih bersih dan bersinar'


"Berarti buah buahan maupun sayuran yang ada di sini bisa memberi nutrisi dan maanfaatnya secara cepat?".


'Benar nona, namun karena tahapan nona masih rendah jadi hanya bisa memberi manfaat satu saja'


"Ohh... berarti kayak wortel hanya bisa menyehatkan mata tidak dengan kulit, kentang bisa mengenyangkan, gitu kan?"


'Benar nona'


"Baiklah terima kasih Fafa" ucap Wirmi yang sudah mulai mengerti.


.


"Istriku... istriku..."


"Eghh... apakah sudah sampai?" tanya Wirmi yang bangun bertepatan dirinya ingin kembali.


"Benar, sesuai permintaan mu aku sudah menyewa sebuah penginapan tadi" ucap Liam yang sebelumnya Wirmi sudah memberi tahu jika ingin menyewa sebuah penginapan untuk tidur.


"Hoam...berapa kamu sewa, suamiku?" tanya Wirmi yang sudah bangun dan meregangkan tubuhnya yang pegal.


"Aku menyewa kamar untuk para pekerja 54 dengan harga 35 keping perunggu permalam, kamar untuk ibu 25 keping perunggu permalam dan kamar untuk kita 30 keping perunggu permalam".


(Uang Wirmi tersisa 248 keping perak dan 410 keping perunggu)


"Baiklah yang penting kita ada tempat untuk tidur, sekarang ayo kita keluar" ucap Wirmi yang mengajak Liam untuk keluar sedangkan ibu Jiali sudah dari tadi berada di luar bersama para pekerja.


"Istriku, tapi kita menginap di tempat yang berbeda beda karena penginapan di sini rata rata hanya memiliki 20 kamar tetapi aku sudah mencarikan penginapan yang jaraknya tidak jauh dari tempat kita" jelas Liam ini yang baru membuat Wirmi berfikir.

__ADS_1


'Oh iya ya, ini kan bukan hotel yang bisa ada ratusan kamar dan gedung yang tinggi' ucap Wirmi dalam hati.


"Tidak masalah yang penting Adi, Darya, Endang, dan Ajeng tinggal di satu penginapan sama kita" ucap Wirmi yang ingin para pegawai inti atau orang kepercayaannya dekat sehingga memudahkan kegiatannya saat liburan ini.


"Ini, kamu bisa bagi. kita baru saja menurunkan barang belom untuk membagi tempat tinggal" ucap Liam membuat Wirmi tersenyum senang yang langsung mengambil kuncinya. Wirmi herjalan dengan girang ke arah para pekerjanya.


"Baiklah, aku akan bagi" ucap Wirmi dan memberi satu persatu kunci penginapan dan saking gembira dan penasaran mereka menuju penginapannya tanpa terasa lelah walau membawa barang.


.


"Liam setelah ini, aku ingin mengadakan acara bersama di lapangan dekat pantai, bisakah kamu memberi tahu ke Adi supaya dia menginformasikan kepada yang lain?" tanya Wirmi dan di angguki oleh Liam.


"Ya sudah aku ke Adi dahulu" ucap Liam yang pergi menuju kamar Adi yang berdekatan dengan kamar Wirmi.


"Huft, enaknya main apa ya?" gumam Wirmi yang sebenarnya belom ada kepikiran, Wirmi baru kepikiran tentang ada acara api unggun dan bernyanyi sama sama lalu makan bersama juga, untuk games sediri belom kepikiran.


"Hm... Sepertinya tebak hewan untuk anak anak cocok.. Eh tapi apakah mereka tahu banyak hewan?" bingung Wirmi karena anak anak para pekerja terbilang anak anak kecil bahkan yang paling tua berumur sekitar 8 tahun dan yang paling kecil 1 tahun di tambah mereka tidak mendaoatkan pendidikan di sekolah karena yidak ada yang sekolah, mau gimana lagi sekolah juga cuma satu untuk para orang kaya.


"Ahhaa... aku buat aja 2 macam games, buat yang 5 tahun ke atas gamesnya tebak gaya dan umur 5 ke bawah gamesnya tebak suara hewan, nah bagus bagus ide ku untung pinter" gumam Wirmi yang sudah menemukan jalan keluar sekaligus menyombongkan dirinya.


"Hm... untuk para orang tau apa ya?" gumam Wirmi yang ingin melanjutkan memikir permainan apa yang cocok untuk para orang tua.


"Istriku, para pekerja sudah siap dan mereka beberapa sudah berkumpul di lapangan" ucap Liam yang tiba tiba datang dan memecahkan konsentrasi Wirmi.


"Oh baiklah, ayo kita menyusul mereka" ucap Wirmi dan beranjak keluar bersama suaminya.


"Selamat sore semuanya" ucap Wirmi dan Liam yang hampir berbarengan.


"SELAMAT PAGI NONA-bos" ucap mereka berbarengan yang dimana sudah ramai dengan para pekerja.


"Wah ramenya, baiklah semuanya disini kita santai santai aja ya, gak usah tegang tegang" ucap Wirmi yang melihat para pekerja dan pasangannya tampak tegang dan mungkin masih kebawa dengan suasana pingsannya Wirmi.


