Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Kenzo Ingin Melamar Qiandra..


__ADS_3

Sejak perceraiannya dengan Kinan, kehidupan Kenzo beruba drastis bukan karena ia merasa kesepian, hanya saja Kenzo merasa perpisahannya dengan Kinan membuat hidup Kenzo begitu tenang. Tak ada lagi yang akan mengusik hidupnya.


"Kamu belum mau menikah lagi Ken ?? umur kamu sudah tua Loh." tanya Maria sambil menuangkan air putih kedalam gelas lalu ia letakkan ke hadapan Kenzo.


Kenzo menghentikan suapannya, lalu menatap kedua orang tuanya satu persatu. "Sebenarnya Kenzo ingin melamar Qiandra Ma..." jawab Kenzo yakin.


Mendengar hal itu Wijaya langsung menatap tajam Kenzo "Papa gak setuju" sangga Wijaya dengan cepat.


"Mau di taruh dimana nama baik keluarga kita, kalau kamu menikah dengan wanita malam" sambung Wijaya terlihat emosi.


"Itukan hanya masalalu Qia Pa, dia juga menjadi wanita malam karena harus membiayai ibunya yang koma di rumah sakit, Qia itu anak baik Pa, dia pantas jadi istriku" balas Kenzo.


"Apapun alasannya Papa gak setuju kamu menikah dengan perempuan itu" Setelah mengatakan itu Wijaya langsung beranjak dan meninggalkan meja makan.


Maria menghela nafas panjang, kemudian mendekati Kenzo "Sabar ya !! Papa perlu waktu untuk menerima wanita yang kamu sukai, apalagi dengan masalalu wanita itu, Papa takut nama baik keluarga kita akan hancur Ken." Ucap Maria sembari mengelus punggung putranya


"Iya Ma, Kenzo akan berusaha sabar menghadapi Papa !!"


"Bagus kalau begitu, ya sudah lanjutkan lagi makannya ! setelah itu berangkat bekerja"


Kenzo kembali menyuapkan makanan nya kedalam mulut, namun sepertinya naf su makanya sudah berkurang. Kenzo mengambil segelas air putih dan meminum sampai habis tak tersisa.


"Aku berangkat kerja dulu Ma ..." Kenzo mencium punggung tangan Maria setelah itu berlalu dari hadapan Maria.


Maria menatap punggung anaknya yang sebentar lagi tak terlihat, ia merasa kasihan dengan jalan rumah tangga Kenzo.


"Semoga kamu segera mendapatkan cinta sejati Mu Nak" gumam Maria.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


"Kau lagi ngapain sekarang ??" tanya Kenzo di sambungan telepon. Iya saat ini Kenzo sedang menghubungi Qiandra sambil menjalankan mobil tentunya.


"Aku habis sarapan Tuan bersama dengan Ibu.. Kalau Tuan sedang apa ??"


Kenzo mengu lum senyumnya, Qiandra selalu memberinya perhatian itulah yang membuat Kenzo nyaman dengan Qiandra.


"Aku sedang dalam perjalanan menuju kantor" jelas Kenzo.


"Jadi Tuan sedang menyetir ??"


"Iya betul.. Kenapa memangnya ??"


"Itu bahaya Tuan, 99% kecelakaan terjadi karena sopirnya bermain ponsel.. Sudah ya Tuan jangan teleponan lagi.. Nanti saja kalau Tuan sudah sampai di kantor".

__ADS_1


Setelah itu sambungan telepon langsung terputus secara sepihak, siapa lagi yang melakukannya kalau bukan Qiandra.


Namun Kenzo tak marah, ia mala senang karena Qiandra melakukan itu supaya Kenzo baik-baik saja sampai di kantor.


"Aaahh, Qia aku semakin rindu padamu !!"


"Kapan kita bisa bertemu lagi dan menikmati malam yang panjang"


Tidak berapa lama Kenzo memasuki halaman kantornya, ia berhenti tepat di depan kantor dan memberikan kunci mobil pada petugas yang biasa memarkirkan mobilnya. Kenzo memasuki kantornya namun langkah nya terhenti saat ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"Ken, aku merindukan mu !!" ucap Kinan tak tahu malu.


"Lepaskan Kinan !! kita bukan suami istri lagi" balas Kenzo berusaha mengontrol emosinya.


