Hantu Dara

Hantu Dara
Satu


__ADS_3

Malam segelap tinta hitam dan sesunyi hutan-hutan di pegunungan. namun udara


tidak dingin, melainkan lembab dan hangat. seorang gadis muda sedang berlari


ketakutan, merasakan hawa dinginmengikutinya dari belakang. ia melangkahkan


kakinya cepat dan nafasnya tak beraturan. seperti seseorang yang sedang di


kejar oleh serigala buas. sejenak ia melupakan rasa perih di kaki akibat dari


kaki telanjangnya bergesekan dengan aspal kasar sehitam malam. beberapa kali ia


menoleh melihat ke belakang dengan ekspresi kalut dan mendapati jalanan yang


sepi, kosong dan kelam. tapi ia tahu, gadis muda itu, kalau di balik kegelapan


ada teror panjang yang membututinya dan tak peduli secepat apa ia berusaha


untuk lari, teror itu akan tetap terus mengejarnya. Namun ia tak akan menyerah,


sambil terus berucap doa dalam hati, sementara malam semakin sunyi dan


menakutkan. dari kejauhan ia melihat doanya terkabul pada lampu pijar di


pangkalan ojek yang menyinari seorang tukang ojek yang sedang asyik menghisap


sebatang rokok kretek.


Gugun, tukang ojek berbadan gemuk itu sedang bengong mengkhyalkan


perempuan-perempuan seksi dilihatnya pada sebuah tabloid "biru" ibu


kota tadi siang, tiba-tiba seorang gadis cantik berdiri didepannya. wajahnya


pucat dengan keringat membanjiri kening dan nafas yang tersenggal-senggal. lalu


si gadis itu bicara dengan suara yang tak jelas, sekan-akan baru saja ada yang


memotong lidahnya. tangannya bergerak -gerak panik dalam bahasa isyarat tuna


wicara, berusaha menerjemahkan maksudnya.


Gugun yang sudah sedari sore kerjanya hanya bengong-bengong saja kesulitan


ketika harus memahami si gadis bisu. " mau kemana neng?" tanya Gugun


menyerah.


Masih dengan bahasa insyarat, si gadis pun terus berusaha menjelaskan kalau


ia sedang di kejar dan butuh pertolongan.


" Ngomongnya pelan-pelan, jangan buru-buru.... Neng mau kemana?"


jawab Gugun sambil menghisap dalam-dalam kreteknya.


Menyadari kalau si tukang ojek tak mampu mengerti maksudnya, si gadis bisu


itu langsung menunjukan dirinya sendiri lalu si tukang ojek, dan motornya.


terakhir ia memperagakan orang mengendarai montor.


"Hahahahaha" gue baru ngeh sekarang....." jawab si tukang


ojek dengan senyum puas. " Neng tuh bisu ya?"

__ADS_1


Si gadis mengangguk sedikit lega. akhirnya inti ketidaknyambungan ini sudah


terkuak. Namun, tiba-tiba si gadis merinding hebat merasa ada yang sedang


mengawasinya. sesosok pria mengenakan ponco di kepalanya, bersembunyi dari


balik pohon sambil terus melihat ke arah si gadis. Wajahnya gelap misterius


tersembunyi di balik ponco dan gelap malam.


" Dulu saudara saya juga ada yang bisu tuli kayak neng." jelas


Gugun kepada si gadis yang tak lagi mendengarkan.


"Loh.... loh.... neng mau kemana?? neng!"


Si gadis berlari ketakutan meninggalkan si tukang ojek di atas motornya


berdua dengan perasaan bingungnya.


Kali ini larinya sudah tak berarah. ia melangkah hanya mengikuti


ketakutannya. hingga akhirnya ia melihat sebuah mobil mewah eropa datang dari


arah berlawanan. Tanpa pikir panjang, si gadis langsung berdiri ditengah jalan


sambi merentangkan tangannya seakan pasrah. Mobil itu oun berhenti mendadak


dengan suara decit yang nyaring. Ujung mobil itu berhenti tepat di depan si


gadis yang langsung berlari menuju samping mobil dan mengetuk-ngetuk kaca pada


sisi pengemudi.


