Hantu Dara

Hantu Dara
Sebelas


__ADS_3

Anita sudah tidak dapat lagi menahan kepedihannya, maka ia


pun menangis.


Di dalam ruang rapat, jauh di Medan, Andre hanya bisa


terdiam mendengar suara tangis Anita. Sementara itu di depannya pria berambut


tipis dan berkacamata tebal itu masih terus berbicara dengan semangat.


 Kamar siska terletak di bagian paling belakang dari rumah


kontrakan yang di sewanya berdua dengan Anita. Ruangan kamar itu tidak besar


namun tertata rapi. Sebuah ranjang kecil di letakan rapat ke tembok, di


seberangnya ada sebuah kaca rias yang bundar sedang memantulkan bayangan Siska


yang sedang tertidur dengan pulas. Sepasang jendela yang menghadap langsung ke


rel kereta api tergantung tepat persis di atasnya, di sebelah meja rias.


Cahaya yang ada di kamar itu agak remang – remang hanya ada


sebuah lampu kaca yang menyala. Tepat di tembok di samping kepala Siska yang


sedang tertidur. Ada sebuah tangan bayangan yang kurus seperti tangan seorang


wanita dan kuku-kukunya yang panjang, menjukur dan terbuka seperti akan siap


mencengkram kepala Siska.


“Akkhhhh….!!!tiba-tiba saja Siska terbangun. Wajahnya yang

__ADS_1


basah oleh keringat dan ia langsung menoleh ke arah tembok dimana tadi ia


seperti ada bayangan tangan, tapi yang terlihat hanyalah bayangan dirinya.


Siska mengambil nafas legas lalu mengangkat gelas di sampingnya dan meminumnya.


Ia tidak sadar kalau bayangan dirinya bergerak sedikit terlambat dari


gerakannya.


“BRRAAKKK!!”” suara daun jendela di atas meja riasnya


tiba-tiba terbuka lebar dengan sendirinya. Angin dingin yang bertiup keras


memasuki kamarnya. Siska segera berdiri untuk menutup jendela kamarnya yang


sedang menganga bebas memperlihatkan kegelapan malam yang sunyi. Setelah  menutup jendelanya Siska berbalik dan terkejut


minum terlihat dengan jelas di tembok kamarnya. Pada hal di ranjangnya tidak


ada siapa pun. Hanya sebuah teriakan histeris merupakan reaksi pertama yang


bisa Siska lakukan. Tiba-tiba bayangan di tembok kamarnya itu berpaling ke arahnya


lalu pelan-pelan bangkit dan berjalan menghampirinya. Siska berjalan mundur dengan


perasaan yang penuh ketakutan, sampai akhirnya punggungnya menyentuh tembok


kamar. Tapi bayangan itu terus saja bergerak berjalan maju sambil menyeret


kakinya dengan gerakan tubuh patah - patah yang sangat mengerikan.


“Jangan!!! Tidaaakkkk!!!!!” Siska berteriak sekuat - kuatnya

__ADS_1


dan menutup matanya. Bayangan itu semakin lama semakin membesar dan semakin mendekatinya.


Dan…. “BRAAAKKKK!” terdengar keras suara pintu kamar Siska di buka dengan paksa


dan lampu kamar menyala terang. Anita yang berdiri di depan pintu dengan nafas


yang tersengal - sengal.


“Lu kenapa Sis?” Tanya Anita masih prihatin melihat keadaan wajah


Siska yang pucat pasi. Siska menoleh ke arah sumber suara, ia melihat Anita


sedang berdiri di depan pintu kamarnya, Siska langsung berlari menghambur


memeluk Anita erat-erat. Dia pun langsung menangis sejadinya sambil berkata “


A-ada setan Nit, ada setan di kamar gue… gue takut banget Nit!”


Anita mengusap punggung dan kepala Siska, berusaha menenangkannya.


Lalu Anita melihat ke sekeliling kamar Siska dari balik punggung Siska dengan


masih memeluk Siska tidak ada apa-apa. Tidak ada setan seperti yang Siska


katakan. Anita menggandeng tangan Siska dengan sedikit memeluknya untuk di ajak


duduk di pinggir ranjang. Tangan Anita masih terus mengusap punggung Siska yang


badannya masih gemetar ketakutan.


***


KITA HARI INI UPDATE DUA BAB YAAA…..

__ADS_1


__ADS_2