"Enggak mau, aku kan udah bilang kalau aku gak mau cerai sama kamu... Lagi pula aku belum menanda tangani surat cerai kita"


"Tetap saja kita sudah bercerai Kinan, apalagi aku sudah menalak kamu.. Jadi tolong lepaskan aku !! jangan buat aku emosi"


Kinan akhirnya melepaskan pelukannya, ia beralih berdiri di hadapan Kenzo.


"Mau apa lagi kamu ?" tanya Kenzo.


"Aku mau malam minggu nanti kita ketemuan dan makan malam bareng, setelah itu aku janji tidak akan mengganggu kamu lagi" jawab Kinan


"Ya sudah kalau begitu aku akan selalu mengusik hidup kamu, dan aku akan melakukan berbagai cara untuk memisahkan kamu dengan perempuan jal*ng itu"


"Dia punya nama Kinan !! dan dia bukan perempuan seperti yang kamu maksud"


"Terserah apa katamu, tapi aku menganggapnya seperti itu.. Jadi bagaimana apa kau mau berkencan dengan ku malam minggu nanti ??"


Kenzo tampak berpikir sejenak, sebenarnya ia begitu malas berduaan dengan Kinan, namun ia ingin Kinan tak lagi mengganggu hidupnya. Jadi Kenzo pikir tak ada salahnya menuruti keinginan Kinan untuk yang terakhir.


"Baiklah, malam minggu nanti kita makan malam bareng, tapi ingat ini yang terakhir setelah itu kau jangan mengganggu hidupku lagi, apalagi hubungan ku dengan Qia !!" ancam Kenzo


Kinan tersenyum manis "Ok, jemput aku malam minggu nanti ya !!" balas Kinan.


"Kenapa gak langsung ketemuan saja Kinan, kau cukup share lokasi dan aku akan menemuimu disana"


"Jangan membantah Ken !!"


"Ok ok baiklah !!"


Kinan kembali tersenyum, sebelum pergi Kinan mencium bibir Kenzo sekejap, membuat Kenzo kesal dan menatap tajam Kinan yang sudah pergi.

__ADS_1


"Sialan kau Kinan" umpat Kenzo kesal.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


Sementara di kantor Wijaya. Pria paruh baya itu sedang duduk di atas kursi kebesarannya, kedua tangannya ia lipat didada.


Tok-tok-tok.


Seseorang mengetok pintu dari luar, setelah ada perintah dari Wijaya, pintu itupun terbuka menampakan seorang pria yang seumuran dengan Wijaya.


"Anda memanggil saya Tuan ??" tanya Rinto Asisten pribadi Wijaya.


"Antarkan aku kealamat ini !" perintah Wijaya sembari menunjukan alamat seseorang pada Rinto.


"Sekarang Tuan ?" tanya Rinto lagi.


"1 jam lagi, nanti kau keruangan ku lagi"


"Baik Tuan"


Hari ini Wijaya akan mengunjungi rumah Qiandra, ada sesuatu yang akan ia katakan pada wanita itu. Entahlah apa hanya Wijaya yang tau.


Sebelum pergi Wijaya mengecek laporan terlebih dahulu, ia tak ingin meninggalkan kantor disaat pekerjaan sedang menumpuk.


1 jam kemudian Rinto kembali keruangan Wijaya untuk mengatakan kalau sudah saatnya berangkat kealamat yang Wijaya maksud.


"Ayo berangkat Tuan !" ajak Rinto.


"Baiklah !" Wijaya berdiri dan merapihkan jasnya, lalu keluar ruangan dengan diikuti Rinto di belakangnya.


Didalam perjalanan kerumah Qiandra. Wijaya sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan dan ucapan yang akan di lontarkan pada wanita itu. Salah satunya Wijaya ingin Qiandra menjauhi anaknya.


Wijaya masih berharap Kinan lah yang akan selalu menjadi menantunya. Apalagi Kenzo tak pernah menunjukan kesalahan Kinan hingga membuat Wijaya yakin kalau perpisahan Kenzo dan Kinan disebabkan oleh Qiandra.


"Tak akan aku biarkan rumah tangga anakku hancur begitu saja" gumam Wijaya.


Tak berapa lama mereka sudah tiba di depan rumah Qiandra. Rinto turun untuk membukakan pintu untuk Wijaya, dengan tegas dan tatapan mata yang tajam Wijaya mendekati rumah minimalis tersebut.


Berulang kali Wijaya mengetok pintu rumah itu, hingga beberapa saat kemudian terdengar ada yang membuka pintu, Wijaya terkejut melihat ibunya Qiandra.


"Anita..."


"Wijaya...."

__ADS_1


__ADS_2