
“Pak Joko, kita disini hanya berdua saja.” Sukun mencoba
meyakinkan.
“Jadi ini siapa?” Pak joko mendekatkan wajahnya ke tempat
kosong di sebeleah Odjie. “Lu bukan Obeng?” tanyanya setengah yakin.
Sukun yang ketakutan melihat tingkah Pak Joko mengajak Odjie
kabur. Mereka berdua pun langsung pergi mengendap-ngendap meninggalkan Pak Joko
sendiri di kantornya sambal terus berbicara dengan ruang kosong.
Dari penglihatannya, Pak Joko yakin ia tidak bicara sendiri.
Sesosok buram berdiri tepat di hadapannya. “Obeng!Obeng!” kesal karena sosok
yang dikiranya Obeng itu diam saja, Pak Joko mulai membentak lepas kendali,
“Hei jawab! Lu Obeng bukan?”
Tiba-tiba. Sesosol buram yang dari tadi diam sajamulai
bergerak maju. Perlahan-lahan pandangan Pak Joko yang buram menjadi jelas
memperlihatkan wajah setan Budeg yang hancur.
“Akkkkkhhhhh!” Pak Joko langsung berteriak dan jatuh
pingsan.
Di pelataran parker markas pemburu mayat, Obeng masih
tertidur pulas di sepanjang bangku depan mobil jenazah dengan mulut yang
__ADS_1
menganga bulat seukuran jeruk mandarin. Di depannya, sebuah taman yang luas
yang di tumbuhi beberapa pohon beringin tampak tenang dan seram. Kabut tipis
melayang ringan seperti sekumpulan roh yang sedang mengantri untuk pergi ke
dunianya. Tiba-tiba di kaca mobil muncul setan gadis korban bunuh diri sedang
tersenyum kea rah Obeng. Setan itu menjulurkan kedua tangannya kea rah leher
Obeng melalui lubang kaca. Tiba-tiba sebuah tangan pucat lainnya yang lebih
kecil menangkap pergelangan tangan setan gadis itu sebelum berhasil menyentuh
leher Obeng. Si setan kecil sedang duduk di bangku belakang sambal menatap
setan gadis korban bunuh diri dengan seringai menakutkan yang licik. Lalu si
setan kecil yang iseng tadi ini, memonyongkan mulutnya memberi tanda kepada
Si setan wanita pun tertawa setuju, lalu dengan berlahan ia mendekati mulut Obeng denganbibir pucat
membiru yang di monyongkan. Tapi ketika semakin dekat, bau mulut Obeng membuat
si settan gadis menjadi muak. Ketika si setan gadis ingin menarik mulutnya
untuk menjauhibibir Obeng, si setan kecil yang iseng mendorong kepalanya
sehingga terus maju mencium bibir Obeng. Seketika Obeng langsung kaget dan
terbangun. Ia merasa baru saja ada mencium bibirnya. Tapi ketika melihat
sekelilingnya, tidak ada siap-siapa. Dalam kegelapan itu, Obeng bisa mendengar
suara tertawa ngakak seorang anak kecil dan suara seorang wanita yang sedang
__ADS_1
muntah-muntah. Sekali lagi Obeng menyisiri sekeliling denga matanya, tapi
memang benar di dekatnya tidak ada siapa-siapa. Bulu tengkuknya mulai berdiri
bersamaan. Sementara sura muntah dan tertawa itu terdengar dengan sangat jelas.
Di dekatnya.
Perlahan Obeng turun dari mobil, dengan berusaha tetap
terlihat tenang. Setalh berhasil turun dari mobil, ia langsung mengambil
langkah seribu dengan secepat kilat tanpa berpikir panjang lagi sambal berteriakmke
dalam markas pemburu mayat.
SEMOGA NOVEL INI BISA MENJADI BERMANFAAT UNTUK PARA PEMBACA
DAN PENULIS LAINNYA DAN DAPAT MENGHIBUR PEMBACA DENGAN MENGISI WAKTU LUANG.
YOOKKK DILIKE DAN KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA. DIHARAPAN
KRITIKAN YANG POSITIF DAPAT MEMBANGUN KARYA INI UNTUK MENJADI LEBIH BAIK LAGI.
SALAM SEHAT DAN BAHAGIA UNTUK PARA PEMBACA SETIA MANGATOON. SEMAKIN JAYA
MANGATOON DAN SEMAKIN BANYAK DI SUKAI.
NOTE:
"Jangan pernah lelah dengan mimpi, jika
tidak terpenuhi. Ketakutan akan kegagalan seharusnya tidak menghalangimu dari
jalan kepercayaan diri."
__ADS_1