Hantu Dara

Hantu Dara
Tujuh Belas


__ADS_3

“Ahhhh!” si ibu cantik langsung melompat keluar dari


mobilnya dan berlari ketakutan dalam gelap. Sambal berlari tangannya terus


memukul-mukul kupingnya dengan kasar, seperti ketika seorang ingin mematikan


api yang terbakar di tubuhnya.


Kehabisan nafas, ibu cantic itu berhenti dari larinya dan


menoleh ke belakang. Jalanan kosong, tidak ada yang mengejarnya. Namun dari


belakang setang perempua itu mendekat dengan kedua tngan menjulur dan langsung


menutup kuping si ibu cantic, menekannya dengan keras-keras.


:Kuping saua….sakit!” si ibu cantic merintih perih. Pada moment


ini, si ibu cantic bisa melihat jelas kenangan pada beberapa malam yang telah


berlalu, ketika seorang gadis bisu mengetuk-ngetuk kaca mobilnya, memohon


pertolongan. Si ibu bisa melihat dirinya sendiri merendahkan si gadis bisu


dengan melempar receh dari sela kaca mobil. Lalu ketika dalam kenangannya ia


mencoba untuk melihat waha si gadis bisu, wajah gadis berubah menjadi wajah


setan perempuan yang menutup telingannya.


Kuku si setan budeg yang berwarna kekuningan tumbuh


memanjang dan masuk ke dalam telingan si ibu cantik.


“Akkhhhh! Sakit!!!” ibu itu merasakan sesuatu yang kasar


sedang berusaha mencungkil keluar gendang telinganya. Rasa ngilu yang di

__ADS_1


rasakannya menjalar langsung ke dalam kepalanya, menggigit setiap pembuluh


darah pada otaknya.


Tak jauh dari sana, sebuah mobil meluncur cepat. Di dalamnya


wajah suami sang ibu cantic tampak penuh dengan kerutan. Ia mengendarai


mobilnya sambal terus memperhatikan jalan di sekitarnya dengan seksama.


“mogoknya pasti di daerah sini, tapi dimana ya dia? Ia mengambil


Hp-nya lalu menekan tombol redial, caller id muncul dengan nama “mama” muncul


di layarnya. Beberapa saat ia menunggu teleponnya diangkat, tapi sampai nada


dering yang terakhir istrinya tidak juga mengangkat teleponnya.


“Aduh kok nggak di angkat sih?”


mendengar alunan music sopran kesukaan istrinya, dari arah depan, dan semakin


ia terus bergerak maju, bunyi music itu terdengar semakin keras. Hingga akhirnya


ia bisa melihat sebuah sedan mewah Eropa milik istrinya di bahu kiri jalan di


depannya. Pintu di bagian supirnya terbuka lebar dan suara alunan music sopran


terdengar nyaring dari dalam mobil itu. Tapi ia tidak bisa menemukan istrinya


disana. Maka ia terus memacu mobilnya sambal terus memperhatikan ke kiri dan


kanannya.


Di depannya, sang istrinya maish berdiri kesakitan di tengah


jalan, ia terus menjerit kesakitan, sampai akhirnya ia bisa merasakan hangat

__ADS_1


darah mengalir dari dalam telinganya turun ke pipi. Seketika suasana di


sekelilingnya menjadi diam, ia tak lagi bisa mendengar apapun bahkan suara


jeritannya sendiri. Ibu cantic itu langsung panic. Lalu ia melihat sorot cahaya


dari arah belakang, secara reflek ia langsung berbalik.


Dari belakang, mobil sang suami semakin mendekat dengan


cepat. Sang suami yang sedang berkonsentrasi melihat ke kiri dank e kanan, tak


sadar bila sang istri sedang berada di tengah jalan di depannya. Sekilas,


sebelum ujung mobilnya menghantam telak istrinya, sang suami sempat melihat


ekspresi kesakitan bercampur ketakutan pada wajahnya. Lalu tiba-tiba “Bruuugggg!”


si ibu cantic langsung terpental menghantam kaca depan mobil suaminya lalu


berguling melewati atap mobil dan jatuh menghantam aspal.


Suaminya langsung menginjak rem sekuat tenaga, seketika


mobil pun berhenti. Ia segera turun dan berlari kea rah tubuh istrinya yang


sudah tergeletak tak bernyawa di atas jalan.


“Mami! Mami!” sang suami berteriak putus asa.


Ketika tiba di samping istrinya, ia langsung membalikan


tubuhnya. Matanya merah melotot dan dari dalam hidung dan telingan darah segar


mengalir pelan. Keseluruhan wajahnya terlihat sangat menderita, tapi dari


matanya, ketakutan tersirat jelas.

__ADS_1


__ADS_2