
Malam segelap tinta hitam dan sesunyi hutan-hutan di pegunungan. namun udara
tidak dingin, melainkan lembab dan hangat. seorang gadis muda sedang berlari
ketakutan, merasakan hawa dinginmengikutinya dari belakang. ia melangkahkan
kakinya cepat dan nafasnya tak beraturan. seperti seseorang yang sedang di
kejar oleh serigala buas. sejenak ia melupakan rasa perih di kaki akibat dari
kaki telanjangnya bergesekan dengan aspal kasar sehitam malam. beberapa kali ia
menoleh melihat ke belakang dengan ekspresi kalut dan mendapati jalanan yang
sepi, kosong dan kelam. tapi ia tahu, gadis muda itu, kalau di balik kegelapan
ada teror panjang yang membututinya dan tak peduli secepat apa ia berusaha
untuk lari, teror itu akan tetap terus mengejarnya. Namun ia tak akan menyerah,
sambil terus berucap doa dalam hati, sementara malam semakin sunyi dan
menakutkan. dari kejauhan ia melihat doanya terkabul pada lampu pijar di
pangkalan ojek yang menyinari seorang tukang ojek yang sedang asyik menghisap
sebatang rokok kretek.
Gugun, tukang ojek berbadan gemuk itu sedang bengong mengkhyalkan
perempuan-perempuan seksi dilihatnya pada sebuah tabloid "biru" ibu
kota tadi siang, tiba-tiba seorang gadis cantik berdiri didepannya. wajahnya
pucat dengan keringat membanjiri kening dan nafas yang tersenggal-senggal. lalu
si gadis itu bicara dengan suara yang tak jelas, sekan-akan baru saja ada yang
memotong lidahnya. tangannya bergerak -gerak panik dalam bahasa isyarat tuna
wicara, berusaha menerjemahkan maksudnya.
Gugun yang sudah sedari sore kerjanya hanya bengong-bengong saja kesulitan
ketika harus memahami si gadis bisu. " mau kemana neng?" tanya Gugun
menyerah.
Masih dengan bahasa insyarat, si gadis pun terus berusaha menjelaskan kalau
ia sedang di kejar dan butuh pertolongan.
" Ngomongnya pelan-pelan, jangan buru-buru.... Neng mau kemana?"
jawab Gugun sambil menghisap dalam-dalam kreteknya.
Menyadari kalau si tukang ojek tak mampu mengerti maksudnya, si gadis bisu
itu langsung menunjukan dirinya sendiri lalu si tukang ojek, dan motornya.
terakhir ia memperagakan orang mengendarai montor.
"Hahahahaha" gue baru ngeh sekarang....." jawab si tukang
ojek dengan senyum puas. " Neng tuh bisu ya?"
__ADS_1
Si gadis mengangguk sedikit lega. akhirnya inti ketidaknyambungan ini sudah
terkuak. Namun, tiba-tiba si gadis merinding hebat merasa ada yang sedang
mengawasinya. sesosok pria mengenakan ponco di kepalanya, bersembunyi dari
balik pohon sambil terus melihat ke arah si gadis. Wajahnya gelap misterius
tersembunyi di balik ponco dan gelap malam.
" Dulu saudara saya juga ada yang bisu tuli kayak neng." jelas
Gugun kepada si gadis yang tak lagi mendengarkan.
"Loh.... loh.... neng mau kemana?? neng!"
Si gadis berlari ketakutan meninggalkan si tukang ojek di atas motornya
berdua dengan perasaan bingungnya.
Kali ini larinya sudah tak berarah. ia melangkah hanya mengikuti
ketakutannya. hingga akhirnya ia melihat sebuah mobil mewah eropa datang dari
arah berlawanan. Tanpa pikir panjang, si gadis langsung berdiri ditengah jalan
sambi merentangkan tangannya seakan pasrah. Mobil itu oun berhenti mendadak
dengan suara decit yang nyaring. Ujung mobil itu berhenti tepat di depan si
gadis yang langsung berlari menuju samping mobil dan mengetuk-ngetuk kaca pada
sisi pengemudi.
