Hanya Milikku

Hanya Milikku
Prince of heaven


__ADS_3

Bernie menatap foto yang dia pegang sambil merebahkan diri diatas kasur, foto yang dia dapat dari Sharon kemarin. Tentu saja fotonya dan foto Sharon, entah kenapa dari tadi yang dia pandang adalah foto Sharon.


Dia tidak pernah merasakan seperti ini jadi dia tidak tau dia ini kenapa, tapi rasanya dia ingin segera hari esok supaya bertemu dengan Sharon.


Bernie melihat handphone nya dan mencari nomor Sharon, dia tidak berniat untuk menelfon, hanya ingin tau kapan terakhir kali Sharon menggunakan WhatsApp nya.


Pukul 20:53 terakhir kali Sharon menggunakannya, dan sekarang pukul 22:47. Bernie menghela nafas panjang.


Tak sengaja dia melihat story Sharon, tampak dia memotret sebuah pemandangan malam yang tidak asing bagi Bernie, seperti halaman Bar yang biasa dia kunjungi bersama Om Cleo? dan satu lagi foto itu menunjukkan sedikit jari-jari kaki Sharon yang tampaknya berdarah, orang lain mungkin tidak akan sadar dengan keberadaan kaki itu, tapi Bernie sadar.


Ada apa Sharon disana? apakah dia masih disana? Bernie melihat jam lagi, belum ada jam 11 malam.


Bernie segera mengambil jaket dan langsung turun dari lantai 2 rumahnya, tidak ada yang perlu dimintai izin karna Bernie hanya tinggal sendiri setelah papanya dibawa kerumah sakit dan setelah kepergian neneknya.


Mobil Bernie melaju kencang menuju Bar Prince of heaven.


Sampai disana, Bernie segera masuk setelah menunjukkan kartu member, karna tidak semua kalangan boleh masuk, bar itu termasuk bar paling elit yang ada di kotanya, peraturannya ketat, karna anak sekolah tidak boleh masuk juga hanya orang-orang berduit yang bisa membayarnya.


Bernie celingak-celinguk mencari keberadaan Sharon, dimana dia kira-kira. Dengan keadaan bar yang super mewah dan besar, dia butuh bantuan.


Akhirnya Bernie bertanya kesalahan satu bartender pria.


"Kau pernah lihat dia disini? "


Bernie menunjukkan foto Sharon, dan pria itu menggeleng.


"Kira-kira sudah dari tadi atau barusan kalau kemari? "


"Sekitar 2 jam yang lalu mungkin"


"Coba kau cari dilantai 3 "


Bernie tak menjawab, dia langsung naik ke lantai 3, dan membuka semua ruangan tapi tak dia dapatkan keberadaan Sharon, hanya ruang VIP yang belum dia masuki tapi di setiap ruang VIP pasti ada seorang penjaga yang berdiri didepan pintu.


"Apa didalam ada orang ini? "


Bernie menunjukkan foto Sharon lagi, dan penjaga itu menggeleng. Sampai 5 kali ke penjaga VIP Bernie tak kunjung mendapat titik terang, apa mungkin Sharon sudah pulang? Bernie turun ke lantai 2 dan melakukan hal yang sama, tapi hasilnya tetap nihil, sampai hampir pukul 12 malam, Bernie memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di lantai 1 dia memesan segelas bir.


Lama sekali Bernie berfikir, pada akhirnya dia merasa bodoh, apa yang dia lakukan barusan? kenapa mencari Sharon sampai seperti mencari orang hilang? Bernie menepuk keningnya, bodoh sekali padahal besok dia sudah bergelar M. M.


Padahal seandainya tadi dia berhasil bertemu Sharon dia sendiri tidak tau harus apa dan bicara apa, untung sekali tidak bertemu.


Bernie meneguk birnya.


"Hello Tuan Bernie! "


Bernie menoleh ketika mendengar seseorang menyapanya, itu gadis bar yang biasanya bergabung bersama Om Cleo, namanya Lyman.


Bernie hanya mengangguk, dia bisa bersikap baik karna perempuan ini kenal baik dengan Om Cleo.

__ADS_1


"Boleh aku duduk disini? "


Bernie mengangguk lagi. Lyman pun duduk.


"Apa Tuan Cleo tidak ikut kemari? "


"Tidak"


"Tumben anda datang kemari sendiri? apa anda butuh seseorang untuk menemani? saya punya daftar fotonya jika anda mau"


"Tidak perlu, aku memang ingin sendiri"


"Oh baiklah, tadi kulihat sepertinya anda sedang mencari seseorang, apa anda butuh bantuan? mungkin saya bisa sedikit membantu"


"Tidak, tidak jadi dia sudah pulang"


Tepat setelah Bernie mengatakan hal itu, seseorang berjalan melewati mejanya, dan kebetulan Bernie menghadap kedepan jadi dia bisa tau siapa yang lewat.


