Hanya Milikku

Hanya Milikku
With Highest Praise


__ADS_3

"Aku berangkat duluan karna harus make up" ucap Sharon setelah mandi.


"Ya" jawab Bernie singkat membuat Sharon memutar mata.


"Terima kasih sudah memberi tempat untuk semalam"


Bernie hanya mengangguk, Sharon pun keluar dari rumah dan segera naik taxi yang sudah dia pesan beberapa menit lalu, sebenarnya dia tampil setelah acara inti, seperti hanya hiburan setelahnya, tapi dia tetap harus berangkat sekarang.


Sementara Bernie masih duduk disofa ruang tamu sambil membaca sebuah majalah bisnis, tapi pikirannya tak bisa bohong bahwa dia terus kepikiran punggung Sharon, semalam pun dia tidak bisa tidur setelah mandi.


Apa dia memang tertarik dengan Sharon atau punggung nya saja? Bernie naik ke lantai atas dan masuk kamar yang semalam ditempati Sharon, bau parfum khas Sharon masih tercium disini, membuat Bernie semakin teringat punggung Sharon, Bernie duduk di tepi ranjang dan mengamati di setiap sudut ruangan, siapa tau menemukan Sharon disini, haha padahal sudah jelas bahwa Sharon berangkat.


Handphone Bernie berdering, dia segera melihat, siapa tau dari Sharon.


Oh bukan! Om Cleo yang menelfon.


"Ya? "


"Hari ini wisuda anda bukan? selamat anda sudah berhasil, bisa kita rayakan nanti malam Tuan? saya akan mengundang para karyawan kantor supaya ramai, mereka pasti ikut senang"


"Terserah kau saja, tapi aku akan datang terlambat, aku masih punya urusan"


"Baiklah, dimana anda mau merayakannya? "


"Hotel Five King, mereka bisa menginap jika malas pulang, aku yang akan membayar seluruh sewanya"


"Baiklah Terima kasih Tuan"


"Hmm"

__ADS_1


Telfon dimatikan, Bernie memasukkan handphonenya kedalam saku celana, dia akan berangkat sekarang karna acara nya mungkin akan segera dimulai.


Beberapa jam setelahnya acara inti dimulai satu persatu mahasiswa pascasarjana diumumkan dan naik ke panggung untuk menerima nilai Ipk serta kalung wisuda, dan semua orang tercengang setelah mendengar nilai Bernie, nilai sempurna yaitu 4,00 dijurusan Managemen. Bernie sendiri tidak terkejut tinggi atau rendah Ipk nya dia akan tetap menjadi CEO di perusahaan nya sendiri.


Semua dosen melihat Bernie dengan bangga terutama Mr. Harris di sepanjang acara dia tersenyum padahal Bernie yang seharusnya senyam-senyum.


Setelah semuanya diwisuda, Bernie naik kepanggung untuk menyampaikan pidato perwakilan sebagai king campus.


Semua mendengarkan dengan baik, padahal didalam hati Bernie, dia menangis karna tak ada satu keluarga pun yang bisa menyaksikan keberhasilannya.


Bernie duduk di kursinya setelah selesai, dan masuklah acara hiburan, sambil semuanya diberi kotak makan, Bernie hanya meletakkan dimeja, tanpa mau menyentuh makannya.


"John Sharon silahkan memberikan penampilan terbaikmu! " ucap seorang MC.


Bernie langsung mendongak untuk menatap Sharon, dia tidak tau kalau urutan Sharon seawal ini.


Sharon terlihat gugup, Bernie terus menatap tanpa mengalihkan pandangannya, bahkan sedetik kemudian Bernie merekam penampilan Sharon dengan Handphone nya. Sharon menyanyikan lagu berjudul If it is you, dan sepanjang dia menyanyi dia melihat kearah Bernie, dan liriknya pun seperti dirinya yang mengungkapkan perasaannya pada Bernie, Bernie agak kikuk ketika Sharon terus menatapnya.


Sharon turun setelah penampilannya selesai. Sementara Bernie menatap layar handphonenya dengan senyum, yang dia lihat adalah rekaman Sharon barusan.


Entah karna make up atau memang dari lahir Sharon menjadi lebih cantik, tubuhnya pun melekuk-lekuk seperti model, apalagi Sharon menggunakan gaun yang terbuka, menambah kesan sexy pada tubuhnya.


Seketika Bernie teringat kejadian semalam, Lagi-lagi bayangan punggung Sharon terasa berputar-putar di otaknya.


Sharon dihampiri oleh Jannis, ketika Sharon sedang berbicara dengan Nathan, teman sejurusan nya.


"Shar, kau bisa tidur nyenyak kayak nya nanti malam"


"Kenapa Jan? "

__ADS_1


"Kan udah tampil, tadi tau kan kalo Bernie merekam penampilanmu"


"Tau.. "


Tak lama kemudian banyak mahasiswa yang datang memberikan buket bunga juga beberapa kado pada Sharon sampai Sharon dibantu Jannis untuk membawanya.


"Tolong berikan pada Bernie ya! "


Sharon dan Jannis hanya berpandangan, kenapa tidak langsung diberikan sendiri pada Bernie? merepotkan saja.


"Ini gimana jadinya? kubantu memberikan pada Bernie yuk! " Jannis mengajak


"Sekarang? "


"Iya, mumpung dia masih disana"


Sharon melihat Bernie yang sedang duduk santai sambil bermain handphone, nasi kotaknya sama sekali tidak dia sentuh apa tidak level dengan makanan seperti itu? padahal bagi Sharon nasi kotak itu isinya sudah mewah dan enak.


"Bernie" panggil Sharon


Bernie pun menoleh dan melihat Sharon serta Jannis yang berdiri dengan membawa banyak buket bunga juga beberapa kotak kado.


"Ini dari fans mu mungkin, mereka menitipkan pada kami" ucap Sharon


"Untuk kalian saja, aku tidak mau"


"Ini banyak Bernie, kau nggak mau tau apa yang mereka berikan untukmu? setidaknya bukalah dulu"


Bernie menatap Sharon dengan heran.

__ADS_1


"Aku tidak mau! "


Bernie kemudian melangkah pergi, tinggal Sharon dan Jannis yang planga plongo setelah ditinggal sang pemilik benda-benda ini.


__ADS_2