
Bernie segera menarik tangan Sharon dan keluar dari bar, dia mengajak Sharon masuk mobil.
"Aku tidak tau apakah kau perlu membantuku atau tidak, aku bingung "
"Kenapa? "
"Aku takut pada Emerson tapi aku juga tidak tau bagaimana aku harus mengembalikan uangmu, uang itu besar sekali dan Ayahku tidak punya niat untuk membayar karna perjanjian mereka dari awal jika Ayah tidak bisa membayar maka aku boleh dibawa! "
Bernie melihat Sharon penuh iba, dia lega sudah bertemu dengan Sharon, Bernie melajukan mobilnya.
"Kau bisa mencicil nanti setelah kuliah mu selesai, pastikan kau selalu menyimpan nomorku dan bilang padaku jika kau ingin berganti nomor supaya aku tau kau tidak akan kabur"
Sharon menangis dan mengangguk, dia terharu sekali dengan kebaikan Bernie, padahal dia pikir tadi Bernie akan langsung meminta uangnya.
"Aku akan mengantarmu pulang, pastikan besok otakmu fresh karna akan tampil! "
Sharon mengusap air matanya, lalu menoleh kearah Bernie.
"Bisakah kau tidak mengantarku kesana? "
"Kau mau kemana? "
"Pasti didekat sini ada kost, aku tidak mau pulang"
Bernie diam saja, dia tetap melajukan mobilnya, dia tidak berniat mencari kost, karna logikanya kost mana yang masih buka pada jam segini.
Setelah beberapa menit, Mobil berhenti dihalaman luas, Sharon terkejut melihat bangunan yang ada didepannya, kost apa ini kenapa besar sekali.
__ADS_1
"Ini terlalu mewah, aku pasti tidak bisa bayar sewanya semalam"
"Ini rumahku! "
"Apa? "
Bernie turun dari mobil, sementara Sharon masih melongo, ternyata yang dikatakan teman-temannya benar bahwa Bernie memang kaya raya dan sempurna, siapa yang tidak akan kagum dengan orang tampan, cerdas, dan kaya.
"Apa kau akan tidur disana sampai pagi? "
ucap Bernie karna Sharon tak kunjung turun.
Sharon segera turun dan mengikuti Bernie yang segera masuk rumah, lampunya otomatis menyala ketika Bernie masuk, segala perabotan rumah terlihat mewah dan mahal, dengan lantai marmer yang berkualitas, ruang tamunya luas, dan ada aquarium besar yang terpajang disana.
"Aku bisa tidur disini? " Sharon menunjuk sofa ruang tamu yang terlihat empuk dan lebar.
Sharon pun mengikuti Bernie ke lantai 2, Bernie membuka pintu sebuah ruangan,
"Kau bisa tidur disini! "
Sharon melongok kedalam, sebuah kamar bernuansa hijau dan luas, ini kamar Bernie kah? tapi tidak mungkin, mungkin ini kamar tamu.
"Makasih" Sharon menutup pintunya.
Bernie hanya mengangguk, sedari tadi Bernie kepikiran jari-jari Kaki Sharon yang berdarah, ternyata penglihatannya di story tidak salah, karna Sharon memakai sandal serampatan jadi jari-jari kakinya bisa dilihat dengan mudah, darahnya memang sudah mengering, tapi sebaiknya tetap diobati.
Bernie membuka pintu kamar Sharon setelah mengambil kotak p3k, tapi dia terkejut dan melongo ketika melihat Sharon sedang membuka resleting belakang yang ada di gaunnya, kebetulan Sharon membelakangi pintu jadi ketika Bernie masuk Bernie langsung bisa melihat punggung mulus Sharon.
__ADS_1
Tentu saja Sharon kaget dan langsung berbalik badan menghadap Bernie supaya punggungnya tidak terlihat, dia teriak karna panik, dan sialnya rambutnya terjepit diantara resleting membuat Sharon semakin panik. Sementara Bernie tidak berniat untuk keluar kamar, mungkin karna ini pertama kalinya dia melihat jadi keterkejutannya membuat dia diam.
"Kenapa kau tidak mengetuk dulu? meskipun ini rumahmu tapi aku ada didalam sini, kau mana tau aku sedang apa? " teriak Sharon
"Aku hanya mengantar ini! jari kakimu terluka kan, kau bisa mengobati sendiri! "
"Aku tidak perlu obat, kau keluarlah! "
Sharon tetap memegangi gaunnya supaya tidak jatuh, karna Bernie tau rambut Sharon tersangkut, Bernie malah mendekat otomatis Sharon mundur.
"Kaluar Bernie! kau mau apa? dasar mesum!! "
"Aku bisa membantu! "
"Tidak! tidak usah aku bisa sendiri! "
Bernie langsung memutar tubuh Sharon untuk dihadapkan membelakanginya, tapi Sharon kaku dan semakin tariak hingga hampir menendang Bernie jika saja Bernie tidak menghindar.
"Diamlah!!! " teriak Bernie membuat Sharon diam, takut dengan suara Bernie yang meninggi, akhirnya Sharon berdiri membelakangi Bernie. Kedua tangannya diturunkan oleh Bernie, dan dengan sabar Bernie melepaskan rambut Sharon yang tersangkut diresleting.
Ketika tangannya bersentuhan dengan punggung Sharon, Bernie merasa hawa panas menyerangnya, dan merasakan 'sesuatu' yang tidak biasa. Apa ini??
Dia laki-laki dan sudah pasti dia merasakan sesuatu jika melihat punggung seputih dan semulus ini.
Setelah rambut nya terselamatkan, Bernie menarik resletingnya supaya tertutup, dia buru-buru keluar dari kamar, dia tidak tahan.
Sementara Sharon melihatnya dengan heran, ada apa dengan Bernie bukankah tadi dia tidak mau disuruh keluar?
__ADS_1
Untuk menghindari kejadian yang sama, Sharon mengunci pintunya, dia ketar-ketir ketika Bernie membantunya melepas rambutnya yang terjepit, tapi syukurlah Bernie tidak apa-apa dengan pemandangan itu.