
Sharon dan Bernie tiba di bar prince of heaven pada pukul 21:12, malam ini mereka akan menyelesaikan hutang Ayah Sharon pada Emerson.
Dan Emerson pun sudah menunggu diruang VIP lantai 3, Sharon dan Bernie pun masuk kesana.
Emerson tidak sendiri ternyata, dia disana dengan dua orang pria, mungkin temannya.
"Kau menepati janji tertanya, apa kau kekasihnya Sharon? " tanya Emerson.
"Tidak usah banyak tanya, siapkan kertas mu dan bawa pulang uang ini! " jawab Bernie malas.
"Tidak usah buru-buru Tuan Bernie! kau mau bersenang-senang dulu? kudengar kau baru saja wisuda pascasarjana mu tadi ya"
Sharon menatap Bernie, kenapa Emerson bisa tau jika laki-laki ini bernama Bernie dan baru saja lulus. Pasti Emerson sudah mencari tau tentang Bernie.
BRAKK..
Bernie meletakkan sebuah amplop coklat diatas meja.
"Kau hitung dan beri aku kertas sebagai bukti bahwa aku telah membayar! aku mau sekarang bukan sebentar lagi! "
Emerson mengkode salah satu temannya agar membuka amplop itu dan menghitung uangnya.
"Kau cantik sekali malam ini Sharon, mau bersenang-senang setelah ini? "
Sharon menggeleng, Emerson berdiri dan mendekati Sharon, dia mengusap lengan Sharon dengan punggung tangannya, Sharon segera menghindar.
"Jangan mengganggu nya! kalau kau tidak mau berurusan denganku! "
"Kau pikir kau hebat? hanya karna perusahaanmu yang jaya? burung pun bisa jatuh kapanpun Tuan Bernie"
Bernie melirik dengan marah, jadi secara tidak langsung Emerson ingin menjatuhkan perusahaannya? tidak masalah hal ini sudah pernah dia tangani 3 tahun lalu saat ada seseorang yang membencinya dan ingin menjatuhkan perusahaannya.
"Aku tidak pernah merasa hebat, cepat selesaikan ini atau kau mau hadiah? "
"Oh hadiah apa itu? aku penasaran"
BUG!!!!
Bernie meninju wajah Emerson hingga Emerson jatuh tersungkur dilantai, dua temannya pun langsung membantunya berdiri, darah mengalir dari sudut bibirnya.
"Sialan kau! rupanya kau ini tidak sabaran! "
"Aku sudah memperingatkannya, kau mau lagi? "
Emerson mengusap darahnya, dan menatap Bernie dengan tajam.
"Keluarkan kwitansi ku! "
Satu temannya mengeluarkan kwitansi nya, dan Emerson menandatangani bukti pembayaran itu setelah dia dilapori bahwa uangnya pas 200 jt.
Emerson memberikan pada Bernie. Tanpa bicara apapun Bernie menarik tangan Sharon dan mengajaknya keluar dari ruangan itu.
Sepanjang jalan Sharon diam, dia takut akan satu hal setelah kejadian ini, yaitu takut jika Emerson membalas bahkan lebih parah dari ini.
"Kenapa kau peduli? " tanya Sharon tiba-tiba
Bernie mengajak Sharon masuk ruangan VIP yang lain dan memesan dua gelas wine.
__ADS_1
"Aku cukup bingung menggunakan uangku"
Ah benar Bernie tidak mungkin benar-benar peduli padanya.
"Kau bisa menunggu kan? kalau aku sudah bekerja aku akan mencicilnya"
"Tentu saja asalkan kau tidak kabur"
Sharon mengangguk.
Bernie menegak winenya.
"Setelah ini akan kuantar kau pulang, aku akan menghadiri pesta di kantor"
"Baiklah, Terima kasih"
Sharon tak menyentuh gelasnya membuat Bernie heran, apa Sharon tidak suka?
"Kau tidak minum? "
"Aku tidak bisa, aku bisa mabuk kalau minum "
"Ini hanya segelas"
"Tetap saja, aku mabuk"
Sekelebat pikiran Bernie mengatakan bahwa paksa saja Sharon minum mabuk pun tidak apa-apa dirinya pasti akan membantu dengan senang hati.
"Minum saja, tidak papa kau mabuk"
Sharon tetap menggeleng. Dan Bernie tidak ingin memaksa lagi.
Dan Bernie langsung menuju hotel Five King setelah mengantar Sharon.
Semua karyawannya hadir disana, dan menyambut Bernie ketika Bernie masuk, Om Cleo menghampirinya.