Mobil itu melik sepasang suami istri yang kelihatannya baru saja pulang dari
rambutnya di sasak mengembung seperti sarang tawan, dan pada jari manisnya
melingkar sebuah cincin dengan berlian sebesar jempol. sedangkan suaminya yang
pendek dan mulai bones alias botak, tak kalah mentereng dari istrinya. Dari
kesepuluh jarinya, hanya kedua jempol dan ke dua kelingkingnya yang tidak
bercincin batu. sisanya dihiasi berwarna-warna batu berbagai ukuran.
"Kayaknya dia mau minta tlong mi." Tebak si suami sambil terus
melihat ke arah si gadis yang terlihat semakin suram dari balik kaca riben. Si
suami yang memang dasarnya buaya darat dari orok, menangkap kecantikan si gadis
yang tersembunyi di balik kepanikannya. Lalu ia pun bermaksud membuka jendela
mobilnya ketika tiba-tiba si istri menghentikan geraknnya.
"jangan di buka pi. Bahaya. Biarin aja." Cegah si istri penuh
curiga. " Hei! Pergi! Pergi! Jangan ganggu mobil kita!" Judes si
istri mengusir.
Namun si gadis itu malah semakin keras mengetuk-ngetuk kaca mobil sambil
terus berteriak minta tolong dengan suara yang janggal.
__ADS_1
"Kasih duit recehan aja deh pi, biar pergi." Si istri terburu-buru
mengambil uang koin dari Dashbord mobilnya dan memberikan kode pada suaminya
untuk membuka sedikit kaca mobil. Setelah kaca terbuka, si istri langsung
menjatuhkan uang recehnya dari tangan ke jalanan. " Tuh ambil! Pergi
sana!" Usir si istri sambil menutup buru-buru pintu jendela
mobilnya.
Dengan bingung si gadis bisu mengambil sebuah uang receh yang jatuh di
jalanan dekat dengan kakinya. Di saat yang bersamaan, perasaan dingin
mengerikan itu kembali hadir. Ketika ia melihat kebelakang ia hanya bisa
menemukan jalan gelap dan kosong yang tadi di lewatinya. Lalu tiba-tiba dari
balik kegelapan, sosok pria misterius itu muncul perlahan- lahan berjalan
menuju dirinya. Si gadis bisu pun tersentak dan langsung berlari pergi dengan
cepat. Tak menyadari apa yang sedang terjadi, suami istri pemilik mobil mewah
itu pun memandang bingung pada si gadis bisu sebelum kembali menjalankan
mobilnya.
Seperti dalam mimpi buruk, gadis bisu itu kini berlari sendiri dalam gelap.
Tidak ada orang - orang di sekitarnya hanya jalanan kosong dan sepi serta
rumah- rumah besar yang berdiri diam dan angkuh. Disekitanya berderet-deret pohon
besar yang menjadi pemandangan sejuk di kala terang, kini menjelma makluk besar
tempat persembunyian para jin. Si gadis bisu terus berlari dan terus berlari
sampai akhirnya ketakutannya membawa ia sampai di tengah sebuah rel kereta api
yang panjang tak berujung. Lalu ia berhenti sejenak untuk mengejar nafas.
Ketika ia menengok ke belekang, sesosok pria berponco yang sedari tadi
mengikutinya semakin mendekat. Pria itu kini berlari mengejarnya.
“ Hei…. Hei…..” terdengar suara pria berponco itu berteriak dari jauh.
Suarnya berat dan parau. Seperti burung gagak hitam.
Si gadis bIsu itu bersiap untuk lari lagi, tapi begitu ia kembali menegok
kearah depan, sebuah cahaya lampu bulat terang menyorotnya. Bumi pijakannya pun
bergetar dengan kuat. Cahaya itu pun semakin lama semakin mendekat dengan
cepat. Terlalu cepat bagi si gadis bisu untuk bisa menghidar. maka ia hanya
bisa diam terpana memandang sebuah kereta api siap menggilasnya. Braaakkkk!!!
Seperti seekor tikus jalanan, si gadis bisu pun hancur terlindas. Dan kereta
itu pun terus melintas mengeluarkan bunyi gemuruh yang dingin, melewati sip ria
__ADS_1
berponco yang kini terpaku melihat semuanya itu dari samping rel kereta.