Sharon!


"Siapa yang anda cari kalau boleh tau? "


Bernie hanya diam sambil memperhatikan Sharon, mungkin karna lampu bar yang redup jadi tidak mudah bagi orang lain untuk mengenali.


Sharon sedang bersama seorang pemuda tinggi yang berpakaian santai, dia tidak tau siapa tapi Sharon terlihat tertekan dan diam saja ketika berjalan di samping pemuda itu.


Sebelumnya Bernie pikir mereka akan pulang tapi ternyata dugaan Bernie salah, Sharon dan pemuda itu duduk di salah satu kursi yang ada dipojok ruangan, pemuda itu memesan dua gelas bir.


"Apa anda mengenal mereka? atau salah satu dari mereka? "


Bernie menoleh, Lyman masih disini ternyata.


"Ehm.. tidak tidak kenal"


"Apa anda yakin? tampaknya anda mengenal salah satu dari mereka"


Bernie melirik dengan sinis, kenapa ngeyel sekali perempuan ini.


"Pemuda itu namanya Emerson, dia member disini, tapi biasanya dia kemari bersama teman-temannya dan memilih gadis yang dia sukai untuk dibawa kekamar VIP lantai 4, tapi kali ini sepertinya dia bersama wanitanya sendiri"


Bernie menelan saliva dengan susah, Jangan-jangan mereka baru saja keluar dari kamar VIP makanya tidak ada di lantai 3 dan 2. Tapi kenapa Sharon bisa mengenal pria itu? dan kenapa wajah Sharon begitu murung jika dia melakukan dengan senang hati.


"Saya permisi Tuan, nikmati minuman anda"


Bernie mengangguk, sepeninggal Lyman Bernie tetap memperhatikan Sharon dan gerak-gerik pria bernama Emerson itu, pria itu terlihat sedang menggoda Sharon, dan Sharon terlihat risih.


Bernie melotot ketika tangan Emerson memegang paha Sharon, meskipun Sharon memakai sebuah gaun hitam selutut, tapi bisa dipastikan jika gaun itu akan segera disingkap oleh Emerson.


Sharon terlihat berusaha menghalangi tangan Emerson, tapi justru Emerson membentak Sharon hingga Sharon ketakutan.

__ADS_1


Bernie panas, dia langsung menghampiri Sharon tanpa pikir panjang.


"Sharon! "


untuk pertama kalinya Sharon mendengar Bernie memanggil namanya, dia terkejut melihat Bernie ada disini.


Emerson menatap Bernie dengan sinis dan tidak suka karna kedatangan Bernie sangat mengganggu.


"Bisa ikut aku? ini penting! "


"Siapa kau sampai mengganggu kami? dia sedang bersamaku jadi jangan mengganggu! "


"Aku tidak punya urusan denganmu, sebaiknya kau diam saja! "


"Kau disini? " tanya Sharon dengan penuh harap, matanya seperti mengatakan bahwa dia meminta pertolongan pada Bernie, dan Bernie peka akan hal itu.


"Hei asal kau tau, Ayahnya sudah mempercayakan dia padaku, jadi jangan coba-coba mengambilnya! "


"Aku bukan barang! "ucap Sharon


" Kau tidak ingat hutang ayahmu kah? kau ingin melihat Ayahmu di penjara kah? "


Bernie tau titik terangnya sekarang.


"Berapa hutangnya? " tanya Bernie


"Apa kau punya uang? tidak usah jadi pahlawan, ini sudah malam sebaiknya kau pulang dan tidur! "


"Lalu apa yang kau lakukan disini? apa nggak sebaiknya kau pulang dan tidur?"


"Bangsat!! "


Emerson berdiri dan sudah ingin meninju wajah Bernie, untung Bernie sigap dan langsung menahan tangan Emerson.


"Kutanya sekali lagi berapa hutangnya? "


"200 jt, kau ingin membayar? "


"Kalau sudah kubayar, apa kau bisa jauh-jauh dari keluarganya? "


Emerson tersenyum sinis, lalu melihat Sharon sebentar dan kembali melihat Bernie.


"Aku mau cash! "


"Baik, datanglah kemari besok malam! "


Bernie merogoh saku jaketnya dan memberikan kartu nama pada Emerson.


"Hubungi aku jika kau sudah sampai! sekarang kau tidak usah mengganggunya, aku yang akan mengantarnya pulang menemui Ayahnya! "

__ADS_1


Bernie sengaja menekan kata Ayahnya supaya Emerson tau jika dia sama sekali tidak takut dengan Ayah Sharon.


__ADS_2