"Anak anak ada yang mau hadiah?".


"MAUUU" ucap anak anak dengan semangat dengan mengangkat tanganya sambil melompat lompat.


"Baiklah, Endang bawa peti hadiah untuk anak anak ke sini, Ajeng tolong bantu Endang" ucap Wirmi yang meminta untuk di ambilkan hadiah yang telah Wirmi siapkan.


"Baiklah saya ingin mengajak anak anak bermain games dulu jadi kalian bisa menonton atau apapun itu dulu dan aku ingin tidak ada yang mencampuri permainan ini" jelas Wirmi mencegah adanya kecurangan walaupun ini games santai tapi jika di rusuh sama para orang tua jadi gak seru lagi.


"Sekarang kakak mau nanya dulu, siapa yang umur 5 tahun ke atas bisa pindah ke sebelah kanan" ucap Wirmi dan banyak anak anak yang pindah kesebalh anak sekitar 80.


"Hei adik manis, disini aja ya" ucap Wirmi yang melihat anak sekitar 2 tahun yang ingin pindah.


"Karena udah di bagi, kakak akan mengajak adek adek sebelah sini dulu ya, jadi kalian bisa duduk dulu dan kalau kakak minta tepuk tangan kalian jangan lupa tepuk tanganan ya" jelas Wirmi yang ingin memulai games dengan anak under 4 tahun.


"Sekarang tepuk tangan semuanya".

__ADS_1


Prok prok prok


"Tepuk diam"


Prok prok prok


"Haha... adek adek ku yang gemesin kalau kakak bilang tepuk diam kalian tidak perlu tepuk tangan ya, kalian hanya perlu diam saja ya?" jelas Wirmi yang sanagt gemas dengan anak anak itu.


"OKE NONA BOS" ucap anak anak dengan semangat. Wirmi yang menunggu Ajeng dan Endang datang agar permainan bisa mulai dan tak berselang lama mereka datang dengan peti di bawanya.


"Baiklah karena hadianya sudah datang jadi kita bisa mulai permainnya, jadi untuk adek adek yang manis ini. Cari 5 temannya dan peluk mereka ya" ucap Wirmi yang niat hanya ingin membagi mereka menjadi kelompok.


Gubrakk


"Eh adek" ucap Wirmi panik karena mereka yang menganggap ini permainnannya malah terburu buru dan anak sekitar 2 tahun tertabrak oleh temannya.


"Huuuaaaa hiks hiks ca-kit" ucap anak itu dan lantas Wirmi bantu berdiri.


"Sudah tidap apa apa ya, jangan menangis." ucap Wirmi dan anak itu terbangun dari jatuhnya dan perlahan lahan mulai berhenti menangis.


"Hiks... Sakit nona bos hiks" ucap anak itu yang membuat Wirmi tak tega dan langsung memeluknya sambil menenangkan anak itu.


Anak yang terjatuh akhirnya bisa berhenti menangis dan permainan di lanjutkan oleh Wirmi. permainan simpel untuk anak anak ini hanya tebak suara hewan.


"Permainnya gampang, kakak akan meniru suara hewan dan kalau ada yang tau angkat tangan ya?, Ingat angkat tangan dulu baru menjawab" jelas Wirmi dan anak anak mengangguk mengerti.


Kelompok ada 6 (kelompok Riri, Edo, Toni, Bagus, Widya, Dadang)


"suara hewan MOoooO" Wirmi yang mengeluarkan suara itu dan 6 kelompok yang ada juga langsung menganggkat tangan.


"Ayo kelompoknya Riri, silahkan menjawab" ucap Wirmi karena kelompok Riri terlebih dahulu menganggkat tangan.


"SAPI NONA" ucap mereka berbarengan.


"BENAR, kalian mendapat 1 point sekarang lanjut, tebak ini suara apa MbBeeEekk".


Mereka terus melakukan permainan dan saking karena semangatnya sekitar 10 soal sudah Wirmi berikan dan sudah menemukan pemenangnya.


"Baiklah anak anak karena sudah banyak yang mendapat point jadi kakak umumkan yang menangnya saja sekarang ya?" tanya Wirmi memastikan.


"BAIKLAH NONA BOS" ucap mereka yang lagi lagi sangat semangat".


"Baiklah kakak akan umumkan sekarang pemenangnya. Jadi kelompok yang kakak sebutin silahkan maju dan semua pasti dapat hadiah jadi jangan sedih, kakak mulai dari yang skornya kecil dulu, untuk yang mendapat harapan 1, 2, 3 adalah..... Kelompok.....".


Saat Wirmi yang melambatkan ucapannya bukan anak anak yang tegang dan heboh tapi para orang tua, mereka sampai banyak yang menghitung ulang jawaban jawaban yang benar oleh anak mereka masing masing dan di menangkan oleh siapa.


...****************...

__ADS_1


...Terima kasih yang udah baca sampai ini, mohon bantuannya untuk komen dan juga beri tanda suka untuk setiap babnya untuk mensupport saya. saya mohon maaf kalau cerita ini banyak kurangnya....


__ADS_2