
...Guys mohon supportnya ya, semoga karya ini bisa menghibur kalian....
...****************...
"Istriku ada apa, kalau aku ada salah aku minta maaf tapi jangan diamkan aku seperti ini" ucap Liam yang sudah frustasi karena dari tadi Wirmi mendiamkannya.
"Kamu pikir aja sendiri, sudahlah aku ingin tidur" ucap Wirmi yang saat ini mereka baru habis bermain di pantai bersama para pekerja.
Wirmi yang dalam keadaan hati kurang bagus membuat acara bermain di pantai ia selesaikan lebih cepat.
"Istrku, aku minta maaf. Kamu ingin sesuatu, mau makan atau mau jalan jalan?" ucap Liam yang bingung karena kurang mengerti cara membujuk wanita.
Liam yang tidak mengerti salahnya apa, membuatnya tambah bingung karena Wirmi yang tiba tiba tidak mau di ajak bicara.
Duk
"Sudah kamu sana pergi, tinggalkan aku sendiri" ucap Wirmi sambil mendorong Liam untuk menjauh dan hampir membuat Liam terjatuh.
"Tidak sebelum kamu memaafkan aku dahulu" ucap Liam yang juga kekeh.
"Kamu urus saja liburan para pekerja, aku ingin menenangkan diri dulu dan membalikan suasana hatiku. Tidak perlu bawa makanan ke sini" ucap Wirmi yang sudah tidak mau di ganggu lagi.
cup
"Baiklah aku akan menuruti permintaan mu tapi jangan lupakan perminta maafanku" ucap Liam yang meninggalkan Wirmi di penginapan dan tak lupa juga memberi sebuah kecupan.
"Huh sok gak tau salahnya dimana, jelas jelas tadi cewek itu gatel kek cacing, mana segala pegang pegang lagi" gerutu Wirmi yang kesal.
Wirmi yang dalam keadaan dan suasana yang bete membuatnya memilih ke ruang rahasia untuk mengerjakan sesuatu supaya gak bosen.
"Hm... enaknya ngapain ya?" ucap Wirmi binging harus melakukan apa.
"Fafa apakah kamu bisa menyepatkan waktu gak?" tanya Wirmi penasaran dan ingin menyepatkan waktu sehingga ia sudah ada di rumah.
"Jangankan di rumah author bisa aja cepetin udah langsung punya anak nih, gak mau mintol ke author aja?"
"Gak, author masih cupu"
"Oke lihat aja author cepetin nih"
.
.
"Enghhh, badan ku pegel juga ya.... Ehh kok aku di kereta?".
Bingung itu yang pertama kali Wirmi rasakan karena saat ini secara tiba tiba ia sedang berada di kamarnya.
"Thor, lu yang buat ya?".
__ADS_1
"Terbukti kan kekuatan author, mau di buat cepet lagi waktunya?"
"Ihh gak usah, author fokus cari ide aja aku mau menjalankan hidupku ini".
Wirmi yang sudah lelah istirahat terus, beranjak dari kasurnya untuk pergi keluar. Wirmi yang berjalan ke arah meja makan menemukan makanan yang sangat lezat.
"Hm... Enak nih kalo makan yang seger seger apalagi baru bangun" ucap Wirmi yang melihat ada soup kepala ikan di meja makan.
Wirmi yang sudah sangat lapar langsung mengambil piring yang tersedia dan mulai mengambil makanan yang ada di meja.
Wirmi yang makan dengan keadaan perut lapar membuat makananya habis dalam sekejab.
"Uhh kenyangnya, rasanya perut ini ingin meletus" gumam Wirmi sambil mengelus perutnya yang sudah penuh dengan makanan.
"Hm... lebih baik aku ke bukit untuk mencari harta karun lah, dari pada berdiam diri di sini dan tidak ada kerjaan".
Wirmi yang memang semenjak punya banyak pekerja bingung harus melakukan apa karena para pekerja sudah mengambil alih pekerjaanya di tambah pula ibu Jiali yang sekarang menyukai menyulam dan menjahit pakaian sehingga Wirmi juga tidak bisa melakukan itu.
"Oke udah ada gerobak, ada peti, ada bambu, ada kapak ,....".
Wirmi yang tengah mengabsen satu satu alat alat yang akan ia bawa di buat terkejut dengan kedatangan Liam yang tiba tiba.
"Ishh apasih Liam, kau membuatku kaget" ucap Wirmi yang kesal dan langsung merubah raut wajahnya.
"Maaf istriku, aku tidak berniat mengagetkan mu, aku hanya ingin menyapa mu".
"Biar aku ikut istriku, lagi pula apa yang ingin kau cari?" tanya Liam yang bingung dan sekaligus tidak menginginka istrinya pergi.
"Mencari sesuatu yang tidak ada...".
Wirmi yang lagi berbicara lantas terputus mendengar suara seseorang yang menggaggu.
"Liam, bisakah aku memetik buah yang ada di kebun itu" ucap seseorang yang membuat kaget Wirmi.
