Hanya Milikku

Hanya Milikku
Yang bermarga Rosendo


__ADS_3

Dia membenci seluruh wanita dimuka bumi, karena ibu kandungnya sendiri telah meninggalkan dirinya dan papanya demi menikah dengan laki-laki yang menurutnya lebih baik dari pada papanya. Dan itu sungguh membuat papanya depresi hingga melampiaskan semuanya pada anak semata wayangnya, dia sering mendapat pukulan, tendangan, tamparan, maki-makian bahkan dulu sewaktu dia berumur 10 tahun, papanya hampir saja membunuhnya dengan pisau dapur, beruntung ada neneknya yang mencegah hal itu terjadi.


2 tahun kemudian papanya, yaitu Tuan Rosendo, resmi dibawa ke rumah sakit jiwa karna keadaan mentalnya yang semakin memburuk, sejak saat itulah anak bernama Bernie Rosendo itu tumbuh menjadi sosok yang kaku, keras, dingin, pemarah, pendiam, dan sama sekali tidak ramah pada siapapun, ditambah neneknya yang sudah meninggal setahun setelah papanya dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa.


Tetapi satu hal yang semakin membuat Bernie kaku adalah dia harus mengurus perusahaan milik Tuan Rosendo yang sangat besar dan terkenal dengan kekayaan yang berlimpah ruah, sehingga kabar Tuan Rosendo harus dirahasiakan supaya perusahaannya tidak menurun. Di umurnya dulu yang masih 17 tahun dia harus memimpin perusahaan dengan dibimbing oleh tangan kanan Tuan Rosendo.


Dan kini diumurnya yang memasuki 23 tahun dia sudah lihai dalam bidang itu, sesekali dia mengunjungi Tuan Rosendo untuk mengetahui perkembangannya, namun sejak setahun terakhir keadaan mentalnya semakin memburuk membuat Bernie sangat tertekan, meskipun dulu dia disiksa tapi Bernie tidak pernah merasa dendam kepada papanya.


Wajahnya yang tampan dengan tubuh tinggi tegap membuat siapapun yang melihatnya menjadi terpesona, apalagi kaum hawa, tapi tak sedikitpun Bernie pernah melirik salah satu dari mereka.


Dia hanya punya satu teman dekat dan dia percaya yaitu tangan kanan Tuan Rosendo yang bernama Cleo, biasanya Bernie memanggilnya dengan sebutan Om Cleo, umurnya sekitar 40 tahun dan sudah 15 tahun menjadi kepercayaan keluarga Rosendo.


Tahun ini Bernie akan menyelesaikan s2 nya, dulu ketika s1 dia hanya butuh waktu 3 tahun karna dirinya yang jenius. Dia juga menjadi King of Campus, dan menjadi primadona kampus, banyak dosen yang menyukainya dan dia sering kali diajak dosen untuk mengahadiri acara-acara penting yang melibatkan kampus.


Tidak ada yang tau tentang keluarganya, dan Bernie tidak akan pernah membiarkan mereka tau.


************


Tepat ketika Bernie berada diparkiran, handphone nya berbunyi, telfon dari pihak rumah sakit jiwa, Bernie segera mengangkatnya,


"Hallo"


"Tuan Rosendo melarikan diri Tuan, kami minta maaf yang sebesar-besarnya, para perawat sedang mencari nya Tuan"


Wajah Bernie memerah, panas dingin dirasakannya, karena merasa sangat marah dengan apa yang didengarnya barusan.


"Cari sampai dapat, saya akan tuntut rumah sakit kalau sampai papa saya tidak bisa ditemukan! "


"Baik Tuan kami sedang berusaha"


Bernie mematikan telfonnya dan spontan menendang sebuah motor yang ada dihadapannya hingga motor itu ambruk menimpa motor lain yang ada disampingnya. Bukan Bernie namanya jika peduli dengan hal itu, dia berniat menghampiri mobilnya yang terparkir rapi tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, namun dia terkejut ketika memutar tubuh dan mendapati seorang gadis yang tengah berdiri dengan mata yang berkaca-kaca dan dengan wajah yang menunjukkan ekspresi kecewa yang sangat dalam.


"Kenapa kamu menendang motorku yang nggak bersalah? " tanya gadis itu, dia sepertinya mendengar percakapan Bernie tadi ditelfon.


Bernie hanya menatap dengan sinis, lalu merogoh sesuatu dari dalam saku celananya, dan memberikannya pada gadis itu, tiga lembar uang seratus ribuan.


Gadis itu menatap dengan heran, lalu mendongak untuk menatap wajah Bernie.


"Aku tidak butuh uangmu"


Bernie tersenyum sinis lalu meremas uangnya dan dilempar tepat mengenai dada gadis itu, Bernie pun berjalan menuju mobilnya dan melaju dengan cepat, menuju rumah sakit jiwa.


Sampai disana, Bernie langsung menemui perawat yang bertanggung jawab atas Tuan Rosendo, namanya Wilmer, 4 tahun lebih tua daripada Bernie.


Ketika Bernie datang, Wilmer sedang mondar-mandir dengan wajah cemas dan takut.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan? "


"Tuan.. ak.. aku sedang menunggu kabar dari Tuan Rosendo"


Bernie tersenyum sinis lalu menggebrak meja yang ada didepannya.


BRAAKKKK..!!!!!


"Mengapa kau tidak ikut mencari? keadaan dan keberadaan papaku adalah tanggung jawabmu! aku membayar mahal untuk itu!!"