Mobil itu melik sepasang suami istri yang kelihatannya baru saja pulang dari


rambutnya di sasak mengembung seperti sarang tawan, dan pada jari manisnya


melingkar sebuah cincin dengan berlian sebesar jempol. sedangkan suaminya yang


pendek dan mulai bones alias botak, tak kalah mentereng dari istrinya. Dari


kesepuluh jarinya, hanya kedua jempol dan ke dua kelingkingnya yang tidak


bercincin batu. sisanya dihiasi berwarna-warna batu berbagai ukuran.


"Kayaknya dia mau minta tlong mi." Tebak si suami sambil terus


melihat ke arah si gadis yang terlihat semakin suram dari balik kaca riben. Si


suami yang memang dasarnya buaya darat dari orok, menangkap kecantikan si gadis


yang tersembunyi di balik kepanikannya. Lalu ia pun bermaksud membuka jendela


mobilnya ketika tiba-tiba si istri menghentikan geraknnya.


"jangan di buka pi. Bahaya. Biarin aja." Cegah si istri penuh


curiga. " Hei! Pergi! Pergi! Jangan ganggu mobil kita!" Judes si


istri mengusir.


Namun si gadis itu malah semakin keras mengetuk-ngetuk kaca mobil sambil


terus berteriak minta tolong dengan suara yang janggal.

__ADS_1


"Kasih duit recehan aja deh pi, biar pergi." Si istri terburu-buru


mengambil uang koin dari Dashbord mobilnya dan memberikan kode pada suaminya


untuk membuka sedikit kaca mobil. Setelah kaca terbuka, si istri langsung


menjatuhkan uang recehnya dari tangan ke jalanan. " Tuh ambil! Pergi


sana!" Usir si istri sambil menutup buru-buru pintu jendela


mobilnya.


Dengan bingung si gadis bisu mengambil sebuah uang receh yang jatuh di


jalanan dekat dengan kakinya. Di saat yang bersamaan, perasaan dingin


mengerikan itu kembali hadir. Ketika ia melihat kebelakang ia hanya bisa


menemukan jalan gelap dan kosong yang tadi di lewatinya. Lalu tiba-tiba dari


balik kegelapan, sosok pria misterius itu muncul perlahan- lahan berjalan


menuju dirinya. Si gadis bisu pun tersentak dan langsung berlari pergi dengan


cepat. Tak menyadari apa yang sedang terjadi, suami istri pemilik mobil mewah


itu pun memandang bingung pada si gadis bisu sebelum kembali menjalankan


mobilnya.


Seperti dalam mimpi buruk, gadis bisu itu kini berlari sendiri dalam gelap.


Tidak ada orang - orang di sekitarnya hanya jalanan kosong dan sepi serta


rumah- rumah besar yang berdiri diam dan angkuh. Disekitanya berderet-deret pohon


besar yang menjadi pemandangan sejuk di kala terang, kini menjelma makluk besar


tempat persembunyian para jin. Si gadis bisu terus berlari dan terus berlari


sampai akhirnya ketakutannya membawa ia sampai di tengah sebuah rel kereta api


yang panjang tak berujung. Lalu ia berhenti sejenak untuk mengejar nafas.


Ketika ia menengok ke belekang, sesosok pria berponco yang sedari tadi


mengikutinya semakin mendekat. Pria itu kini berlari mengejarnya.


“ Hei…. Hei…..” terdengar suara pria berponco itu berteriak dari jauh.


Suarnya berat dan parau. Seperti burung gagak hitam.


Si gadis bIsu itu bersiap untuk lari lagi, tapi begitu ia kembali menegok


kearah depan, sebuah cahaya lampu bulat terang menyorotnya. Bumi pijakannya pun


bergetar dengan kuat. Cahaya itu pun semakin lama semakin mendekat dengan


cepat. Terlalu cepat bagi si gadis bisu untuk bisa menghidar. maka ia hanya


bisa diam terpana memandang sebuah kereta api siap menggilasnya. Braaakkkk!!!


Seperti seekor tikus jalanan, si gadis bisu pun hancur terlindas. Dan kereta


itu pun terus melintas mengeluarkan bunyi gemuruh yang dingin, melewati sip ria

__ADS_1


berponco yang kini terpaku melihat semuanya itu dari samping rel kereta.


__ADS_2