Wirmi yang mendengar dan melihat seseorang yang membuatnya emosi berada di rumahnya dan mendekat pada suaminya sudah tidak dapat di bendung lagi emosinya apalagi sekarang Wirmi lagi 'ada tamu'.
"Ngapain dia ada di sini?" tanya Wirmi denga penuh penekanan dan menusuk di hati.
"Dewi ingin berkunjung ke kediaman kita jadi aku ajak sekalian, juga ia baru saja menempuh pendidikan di kota dan saat ini sedang liburan" ucap Liam yang santai dan seakan tidak ada salah membuat sesuatu yang tadinya berwarna kuning langsat berubah menjadi merah api, apalagi kalau bukan wajah Wirmi.
"Kamu mengajak wanita lain ke kediaman kita tanpa meminta ijin dari aku atau setidaknya memberi tahu aku?".
"Aku hanya mengajak sepupuku istirku, bukan orang lain".
"Mau sepupu atau bukan, dia tetap seorang perempuan dan dia tidak dekat dai awal dengan kita dan kau membawanya dengan embel embel saudara jauh. Tidak kah kau pikir perasaan istri mu".
Wirmi yang sudah tidak bisa menahan kekesalanya langsung melampiaskan ke gundahan hatinya.
"Kamu jangan seperti itu Wirmi, tidak baik dilihat orang. Aku hanya mengajak saudara ku tidak lebih juga dia tidur di kamar tamu".
__ADS_1
Liam yang berusaha tenang dan tak ikut terpancing emosi sehingga ia mencoba meraih tangan Wirmi dan lagi lagi di tepis.
"Kamar tamu pun itu masih satu rumah dengan kita, emang selain ingin mengunjungi rumah kita dia ingin apa sampai jauh jauh ingin ikut kalau tidak ada alasan lain?".
Wirmi yang sudah emosi membuatnya mengucapkan semua yang ia rasakan dan pikirkan.
Plak
"Jaga ucapan mu istriku, dia hanya saudara kita dan aku menganggapnya seorang adik jadi jangan berpikir aneh aneh lagi, juga jangan membesarkan sesuatu yang tidak perlu".
Liam yang sudah terbawa dan tersulut emosi membuatnya tak tahan dan tanpa sengaja menampar pipi Wirmi.
"Akh... baiklah, aku tidak akan mempersalahkan apa apa lagi sesuai kemauan mu dan jangan ganggu aktivitas ku".
Wirmi yang emosi di beri tamparan mendadak oleh Liam tentu saja sangat terkejut dan merasa sangat kecewe kepada Liam apalagi bertepatan ada beberapa pekerja yang melihatnya.
"Iss-triku maaf, aku tidak bermaksud" ucap Liam yang kaget dan baru sadar juga dengan tindakannya yang sudah keterlaluan apalagi karena masalah sepele dirinya sampai menampar istrinya untuk pertama kali.
"Sudahlah aku ingin pergi, jangan ganggu aku dan temanilah SAUDARA JAUH mu" ucap Wirmi yang langsung menaiki kudanya dan pergi ke arah bukit.
'Liam apa yang telah kamu lakukan, kamu adalah pria bodoh Liam'.
Liam yang merasa menyesel dan sangat bodoh langsung menunduk sedih apalagi karena hal sepele sampai ia berbuat kasar pada istrinya.
"Sudah Liam, lebih baik kamu tenangkan dirimu dahulu baru memikirkan bagaimana baiknya" ucap Dewi sambil menepuk pundak Liam agar lebih semangat.
"Huft terima kasih Dewi, maaf aku sepertinya tidak bisa menemani mu sore hari untuk berkeliling desa ini" ucap Liam yang memang tadi berjanji akan menemani Dewi mengelilingi desa.
"Tidak apa Liam aku mengerti, ini juga gara gara aku sehingga kamu bertengkar dengan istrimu".
"Bukan, ini bukan salah mu mungkin tuhan lagi memberi cobaan kepada kami".
"Ya sudah aku ke kebun ya, semangat dan jangan lupa terus tersenyum" ucap Dewi yang meninggalkan Liam menuju kebun untuk memetik mangga dengan tersenyum indahnya.
'semangat haha"
.
.
"Sial, wanita itu memang sudah kelihatan tidak baik saat pertama aku lihat" gumam Wirmi yang masih kesal dengan kejadian tadi.
Wirmi yang menunggangi kuda menuju bukit dengan keadaan emosi sehingga membuatnya salah jalan. Yang niatnya menuju bukit malah berjalan mengarah ke hutan.
"Ishh gara gara cewek sialan sama Liam aku jadi salah jalan. Ya sudahlah aku akan mencari sesuatu di hutan saja" putus Wirmi pada akhrinya yang tetap memasuki hutan dengan kuda dan gerobaknya.
...****************...
...Terima kasih yang udah baca sampai ini, mohon bantuannya untuk komen dan juga beri tanda suka untuk setiap babnya untuk mensupport saya. saya mohon maaf kalau cerita ini banyak kurangnya....
__ADS_1