
“lengkap bang. Pery complete.”
“yakin lo kagak ada yang copot?”.
“pery complete bang…. Tangan, kaki, semua ada.”
“untung deh kita, kagak repot.” Sukun berkata dengan ekpresi
lega.
Odjie yang sedari tadi bingung mencerna pembicaran kedua
seniornya, bertanya “Kagak repot gimana?”
“Obeng. Lo jelasin tuh sama anak baru.”
“heh, Djie, por yor impormasion, biasanya kalo mati ketabrak
kereta, badannya tuh terpisah-pisah, kadang ada yang badannya di Manggarai
kepalanya di jatinegara, tangannya di gambir, jempolnyadi kota.” Jelas Obeng
dengan tampang menakut-nakuti.
“hiii serem amat.” Odjie bergidik geli.
“udah angkat bawa ke mobil, kita pulang.” Perintah Sukun
yang emang dari tadi bisanya Cuma merintah doing.
Sembari menunggu kedua temannya mengangkat tandu jenazah,
sukun memperhatikan sekeliling dengan cahaya senter di tangannya. Terlihat tak
jauh dari tempat kepala mayat itu tadi berada, genangan darah menetes dari rel
kereta api ke batu-batu kerikil di tengah rel kereta api. Aroma amis darah
tercium sesekali bersama angina malam yang bertiup. Tak jauh dari genangan
darah itu, seorang nenek berambut putih berdiri sambil melambai-lambaikan
tangan memanggil Sukun.
“aye?” Tanya Sukun memastikan.
Nenek itu mengangguk dan Sukun pun berjalan ke arahnya.
“Nih domper perempuan yang mati disini?” seraya mengeluarkan
sebuah dompet hitam dengan bercak darah di ujungnya dari dalam sebuah kantong
plastic hitam yang berkeriput seperti tangannya.
“kenapa dikasih ke aye? Kenapa kagak dikasih ke polisi aja
sih nek?”
“ribet urusannya! Udah lu aja yang bawa, ntar lu yang kasih
ke polisi.”
Sukun mengangguk, menerima dompet itu, lalu kembali berjalan
kearah Odjie dan Obeng yang sudah menunggu sambal mengangkat tandu jenazah.
Setelah ketiga pemuda pengangkut mayat itu pergi, si nenek
berjalan pincang sambal menenteng kantong plastiknya, menuju genangan darah di
atas rel kereta api. Lalu ia berjongkok di dekatnya. Ia mengeluarkan sebuah
jeruk dari dalam kantong plastiknya lalu memerasnya kedalam atas genangan darah
gadis korban tabrak kereta api tadi.
“ayo nak, bangkitlah arwahmu, balas dendammu pada
orang-orang yang telah menyakitimu nak.” Desis si nenek.
Sebuah asap putih mengepul dari genangan darah itu, dan
melayang ke atas menuju langit kelam.
__ADS_1
Jakarta sepi pada jam-jam sekarang. Hanya gelandangan dan
para pemburu mistis saja yang masih berkeliaran. Sukun sedang serius menyetir
mobil, disebelahnya Odjie dan Obeng sedang tertidur saling menumpuk. Tiba-tiba
kebelet menyerang Sukun. Ia langsung menghentikan mobilnya disamping sebuah
jalan yang penuh jejeran pohon-pohon bambu. Sukun segera keluar dari mobil dan
tergesa-gesa menuju ke salah satu pohon bambu yang agak jauh dari penglihatan
teman-temannya.
Tiba-tiba mobil jenazah, dimana Odjie dan Obeng sedang
tertidur lelap seperti sapi, bergoyang dan berdentum keras.
“Braaakkkk!”
Odjie langsung terbangun. “ suara apaan tuh bang? Keras
banget!”
“suara ngorok lu sendiri setan!” jawab Obeng kesal dengan
mata yang masih tertutup. Tak peduli dengan Odjie yang sedang ketakutan, Obeng
kembali tertidur. Tapi beberapa detik kemudian mobil kembali berdentum keras.
“Braaakkk!!!”
“bang.” Rengek Odjie sambal menggoyang-goyangkan badan Obeng
yang sedang bersandar disebelahnya.
“Ahh ganggu you! ngantuk gue!” lalu Obeng membalikan
tubuhnya dari Odjie kea rah kursi kemudi, dan kembali tidur.
“Aduhhh buyi apaan tuh yah? Bang Sukun kemana lagi?”
sekarang ketakutan sudah hamper menguasai Odjie sepenuhnya.
“Braakkk!” sekali lagi mobil itu bergoyang dan berdentum,
memutuskan untuk turun dari mobil.
