Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Kebohongan Qiandra


__ADS_3

Seminggu kemudian Anita sudah di perbolehkan pulang, namun ia masih harus kontrol karena masih belum sembuh total.


Qiandra akan selalu mengingat pesan Wira untuk selalu menjaga kesehatan sang Ibu.. Qiandra juga tidak ingin Anita mengalami sakit lagi.


"Kita mau kemana Qia ? ini bukan jalan menuju rumah kita" tanya Anita. Rupanya walau sudah mengalami koma selama 9 bulan ia masih mengingat jalan menuju rumahnya. Yang terletak di sebuah perkampungan.


Qiandra meringis ia menatap sang Ibu sambil terus mengelus Pundaknya "Alhamdulillah Bu, Qia sudah membeli rumah baru hasil kerja keras Qia selama ini"


"Rumah baru ???" ucap Anita bingung.


"Kau kerja apa Qia ? kenapa uang mu begitu banyak, apalagi sampai bisa membeli rumah, bukankah perawatan ibu selama ini sangatlah besar ?" sambung Anita lagi.


"Emmmm, Qia kerja di..."


"Sudah sampai Non" Tiba-tiba suara sopir menghentikan ucapan Qiandra, membuat Qiandra menghela nafas penuh kelegaan. Qiandra belum memikirkan penjelasan apa yang harus ia katakan pada sang Ibu mengenai pekerjaannya selama ini.


Tidak mungkin Qiandra mengatakan kalau selama ini ia menjual tubuhnya pada banyak lelaki demi mendapatkan lembaran uang yang banyak. Jangan sampai Anita tau semua itu karena kalau Anita sampai tau pasti sakit Anita akan kembali.


"Ayo Bu turun !!" ajak Qiandra dengan lembut.


"Iya Nak" balas Anita mengikuti Qiandra.


Rumah minimalis yang terkesan mewah itu berhasil membuat Anita terperangah. Ia tak menyangka akan memiliki rumah sebagus ini. Pastilah rumah ini sangat berbeda dengan rumah mereka dulu yang hanya berdinding bambu dengan atap yang kadang bocor di beberapa tempat.


"Qia rumahnya bagus sekali" ucap Anita kegeringan.


Qiandra tersenyum menatap Anita. Ia bahagia jika melihat ibunya bahagia.


"Aku akan melakukan apa saja untuk Ibu, asal Ibu selalu bahagia" batin Qiandra.


"Ya sudah yuk masuk Bu !" ajak Qiandra kemudian.


Kini keduanya sudah berada didalam rumah itu, Anita masih menatap takjub pada desain dan isi dalam ruangan tersebut. Sofa yang melengkung dan ada sebuah televisi yang begitu besar.


"Qia, Apa semua ini untuk Ibu ??"


"Iya Bu, semua ini Qia beli untuk Ibu"


"Terima kasih sayang.." Anita mengelus rambut panjang Qia.


"Sekarang Ibu lihat kamar nya ya !! supaya Ibu bisa istirahat. Kondisi ibu belum pulih jadi Ibu jangan banyak gerak dulu !!" pinta Qiandra.

__ADS_1


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


Surat gugatan cerai dari Kenzo sudah lama keluar, bahkan laki-laki itu sudah membubuhkan tanda tangan dan mengucapkan talak pada Kinan. Namun Kinan belum menerima kalau di ceraikan oleh Kenzo.


Saat ini Kinan berada di rumah Agus, suami pertamanya sebelum menikah dengan Kenzo. Memang pernikahan Kinan dan Agus tak terdaftar di kantor KUA, mereka menikah hanya secara sirih supaya Kinan bisa menikah dengan Kenzo. Tentu saja yang melakukan semua ini adalah Surya ayahnya Kinan.


"Aku punya ide untuk kembali mendapatkan Kenzo" ucap Agus, ia mendekati sang istri dan mendudukan diri di samping Kinan.


"Apaan ?" tanya Kinan malas.


"Kita jebak Kenzo, buat ia tidur dengan mu selama semalam. Dan tunggu 1 bulan kemudian kamu harus hamil anaknya, otomatis Kenzo akan meminta balik padamu"


Kinan langsung menatap Agus, dan beberapa saat kemudian Senyum licik Kinan langsung mengembang. Ide dari Agus begitu mantap.


Iya dengan cara dirnya mengandung anak Kenzo otomatis laki-laki itu akan kembali padanya.


