Hanya Milikku

Hanya Milikku
Sebuah foto


__ADS_3

Gosip tentang hubungan Bernie dan Sharon telah menyebar sampai satu kampus, tentu saja semua orang ingin tau yang mana Sharon itu, secantik apa hingga Sang Raja Kampus itu meliriknya?


Padahal yang terjadi sebenarnya bukan seperti itu, tapi semua orang seolah percaya bahwa mereka punya hubungan spesial.


Termasuk para dosen, sebagian mengatakan mereka serasi karna Sharon juga sangat cantik.


Sharon memilih tutup mulut karna dia tau tidak ada orang yang ingin mendengar penjelasannya.


Sementara Bernie yang tak tau menau, kali ini tengah berjalan santai, setelah turun dari mobilnya, dia sudah mempersiapkan pidato untuk hari H yang akan dilaksanakan lusa.


Jadi dia kemari hanya untuk berkeliling atau dia menghabiskan waktu diperpustakaan.


"Bernie! " panggil salah seorang dosen yang sering mengajak Bernie untuk menghadiri seminar atau acara-acara penting seputar pendidikan, namanya Mr. Harris.


"Ya"


"Bagaimana? kau sudah siap untuk acara wisudamu? "


Bernie hanya mengangguk.


"Saya harap kamu bisa konsentrasi untuk pidatomu, ingat kau ini raja kampus untuk semua teman-temanmu, jadi tentang foto yang menyebar itu jangan dipikirkan lagi yang penting hubunganmu dengan gadis itu juga baik-baik saja oke, namanya sudah dikenal oleh semua kalangan jadi tidak usah kaget jika hal pribadimu diekspos oleh Paparazzi "


Bernie mengerutkan kening, foto? foto apa? jangan-jangan foto papanya?


"Foto apa? "


"Lho kamu tidak tau? tidak lihat dipapan pengumuman kemarin? kalau sekarang sih fotonya sudah diambil sama gadis itu, jadi tidak ada lagi"


Bernie menggeleng lagi, dia semakin bingung, gadis? gadis siapa?


"Siapa yang Anda maksud gadis? "


"Namanya Sharon kalau nggak salah, saya juga dengar dari bapak-bapak dosen"


Bernie menghela nafas, gadis itu lagi?


"Saya permisi"

__ADS_1


Mr. Harris mengangguk lalu menepuk pundak Bernie sebelum Bernie pergi, Bernie menelfon Sharon supaya dia cepat bisa menemukan keberadaannya, kalau kali ini sampai tentang keluarganya lagi dia pastikan akan langsung membuat perhitungan hari ini juga.


"Dimana kau? "


"Aula, kenapa? "


Tut...


Bernie mematikan telfonnya, dia langsung berjalan dengan cepat menuju aula kampus yang letaknya tak jauh dari perpustakaan.


Sampai disana, Bernie langsung masuk, dan didalam tampak semua orang menatapnya dengan wajah penuh kekaguman, Sharon yang tak tau akan kehadiran Bernie pun tetap melanjutkan kegiatannya untuk menghias vas bunga.


Tiba-tiba Bernie mencekal lengan Sharon, membuat Sharon kaget, Bernie menarik tangan nya dan berjalan keluar aula, semua orang bersorak sorai, yang belum percaya sekarang pun jadi percaya dengan hubungan mereka.


"Ada apa? " tanya Bernie


Bernie masih diam, dia tetap melanjutkan jalannya, dia membawa Sharon ke gudang, karna saat seperti ini hanya tempat itulah yang tidak ada orang sama sekali, tentu saja Bernie tidak mau jika ada orang lain yang tau kalau dia membicarakan Tuan Rosendo.


Bernie menutup pintu dengan kasar, membuat Sharon lebih takut lagi.


"Apa maksud mu? "


"Jangan pura-pura bego! "


"Siapa yang membicarakan lagi? aku benar-benar tidak tau"


Bernie mendekat dan semakin memojokkan Sharon, padahal belakang Sharon adalah sebuah meja, jadi Sharon hanya mencondongkan tubuhnya kebelakang.


"Foto apa yang dimaksud Mr. Harris, kau pasti tau"


Sharon langsung menghela nafas, syukurlah Bernie hanya salah paham, Sharon mendorong dada Bernie dengan jari telunjuknya.


"Kali ini kau benar-benar salah paham padaku, asal kau tau gosip yang sekarang beredar bukan itu, tapi..."


Sharon mengambil sesuatu dari dalam tas nya, lalu dia tunjukan pada Bernie.


"Ini.. aku tidak tau siapa yang mengambil gambarnya, tapi kau pasti bisa berfikir cerdas kalau ini bukan salahku! kau yang memanggilku ke perpustakaan! "

__ADS_1


Bernie menatap foto itu, fotonya dan Sharon, oh ini jauh lebih baik daripada tentang keluarganya.


Bernie menatap Sharon kemudian.


"Apa yang digosipkan? "


"Mereka pikir kita punya hubungan"


Bernie tersenyum sinis, lalu mengambil foto yang ada ditangan Sharon, lalu dia kembali mendekat, bahkan kini lebih dekat, jarak wajah mereka tidak lebih dari 10 cm.


Sharon berusaha menahan tubuhnya agar tetap condong kebelakang.


"Kenapa lagi, kemarin aku sudah mengatakannya, dan sepertinya aku memang tidak bisa membuatmu jatuh cinta, maaf kalau Ayahku mata duitan"


"Bagaimana kalau kita wujudkan saja prasangka mereka? "


"Maksudmu apa? "


"Aku tidak mau jadi bahan gosip lagi, maka dari itu kalo kita memang punya hubungan mereka tak akan menggosip lagi bukan, karna mereka sudah tau kalau kita memang benar punya hubungan"


Sharon terdiam, jantungnya seakan ingin lepas dari tempatnya, karna hembusan nafas Bernie terasa menyapu keningnya, perasaan itu mengalir lagi dengan begitu deras. Sharon takut, takut untuk mengiyakan ajakan Bernie, karna Sharon tau jika Bernie hanya main-main.


"Tidak perlu, kau akan semakin terbebani dengan hal itu"


Bernie hanya menatap Sharon, dia berfikir dengan keras untuk tidak lagi jadi bahan gosip, mereka pikir dia artis? sementara Sharon juga balik menatap Bernie, mereka bertemu dalam suatu hal yang tidak menyenangkan, dan Sharon yakin Bernie bukan orang yang gampang mau apalagi menyangkut perempuan, selama ini yang Sharon dengar adalah bahwa Bernie tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan mana pun, dia menghindari semua wanita, meskipun Sharon berharap lebih tapi dia masih bisa berfikir jernih sudah cukup kesakitan nya dulu setelah menjalin hubungan dengan Ray.


Mereka hanya saling tatap hingga beberapa menit dengan pikirannya masing-masing.


"Baiklah, tidak masalah lagi pula aku disini hanya sampai lusa, karna setelahnya pasti tak akan pernah bertemu denganmu"


Bernie menjauh, dan perasaan Sharon tiba-tiba kecewa. Bernie memasukkan foto itu kedalam saku celananya.


"Jangan lupa untuk tampil, pastikan kau tidak pingsan setelah naik panggung! "


Sharon hanya terdiam, Bernie keluar duluan dari gudang.


Harapannya pada Bernie sepertinya tidak akan membuahkan hasil, jadi dia harus bersiap untuk menghadapi Ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2