
"Siapa laki-laki kemarin? " tanya Ayah Sharon, namanya Josue.
Sharon menunduk sambil meletakkan piring-piring dengan hati-hati, sedari kemarin dia terngiang-ngiang ucapan Bernie yang mengatakan bahwa dia harus bisa melindungi dirinya sendiri, memang benar selama pun Ibunya diam saja jika Josue memarahi bahkan memukulnya.
"Dia kakak tingkat dikampusku"
"Siapa namanya? beraninya padaku"
Sharon berdehem.
"Bernie Rosendo"
Josue langsung menghentikan makannya, Sharon pun melihat dengan heran.
"Ada apa? "
"Kau ada hubungan dengannya? "
Sharon menggeleng. Josue langsung berdiri dan memelototi Sharon, Sharon langsung menunduk ketakutan.
"Kenapa kau tidak bilang dari kemarin bahwa dia anak dari Tuan Rosendo? dan kau tidak ada hubungan apapun dengannya?"
__ADS_1
"Kenapa? "
"Bodohhh!!! dia orang paling berpengaruh di negara ini, perusahaannya besar dan sukses, jangan bilang kau tidak tau"
Sharon menggeleng.
"Bodoh, bodoh, bodoh!! mulai sekarang kau harus bisa membuat dia jatuh cinta padamu agar dia menjadikanmu istri dan kita bisa hidup enak! "
Sharon menelan saliva dengan susah, bagaimana bisa Ayahnya berfikir seperti itu? meskipun dia memang mengagumi Bernie tapi dia tidak ada niat untuk membuat Bernie jatuh cinta padanya, semua itu karna dia tau, dia tidak pantas berada disisi Bernie dalam hal apapun.
"Aku tidak bisa"
"Kenapa?? dasar tolol, bodoh, apa yang kau pikirkan? kau mau hidup seperti ini sampai akhir hayat ha?? "
Josue tertawa.
"Anak bodoh, aku tidak peduli apapun, kalau kau bisa membuat Bernie jatuh cinta padamu maka aku akan bersikap baik padamu "
Sharon mengangkat wajahnya, benarkah yang dikatakan Ayahnya.
"Sekarang kau berangkatlah ke kampus dan temui dia, dandan lah semenarik mungkin, dia pernah datang kemari maka sudah pasti dia akan melirikmu"
__ADS_1
Josue mendorong Sharon untuk masuk kedalam kamarnya, lalu menutup pintunya.
"Dandanlah yang cantik aku tidak sabar ingin jadi kaya"
Sharon meremas kaos yang dipakainya, Lagi-lagi dia berfikir kenapa dia harus lahir di keluarga yang seperti ini, tanpa saudara pula, dia lelah mengahadapi Ayahnya juga tak betah berada dirumah karna Ibunya yang tak pernah peduli padanya.
Sharon mengambil gaun yang tergantung dilemari pakaiannya, dia jarang sekali memakai gaun ketika ke kampus, namun kali ini demi tidak dimarahi Josue, Sharon terpaksa memakai gaun berwarna biru tua itu.
Rambutnya dibiarkan terurai, lalu dia memakai bedak tipis dan juga lipstik berwarna pink, dia tampak cantik, apalagi dia tak perlu menggambar alis karna alisnya yang tebal hampir menyatu dan tersusun dengan rapi, pipinya chubby dan hidungnya tidak terlalu mancung.
Namun wajah cantik tak bisa jadi jaminan kalau hidupnya akan baik-baik saja, nyatanya Sharon mengalami hidup yang sulit.
Sharon mencari jepit rambut nya yang berwarna senada dengan gaunnya tapi tak kunjung dia temukan di tempat biasa dia menyimpannya, apa dia lupa menaruh? Sharon mencari ke seluruh sudut ruangan tapi tak kunjung menemukan, pada akhirnya dia menyerah dan memilih untuk tak memakai apapun untuk menghiasi rambut hitam lurusnya.
Sharon keluar dan Ayahnya sudah berdiri disana dengan ekspresi menunggu.
"Nah begini kan cantik, pokoknya kau harus bisa memiliki Bernie! aku tidak mau tau, awas kalau gagal"
"Tapi Ayah.. membuatnya jatuh cinta butuh waktu, tidak mungkin dalam waktu sehari dia langsung jatuh cinta padaku"
"Terserah, yang penting hasil akhirnya kau menikah dengannya! "
__ADS_1
"Aku.... berangkat dulu"
Josue mengangguk dengan dingin. Sharon pun segera keluar dari rumah, ingin rasanya dia kabur dari rumah yang tak pernah dia rindukan itu, tapi apalah daya dia tidak mampu untuk melakukannya.