Hantu Dara

Hantu Dara
Tiga Belas


__ADS_3

Gugun terdiam sesaat, lalu setelah beberapa saat kemudian ia


bertanya kembali, “Kok diem aja sih neng?”sombong amat.”


“aye udah jawab bang, aye baru pulang dari tempat kerja.”


“Neng kok diam aja sih? Ngomong dong neng.”


“Loh saya sudah ngomong tadi.” Si cewek seksi mulai


terpancing emosinya.


“Neng! Jangan diam aja dong!”


“Aduh abang budeg deh ah! Udah dari tadi aye teriak – teriak


masih kagak dengar juga.!”


Lampu lalu lintas beruabh hijau, Gugun pun kembali memacu


montornya.


Tidak terlalu jauh di samping mereka, seorang bapak penjaga


pintu perbatasan kereta api berteriak memperingati si tukang ojek dan si cewek


seksi.


“Awas, kereta mau lewat!”


“Bang! Pelan – pelan, kereta mau lewat katanya, bang!”


Seperti tidak ada yang berbicara dengannya, Gugun terus


mengendarai montor. Sedangkan kedua motor yang tadi turut berhenti di lampu

__ADS_1


merah yang sama, sekarang sudag berhenti.


“Abang! Aduh budge amat sih ni orang! Bang! Pelan bang. Pelan…


si wanita tidk sanggup meneruskan kata – katanya. Ia melihat sepaasang tangan


pucat yang menjulur dari depan, sedang menutup kuping si tukang ojek. Penasaran,


si cewek seksi menengok ke depan dari balik punggung si tukang ojek, dengan


mata tajam yang memelototi si cewek seksi.


“Akkhhhhhh!”  melengking teriakan si cewek seksi.


Setan budge tersenyum. Lalu si cewek melihat sebuah kereta


mendekat dari samping dengan cepat. Lampu sorotpada kereta itu seperti sebuah


mata yang sedang melotot. Sadar maut sdang menghampiri dengan cepat, si cewek


seksi langsung melompat turun dari belakang motor dan terjatuh di samping rel


Ketika itu, ia masih sempat melihat si setan budge dan si


tukang ojek melaju ke tengah rel kereta api. Pada saat si setan budge melepaskan


tangannya dari telinga Gugun, suara gemuruh roda kereta langsung merasuki


rongga telinganya, reflek ia menoleh ke samping dan melihat kereta itu sudah


berada di dekatnya, dan …wuuss… seperti ular besar yang melahap mangsanya,


kereta api itu menabrak si tukang ojek tanpa sisa.


Mayat si tukang ojek yang terpental beberapa meter dari

__ADS_1


tempat ia tertabrak kini terkulai di samping rel kereta api. Beberapa bagian


tubuhnya sudah terlepas entah kemana. Di samping mayat itu, setan budge berdiri


dengan dingin sambal menatap seonggok daging yang tak lagi bernyawa. Melihat jelas


wajah si tukang ojek, yang meski lebam di mana – mana, sekelibat kenangan


bangkit dari ingatan si setan budeg.


Malam itu, malam dimana ia tertabrak kereta, si tukang ojek


ini tidak mau membantunya lari dari kejaran sip ria berponco. Ia malah meracau


tak jelas tentang saudaranya yang juga bisu. Sekarang si tukang ojek sudah


mendapatkan balasannya, merasakan sakit yang di rasakan si gadis bisu, jauh


sebelum ia menjadi seperti sekarang. Satu luka sudah di balas luka, namun


sakitnya belum juga pergi, karena masih ada luka – luka lain yang perlu di


bayar.


***


Maaf ya untuk para setia pembaca novel ini telat update. Maklum


authornya lagi lumayan bersibuk ria dengan tugas- tugas  mengajarnya di sekolahan.


Sebagai gantinya hari ini author usahakan untuk update beberapa


bab yaaa. berharap dengan updatenya hari ini bisa menghibur para pembaca.


Selamat membaca, semoga dengan membaca dapat menghibur hati

__ADS_1


para pembaca semua.


Salam sehat dan salam bahagia untuk kita semua. Aamiin aamiin


__ADS_2