"Tapi kalau aku tak kunjung hamil bagaimana ?" tanya Kinan.


"Itu gampang, kamu cukup berpura-pura hamil saja setelah itu kita cari wanita hamil yang mau mengadopsikan anaknya pada kita" balas Agus


Kinan menjetikan jarinya berulang kali "Ide mu begitu bagus Mas, baiklah kapan kita melakukan rencana itu ?"


"Secepatnya ! sebelum posisimu di gantikan oleh perempuan jal*ng itu"


"Setuju, biar aku yang cari obat perangsang dan hotel tempat kalian bercinta..."


Keduanya tertawa terbahak-bahak sambil memikirkan rencana mereka berhasil, Kinan sudah membayangkan kembali menikmati uang Kenzo dan bebas membeli apa saja.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


"Kemana dia ? kenapa sampai sekarang belum membalas pesanku" Kenzo duduk di kursi kebesaranya saat ini ia berada di perusahaan, banyak sekali kerjaannya yang barus ia kerjakan.


"Arka keruanganku sekarang !!" ucap Kenzo di sambungan telepon. Ia menghubungi Arka supaya datang keruangannya.


Tanpa menunggu jawaban dari Arka. Kenzo langsung menutup sambungan telepon. Ia melipat kedua tanganya didada.


Tidak berapa lama Arka masuk keruangan Kenzo.


"Ada apa Tuan ? apa ada pekerjaan lain untukku ?" tanya Arka.


"Belikan aku bunga yang bagus dan banyak, setelah itu kirimkan kerumah Qia !!" pinta Kenzo.

__ADS_1


"Astaga, aku kira ada pekerjaan kantor ternyata tentang wanita !!"


"Baik Tuan akan saya lakukan !"


"Hmmmm. Pergilah !!"


Arka membungkukan badanya setelah itu berlalu untuk melakukan apa yang di minta oleh Kenzo, sebenarnya Arka begitu malas melakukan itu tapi ia tak berani menolak Kenzo.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


"Maafkan aku Bu, aku tidak bisa menjelaskan tentang pekerjaan ku pada Ibu" gumam Qiandra didalam kamarnya.


Ia menatap keluar jendela, penampakan kota Jakarta hampir terlihat di kamarnya. Qiandra menghela nafas berulang kali, teringat bagaimana awal mulanya Qiandra menjadi seorang wanita malam.


Namun beberapa saat kemudian mata Qiandra membulat saat melihat sebuah mobil pick Up berhenti di depan rumahnya, namun bukan karena mobil itu melainkan barang yang di bawah mobil itu.


"Astaga kenapa mobil itu membawa bunga yang begitu banyak lalu berhenti di depan rumahku " tanya Qiandra pada diri sendiri.


Segera Qiandra berlari keluar dari kamarnya, ia melewati sang Ibu yang sedang mengambil air minum di dapur. Qiandra keluar rumah dan mendekati seorang sopir yang menjalankan mobil pick up tersebut.


"Maaf kenapa bungah ini di letakkan di rumahku ?" tanya Qiandra saat melihat teras rumahnya sudah di penuhi oleh buket bungah yang bagus bagus.


"Karena ini semua untuk Nona Qiandra"


"Hah, untukku ??" Qiandra menunjuk dirinya sendiri.


"Tapi saya gak pernah pesan Bunga sebanyak ini ?"


Sopir yang sedang mengangkut bungah itu berhenti, lalu menatap Qiandra "Memang bukan anda yang memesan Nona, tapi Tuan Kenzo"


"Tuan Kenzo ????"


"Betul Nona, dia yang memesan ini semua dan menyuruh saya mengantarnya kerumah anda"


Qiandra masih melongoh mendengar penuturan sopir itu, bagaimana bisa Kenzo membeli bungah yang begitu banyak untuknnya..


"Mau ku apakan bungah sebanyak ini ? masa iya aku bikin toko bungah mendadak ?" gumam Qiandra yang bingung melihat tumpukan bungah yang begitu banyak.


"Silahkan tanda tangan dulu Nona, sebagai bukti kalau bungah-bungah ini sudah anda terima !" ucap laki-laki itu.


"Baik Mas" Qiandra membubuhkan tanda tanganya disana.

__ADS_1


Setelah kepergian mobil Pick Up itu Qiandra mendudukan diri di teras dengan kesal, jengkel dan bingung.


"Dasar Tuan Kenzo, beli barang gak mikir dulu apa ??"


__ADS_2