
Bernie duduk di kursi kerjanya yang ada di kantor, menjelang hari wisudanya dia tidak ingin datang kekampus, dan ini kesempatannya untuk turun tangan langsung keperusahaannya.
Sedari pagi tadi hingga siang ini Bernie tetap duduk ditempatnya sambil menatap layar komputer, dia memantau perkembangan yang terjadi selama beberapa tahun terakhir ini.
Tok... tok... tok....
Mendengar pintu diketuk, Bernie hanya menyuruhnya masuk tanpa menoleh. Dan sekretaris Om Cleo pun masuk, dia seorang wanita seumuran Bernie namanya Grizelle.
"Selamat siang Tuan, saya membawa berkas yang harus ditanda tangani oleh Tuan"
"Apa Om Cleo tidak bisa menanda tanganinya? " tanya Bernie tanpa menoleh.
"Maaf Tuan, karna Tuan disini jadi ini sebaiknya Tuan yang menanda tanganinya"
Grizelle mendekat dan menaruh berkas nya dihadapan Bernie, Bernie meliriknya dengan sinis dan tidak suka, kenapa wanita ini dekat-dekat dengannya.
Bernie melihat dan membaca berkas itu dengan seksama, sementara Grizelle menunggu di sampingnya dengan sabar, namun yang Bernie tidak suka adalah Grizelle yang tidak bisa diam, dia terus memainkan rambutnya, membuat ekor mata Bernie jadi risih.
"Kau kembali keruanganmu! "
"Tapi ini hanya tanda tangan Tuan, tidak lama bukan? aku siap menunggu"
__ADS_1
"Aku bilang kembali keruanganmu! "
"Baiklah, nanti anda bisa menelfonku jika sudah selesai"
Bernie hanya diam dan terus melanjutkan membacanya, Tiba-tiba Grizelle menyodorkan sebuah kartu, Bernie meliriknya.
"Ini nomor telfonku Tuan"
"Tidak perlu, aku bisa menelfon Om Cleo agar memberi taumu"
"Sebaiknya anda langsung memberi tauku, supaya Tuan Cleo tidak kerepotan"
Grizelle menarik kembali kartu namanya, lalu segera keluar dengan wajah cemberut, niat ingin mendekati Tuan mudanya malah dimarahi. Apalah daya.
Sementara Bernie meletakkan kembali berkasnya, dia bisa menandatangani nya nanti, dia ingin makan siang sekarang, gara-gara pagi belum sarapan jadi sekarang dia agak gemetar karna lapar.
Bernie turun kebawah, sambil menelfon Om Cleo.
"Aku makan siang, kalau aku tidak kembali, kau bisa menandatangani berkas yang ada diruanganku! "
"Baiklah hati-hati dijalan Tuan"
__ADS_1
Bernie tidak menjawab, dia langsung menutup telfon. Lalu masuk mobil dan melajukan mobilnya menuju restoran favorit nya yang ada didekat kampus, restoran bintang lima yang dekorasinya bergaya Eropa, kata orang tidak semua orang bisa masuk ke restoran ini dikarenakan makananya yang begitu mahal. Namun bagi Bernie harga semua makanan ini tidak seberapa.
Entah bagaimana ceritanya hingga tiba-tiba Bernie kepikiran tentang Sharon, apa dia pernah membeli makanan disini? apa dia mampu membeli makanan disini ya. Tentang uang untuk pembayaran kuliah dan biaya hidupnya sehari-hari dari mana dia dapat, apa mungkin Ayahnya masih menafkahi nya apalagi dengan sifat Ayahnya yang temperamental.
Bernie masuk ruang VVIP setelah dia sampai di restoran, dia memesan makanan favoritnya yaitu steak panggang dan kepiting cabai hijau.
Sementara di kampus tengah heboh gara-gara ada seseorang yang memasang sesuatu dipapan pengumuman, yaitu dua buah foto yang didalam nya adalah Sharon si mahasiswa semester 5 dan seorang Bernie Rosendo, si Raja kampus yang sedang berada di perpustakaan dan Bernie terlihat sedang memberikan sesuatu pada Sharon. Semua orang tengah membicarakannya, mereka iri dengan posisi Sharon, dan semua orang bertanya-tanya ada hubungan apakah diantara dua orang itu.
Sharon menatap foto itu dengan hati yang ciut, bagaimana bisa ada paparazi yang memantau mereka di perpustakaan kemarin, jangan-jangan orang itu juga mendengar pembicaraannya, bisa-bisa dia malu karna yang dia ucapkan pada Bernie tidak pantas.
"Jadi ada urusan apa Shar kemarin, foto ini pasti diambil waktu Bernie nyuruh kamu buat datang ke perpustakaan, Jangan-jangan Bernie sendiri yang menjebak"
"Gak mungkin Jan, aku harus gimana nih? aku takut "
"Kenapa sih, emangnya kalian melakukan hal yang jorok enggak kan, lagian fotonya juga cuma gitu, ngapain takut? "
"Lebih tepatnya aku malu, gimana kalau semua orang jadi musuin aku gara-gara gak Terima kalau aku kenal sama Bernie, itu bakalan jadi hal berat, aku gak mau Jan"
"Percaya aja kalau semua bakal baik-baik aja oke"
Sharon mengangguk, tadi dia sudah mengambil paksa fotonya yang ada di papan pengumuman, dia takut kalau Bernie tau dia akan dimarahi olehnya.
__ADS_1