
Hari sudah semakin sore, sementara Kenzo masih berkutat dengan pekerjaannya. Entahlah karena apa.. Ada dua kemungkinan terjadi pertama memang pekerjaan Kenzo banyak atau ia sengaja karena menghindari janjinya dengan Kinan.
Dan dering ponsel milik Kenzo tak membuat laki-laki itu menghentikan pekerjaannya, tapi setiap kali ada yang menelpon Kenzo akan selalu melirik, selalu tertera nama Kinan disana. Mungkin jika nama Qiandra yang ada secepat kilat Kenzo akan menjawab panggilannya.
Ah, bicara tentang Qiandra. Entah kenapa wanita itu tak pernah bisa di hubungi, bahkan saat Arka berkunjung kerumah Qiandra tak membuahkan hasil sama sekali. Qiandra tak mau menemui Arka dan itu semakin membuat Kenzo kesal.
"Tuan sudah waktunya pulang" tiba-tiba Arka datang, dan membuat Kenzo menghentikan pekerjaannya. Wajahnya mendongak dan menatap Arka.
"Pekerjaan ku masih banyak" jawab Kenzo.
"Tapi ini sudah pukul 06 Tuan, besok lanjut lagi"
"Kau pulanglah dulu, aku akan pulang sebentar lagi"
Arka sedikit ragu meninggalkan Kenzo sendiri, bukan karena Kenzo takut hanya saja Arka berjaga-jaga. Bisa aja kan pas Arka baru saja tiba di apartemennya Kenzo menghubunginya dan meminta Arka membelikan sesuatu.
Dan itu akan membuat Arka bolak-balik.
"Saya akan menunggu anda disini Tuan" ucap Arka kemudian, lebih baik begitu dari pada harus bolak-balik.
"Terserah !!" jawab Kenzo singkat.
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ...
"Sial... Kenapa Kenzo tak kunjung menjawab telepon dari ku ?" umpat Kinan kesal. Sudah satu jam ia dandan dengan sangat cantik untuk berkencan dengan Kenzo malam ini. Bahkan Kinan sengaja pergi kesalon tadi siang supaya Kenzo akan kembali tertarik padanya.
Namun nyatanya laki-laki itu tak kunjung menjawab panggilan teleponnya.
"Kenzo pasti sengaja melakukan ini, dia akan mengingkari janjinya"
"Awas kau Ken, kalau saja malam ini kita batal makan malam akan aku pastikan hubungan mu dan wanita jal*ng itu tak akan baik-baik saja"
Kinan mendudukan diri di sofa dengan gerakan kasar, nafas nya naik turun karena begitu marah.
Tak berapa lama Jelita ibunya Kinan datang, ia heran kenapa anak perempuannya begitu kesal dan terlihat sangat marah.
"Mana Kenzo ? bukannya kamu bilang akan berkencan dengannya ?" tanya Jelita
"Tau Bu, Makanya Kinan kesal"
"Mungkin Kenzo masih ada pekerjaan, atau macet biasa kan malam minggu" Jelita berusaha menenangkan Kinan.
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ...
Didalam sebuah kamar Qiandra sedang duduk meringkuk sambil menatap kearah jendela besar kamarnya, sesekali air mata wanita cantik itu menetes dengan deras.
__ADS_1
Rasa rindunya pada Kenzo begitu dalam, entah dengan cara apa Qiandra akan mengungkapkan semuanya. Ini adalah keputusannya untuk menjauhi Kenzo tanpa menjelaskan apapun.
Mungkin saja saat ini Kenzo membenci Qiandra, karena Qiandra memutuskan menjauh tanpa sebab. Tapi Qiandra terpaksa melakukan ini karena Wijaya.
"Apa kabar Tuan ? apa kau masih mengingat aku ?"
"Aku merindukan mu"
Tidak berapa lama suara pintu terbuka, Qiandra menoleh kebelakang dan berusaha menampilkan senyum paling manis yang ia miliki.
"Tadi siapa yang datang ? kenapa kamu tidak mau menemuinya ?" tanya Anita langsung, wanita paruh baya itu menatap Qiandra dengan lekat.
"Enggak penting Bu, Qia males aja menemuinya" jawab Qiandra.