"Maaf Tuan tapi atasan saya hanya memperbolehkan para perawat untuk mencarinya, semua nya telah berjumlah 10 orang dan saya rasa Tuan Rosendo akan segera ditemukan"


"Begitukah? bagaimana kalau tidak? "


Bernie menatap Wilmer penuh kecurigaan, dan Wilmer hanya diam ketakutan.


"Saya akan bicara pada atasan saya Tuan, permisi"


Wilmer berjalan keluar ruangan.


Bernie menggebrak meja sekali lagi, penanggung jawab macam apa itu, apa harus dia yang turun tangan?


Bernie keluar, dia langsung menuju parkiran dan menaikki mobilnya, dia menyusuri disepanjang jalan, mungkin Tuan Rosendo ada disana?


Sekitar 10 kilometer dari rumah sakit jiwa, Bernie menepikan mobilnya dia melihat seseorang yang mirip dengan Tuan Rosendo, Bernie pun turun untuk memastikan.


Hati Bernie terasa sangat sakit melihatnya, papanya punya perusahaan yang sangat besar dan jaya namun dirinya justru harus diberi orang untuk makan.


Bernie mendekat, dan berjongkok didepan papanya, Tuan Rosendo tampak tak menggubris tapi gadis disampingnya menyadari kehadirannya.


"Bernie?? " tanya gadis itu yang tak lain adalah gadis yang tadi motornya sempat ditendang Bernie.


Bernie tak membalas, tatapannya tetap tertuju pada papanya yang sedang lahap menikmati nasi bungkus.


"Papa.." panggil Bernie lirih


Gadis itu semakin bingung, kenapa Bernie memanggil bapak ini dengan sebutan papa, apa mungkin orang yang kurang sehat mentalnya ini adalah papanya?


"Papa ayo pulang, kita beli makanan yang enak"


Bernie menyenggol lengan Tuan Rosendo.


"Jangan ganggu aku makan!! "


"Ayo pulang pa, kita makan dirumah"

__ADS_1


Tuan Rosendo berhenti makan dan menatap wajah Bernie.


"Siapa kau mau mengatur ku? "


Bernie mengambil handphone nya dan menelfon perawat rumah sakit.


"Kemarilah dia disini"


"Baik Tuan "


telfon dimatikan, Bernie lalu beralih menatap gadis yang masih duduk ditempatnya dan menatapnya dengan heran.


"Sejak kapan dia disini? "


"Aku bertemu dengannya sejak 10 menit yang lalu, aku lihat dia mengorek sampah didepan, karna kasian aku mengajaknya duduk disini dan memberinya nasi bungkus, o ya uang yang kau beri tadi sudah kuberikan pada bapak ini, kau tidak keberatan kan? motorku tidak apa-apa jadi aku tidak butuh uang ganti rugi mu" ucap gadis itu panjang kali lebar.


Bernie hanya diam tanpa ekspresi, lalu dia menatap Tuan Rosendo.


Tak lama kemudian para perawat datang dan langsung membawa Tuan Rosendo meskipun Tuan Rosendo teriak-teriak karna tidak mau dibawa pergi, Bernie membiarkan dan tetap menyuruh mereka membawa pergi.


Gadis itu hanya menatap dengan iba, dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada bapak itu.


"Siapa namamu? " tanya Bernie pada gadis itu


"Sharon, kenapa? "


Bernie tidak menjawab, dia langsung masuk kedalam mobil dan mengikuti mobil rumah sakit yang membawa papanya, alasan dia ingin tau nama gadis itu adalah karna setelah ini dia harus membungkam mulutnya untuk tidak menyebarkan gosip dikampus bahwa ayah Bernie adalah seseorang dengan gangguan mental dan dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa.


Itu akan sangat mempengaruhi hidupnya, apalagi jika para orang perusahaan tau, karna sejauh ini yang tau hanyalah Om Cleo.


Bernie sudah berhadapan dengan kepala rumah sakit dan Wilmer, si penanggung jawab Tuan Rosendo.


"Apakah papaku tidak pernah kau kasih makan? sampai dia kabur dan mencari makan ditong sampah? aku membawanya kemari supaya dia bisa lebih baik dan bahkan sembuh, kenapa semuanya tidak ada hasil ha? apa yang telah kau lakukan pada ayahku? "


"Maaf Tuan, kamu sudah berusaha sebisa mungkin untuk merawat Tuan Rosendo, kami minta maaf atas keteledoran kami hari ini, Terima kasih sudah menemukan Tuan Rosendo" ucap Sang kepala rumah sakit.


"Terima kasih??? kau pikir kau siapa? jika dalam setengah tahun kedepan tidak ada perubahan apapun, aku akan membawa papaku pulang, dan membatalkan semua kontrak kerjaku pada rumah sakitmu!"


"Baik Tuan, kami akan berusaha semaksimal mungkin"


"Bagaimana bisa selama 11 tahun ini tidak ada perubahan sama sekali? bahkan terlihat lebih buruk daripada sebelumnya? kalian tidak lihat kalau badannya jadi kurus ha? "


Dua orang itu hanya menunduk, tidak ada yang menjawab sama sekali.


"Kalau merasa tidak bisa, lebih baik berhenti jangan membuat keadaan jadi lebih buruk dan membuat saya muak!! "

__ADS_1


Bernie keluar dari ruangan, dia akan benar-benar membawa pulang Tuan Rosendo jika hal ini terjadi lagi.


__ADS_2