"Urusanmu sudah selesaikah? " tanya Om Cleo sambil tersenyum
"Sudah"
"Kami semua punya hadiah untukmu Tuan, disana ! nanti kubantu memasukkan ke mobil"
Bernie mengangguk, lalu semua kembali berpesta, Bernie merasa lega karna semua karyawannya hadir disini.
"Silahkan Tuan, ini khusus untuk anda" ucap Grizelle, sekretaris Om Cleo.
Dia memberikan segelas Billionaire vodka pada Bernie, dan karna Om Cleo ada di situ jadi Bernie menerimanya dan meminumnya.
"Tuan, anda tidak mengunjungi Tuan Rosendo lagi? " tanya Cleo setengah berbisik.
"Belum, aku akan mengunjunginya lusa, dia baik-baik saja bukan? "
"Ya, terakhir kali saya lihat, beliau sudah lebih tenang dari pada sebelumnya"
Bernie mengangguk, syukurlah Wilmer menepati janjinya.
"O ya, Om aku ingin kau menyuruh orang untuk mencari tau tentang Emerson"
__ADS_1
"Emerson? "
"Ya, aku harus antisipasi dengan orang itu, dia mungkin akan membalas sesuatu padaku"
"Anda punya masalah apa dengannya? "
"Masalah kecil tapi dia sepertinya ingin membuat perusahaan ku jatuh, jadi tolong bantu aku untuk mengatasi hal ini"
"Baiklah, anda tidak usah khawatir karna anda punya kami semua"
Bernie tersenyum kecil, lalu Om Cleo pamit untuk menelfon seseorang yang dia percaya untuk menjadi detektif andalannya.
Sepeninggal Om Cleo entah kenapa kepala Bernie jadi pusing, dia memilih duduk di kursi dan memijit kepalanya, gelas kosong yang ada ditangannya dia taruh di meja.
"Ada apa Tuan? anda butuh bantuan? "
"Tidak"
Pandangan Bernie semakin kabur, ada apa dengannya kenapa tiba-tiba tubuhnya lemas dan pusing, dia tidak tau bahwa yang ada didepannya adalah Grizelle.
"Tolong panggilkan Om Cleo! "
"Mari kubantu istirahat Tuan"
"Tidak! panggilkan Om Cleo!!"
Grizelle menepi sebentar, menunggu Bernie benar-benar tidak sadar.
Dan beberapa menit kemudian Bernie mengoceh tidak jelas, Grizelle segera mengambil posisi untuk meraih tangan Bernie dan membantunya berjalan menuju lantai 2 tempat semua kamar berada.
Grizelle tersenyum puas, dia meletakkan tubuh Bernie diatas kasur.
"Kenapa seperti ini? aku tidak mau ke sana"
oceh Bernie, Grizelle melepas jas kerjanya lalu melepas sepatu yang Bernie kenakan.
"Malam ini kau pasti jadi milikku Bernie, aku tidak sabar, selama ini kenapa sedikitpun kau tidak pernah melirik ku? "
Grizelle menatap wajah Bernie yang begitu tampan, lalu dia menyusuri nya dengan punggung tangannya membuat Bernie menggeliat.
"Apa ini? "
"Sayang aku disini"
"Sayang apa? Om Cleo harus mencarinya"
Grizelle memeluk tubuh Bernie yang terbaring lemas, tapi Bernie berusaha untuk menyingkirkan tangan Grizelle yang melingkar di perutnya.
"Aku benar-benar mencintaimu Bernie, kalau tidak dengan cara seperti ini mungkin aku tidak akan pernah bisa memelukmu"
"Singkirkan tanganmu! "
Grizelle terkejut dan langsung mendongak, suara Bernie tegas mantap seperti biasa Grizelle pikir Bernie sudah sadar, ternyata belum, mata Bernie masih terpejam.
"Kau mau apa dariku Bernie, ha? "
Bernie tidak menjawab, lalu Grizelle melepaskan kemeja yang dikenakan Bernie, dia bisa langsung melihat perut sixpack Bernie, Grizelle semakin tergila-gila dengan pemandangan itu, dia merabanya dengan lembut.
__ADS_1
Grizelle mengambil handphone nya dan memotret Bernie tanpa kemeja, dia pun berbaring disamping Bernie, melingkarkan tangan Bernie ke perutnya dan kemudian mengambil gambar dengan posisi seperti itu, dia yakin semua akan gempar dengan foto ini.
Grizelle tersenyum lebar lalu mengupload foto itu ke Instagram tapi dia menutupi stiker dibagian wajah Bernie supaya orang penasaran.