"Jangan gitu, siapapun yang datang menemuimu dengan cara baik kamu harus menemuinya, masalah tamu penting atau tidak.yang penting kamu bersikap sopan"
"Iya Bu, Maaf"
Anita menghela nafas panjang "Akhir-akhir ini Ibu perhatikan kamu sering melamun, dan tiba-tiba menangis. Ada apa Nak ? ceritakan sama Ibu !" ucap Anita membuat Qiandra terdiam..
Qiandra tak menyangka kalau sang Ibu memperhatikan gerak geriknya selama ini.
"Aku tidak apa-apa Bu"
"Maaf Bu Qia belum bisa cerita sama Ibu"
Anita tersenyum "Tidak mengapa sayang, ibu mengerti"
...๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ...
Rasanya Kinan tak bisa bersabar lagi, ia akhirnya memutuskan untuk menemui Kenzo di rumahnya. Tak peduli kalau nantinya ia akan di usir oleh Maria.
"Mau kemana Kinan ?" tanya Jelita melihat anaknya akan pergi.
"Keluar sebentar Bu, gak usah nungguin aku pulang"
Tak ada lagi jawaban dari Jelita, mungkin sang Ibu sudah tau watak nya. Kinan pun tak mempermasalahkan ia dengan langkah cepat memasuki mobilnya dan melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.
"Bisa-bisanya kamu membohongi aku Ken !! kamu gak takut ya sama ancaman ku"
Tidak berapa lama ponsel Kinan berdering, tertera nama Agus disana, dengan gerakan cepat Kinan menjawab panggilan tersebut.
"Halo Mas" ucap Kinan dengan nada kesal.
"Kau dimana sayang ? kenapa belum sampai juga di Kafe, aku udah nungguin lama"
__ADS_1
"Sabar napa sih mas... Ini aku lagi jemput Kenzo"
"Loh kok jadi kamu yang jemput Kenzo bukannya kata kamu dia yang akan menjemput ?"
"Dia gak datang-datang, Kenzo pasti sengaja melakukan itu, dia ingin membatalkan kencan ini"
"Kurang aja sih Kenzo"
"Ya sudah kamu siapkan saja semuanya, aku dan Kenzo pasti akan segera kesana"
"Baik sayang"
Tuuuut.
Panggilan terputus, Kinan kembali melajukan mobilnya hingga beberapa saat kemudian ia tiba di depan rumah mewah milik keluarga Wijaya. Kinan mendadak rindu dengan rumah ini sudah lama ia tak merasaka. tidur disana.
Dulu ia bisa seenaknya keluar masuk kedalam rumah mewah itu namun sekarang ada larangan, bahkan Kinan tak di perbolehkan masuk lagi oleh Maria.
Kinan mengamati sekitar, ia mencari mobil Kenzo namun ternyata tidak ada. Kinan turun dan mendekati seorang satpam yang bertugas menjaga keamanan rumah itu.
"Eh Non Kinan ? ada apa Non ?" tanya pak Tejo
"Kenzo mana Pak ? kenapa mobilnya enggak ada ?"
"Tuan Kenzo belum pulang kerja Non, katanya lembur"
"Alasan !!" batin Kinan.
"Ya sudah makasih ya Pak, kalau begitu saya pamit"
Kinan langsung pergi meninggalkan Rumah itu, pak Tejo menggelengkan kepalanya melihat penampilan Kinan yang selalu seksi.
"Padahal Non Kinan sama Tuan Kenzo sangat cocok tapi sayang harus bercerai" gumam pak Tejo.
Kinan kembali mengendarai mobilnya, sekarang tujuannya adalah kantor Kenzo. Pasti laki-laki itu masih ada di kantor. Karena feling Kinan mengatakan kalau Kenzo ada di kantor.
"Dia benar-benar sengaja ingin membatalkan janji nya" tak henti-hentinya Kinan mengumpat kesal.
Di depan perusahaan Wijaya grup, Kinan menatap keatas gendung yang mana ada satu ruangan yang masih menyala lampunya dengan terang, Kinan yakin itu adalah ruangan Kenzo. Tak bertanya lagi Kinan langsung masuk dan menaiki lift untuk segera sampai di ruangan Kenzo.
Tanpa mengetok pintu dahulu Kinan langsung membuka ruangan Kenzo, membuat Kenzo dan Arka terkejut.
"Kau melupakan janji mu Ken !!" ucap Kinan marah.
"Bukan lupa Kinan, kau lihat sendirikan kalau aku sibuk banget" jawab Kenzo enteng.
__ADS_1