Pintu mobil jenazah terbuka lebar dan tiba-tiba mayat gadis
yang baru saja diangkutnya perlahan-lahan terduduk tegap masih berselimutkan
kain putih. Tak lama kemudian, tandu jenazah pun langsung merosot cepat keluar
dari dalam mobil ke atas jalan.
Odjie yang sedang mencari Sukun melihat pintu mobil jenazah
bagian belakang terbuka. Bingung akan apa yang sedang terjadi, Odjie memeriksa
ke belakang. Betapa terkejutnya dia ketika melihat mobil itu kini telah kosong.
Mayat gadis korban kecelakaan kereta api telah lenyap entah kemana.
“loh kemana mayatnya?” dengan panic ia langsung berteriak
memanggil Obeng. “bang! Bang! Bang Obeng! Mayatnya ilang! Aduh gawat ini! Bang
Obeng!.”
Tak jauh dari sana, dibalik pepohonan bamboo, Sukun sedang
nikmat melepaskan kencingnya yang dari tadi ia tahan dan nyaris tak terbendung.
Dari samping gadis korban kereta api itu muncul dan mendekatinya. Sukun masih
tidak sadar kalua ada yang sedang mendekat, ia hanya merasakan hawa dingin tak
nyaman yang membangkikan setiap bulu-bulu halus di tubuhnya. Tiba-tiba Odjie
muncul di belakangnya dengan wajah pucat dan nafas terengah-engah.
“bang Sukun! Mayat kita hilang!”
__ADS_1
Sukun tidak bergeming, lalu ia menutup resletingnya
seakan-akan tidak mendengar apapun.
“Bang Sukun!” sekali lagi dan lebih keras Odjie memanggil
Sukun. Namun Sukun tetap tak bisa mendengarnya.
“buset deh di panggil-panggil kagak jawab juga… Bang Sukun!”
Sukun berbalik tapi bukan karena mendengar suara Odjie. “hei
ngapain lu disini?” Sukun terkejut karena Odjie tiba-tiba sudah berada di
depannya.
“Abang di panggil dari tadi kagak dengar juga! Mayat cewek
yang tertabrak kereta tadi ilang bang.” Jawab Odjie setengah berteriak.
Sukun tidak bisa mendengar suara Odjie. Ia seperti berada di
dunia lain. Yang juga tidak di sadarinya sekelilingnya menjadi sangat sunyi.
“Lu ngomong apa? Gue kagak dengar! Lebih keras ngomongnya!”
teriak Sukun.
“Busyeett, ini udah keras ngomongnya!”
“Apa?”
“Mayat Ilang!”
Sukun melihat Odjie berbicara tanpa suara. Hanya
gerak-gerakan mulut dan tubuh yang tidak ia mengerti.
“Aduh apaan sih lo Djie? Udah kita balik aja ke mobil.”
Sukun mengajak Odjie pergi kembali kea rah mobil.
“Aneh bang Sukun! Kok tiba-tiba budge gitu! Perasaan udah
teriak-teriak gue, masih kagak denger juga!” ujar Odjie dalam hati, merasa
bingung.
Tepat di belakang Sukun, sesosok gadis berambut panjang dan
berwajah hancur menempel di punggungnya sedang menutup telingan Sukun dengan
kedua telapak tangan pucatnya.
HALO GUYS, PARA
PENGGEMAR PEMBACA SETIA NOVEL DI MANGATOON AYO BANYAK-BANYAK BERI CORET-CORET YANG
DAPAT MEMBANGUN MENJADI LEBIH BAIK DI KOLOM KOMENTAR YAA!!!
MOHON MAAF MASIH
PEMULA, MOHON BANTUANNYA UNTUK PARA PENULIS YANG SUDAH JADI MASTERNYA PENULIS
NOVEL DI SEMUA SOSIAL MEDIA DAN NON SOSIAL MEDIA.
SANGAT DIHARAPKAN
KRITIKAN YANG MEMBANGUN, AGAR SAMA-SAMA
SUKSES DAN BERJAYA BERSAMA. DAN JANGAN SUNGKAN-SUNGKAN UNTUK BERBAGI PENGALAMAN
DALAM MENULIS SEBUAH NOVEL DAN TIPS-TIPS DALAM MERANGKAI KATA DEMI KATA UNTUK
SEBUAH NOVEL.
SEMOGA YANG MAU
BERBAGI TIPS-TIPS DAN KRITIKAN YANG MEMBANGUN MENDAPAT AMAL JAHIRIYAH SAMPAI
JANNAH DAN MENJADI LAMPU PENERANG DI ALAM BARZAH NANTINYA. AAMIIN AAMIIN YA
ROBAL ALAMIN.
__ADS_1
SALAM SEHAT DAN
BAHAGIA SEMUA UNTUK PARA PEMBACA SETIA MANGATOON DIMANAPUN KALIAN SEMUA BERADA,