Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Malam Perpisahan


__ADS_3

Malam harinya, usai melaksanakan sholat Maghrib bersama sang Ibu, Qiandra langsung berpamitan. Setelah sekian lama ia tak menjalankan tugasnya sebagai seorang muslim hari ini Qiandra kembali mencium Sajadah. Dulu ia begitu malu untuk melakukan semua itu, ia malu terhadap sang pencipta yang masih selalu baik padanya.


Dengan balutan dress selutut Qiandra keluar kamar, di ruang keluarga ada Anita yang sedang menonton televisi.


"Sudah mau berangkat Nak ?" tanya Anita saat melihat Qiandra berjalan mendekatinya.


"Iya Bu... Ibu jaga diri baik-baik dirumah, jangan lupa kabari Qia kalau ada apa-apa !" balas Qiandra sambil menekankan setiap kata yang ia ucapkan.


Anita mengelus rambut putrinya "Iya Nak, pergilah ! bekerjalah dengan baik"


Gleekk....


Qiandra menelan ludah nya berkali-kali mendengar ucapan sang Ibu, entah apa yang akan terjadi jika ibunya tau apa pekerjaan nya selama ini.


Tidak,..!!!


Jangan sampai sang Ibu tau kalau selama ini Qiandra menjual dirinya demi mendapatkan uang yang banyak...


Jangan sampai !!!


"Ya sudah Qia berangkat dulu ya Bu.... Assalamualaikum" Qiandra mencium punggung tangan ibunya.


"Iya Nak, hati-hati dijalan !" pesan Anita.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


Didalam hotel mewah ternyata Kenzo sudah menunggu kedatangan Qiandra dari sejam yang lalu, rasanya ia sudah tak sabar bertemu dengan wanita itu. Kenzo ingin memeluk Qiandra dengan erat.


"Sial, kenapa dia lama sekali ?" umpat Kenzo kesal.


Berulang kali Kenzo melihat kebalkon kamarnya, ia menatap kebawah dimana terlihat arah parkiran, namun dengan keadaan yang sedikit gelap karena malam hari tentu saja tak membuat Kenzo bisa melihat Qiandra.


Ingin sekali rasanya Kenzo menelpon ataupun menyusul Qiandra, namun ia masih terlalu malu untuk melakukan itu semua.


Hingga tak berapa lama suara pintu terbuka, dengan gerakan cepat Kenzo membalikan badanya. Senyumnya langsung mengembang saat melihat kemunculan Qiandra..


Namun berbeda bagi Qiandra, ia justru terkejut saat melihat Kenzo, karena tak biasanya Kenzo sudah berada di hotel ini lebih dulu dari dirinya. Biasanya Kenzo akan tiba jika Qiandra sudah menunggu selama 1 jam.


"Hei, kenapa bengong disana ? ayo duduk disini !" ucap Kenzo membuyarkan keterkejutan Qiandra.

__ADS_1


"Ah iya Tuan, maafkan saya !!!" Qiandra melangkahkan kakinya mendekati Kenzo. "Tumben anda sudah datang duluan ?" sambung Qiandra bertanya.


"Ya karena lagi sempat aja" balas Kenzo.


Mereka berdua duduk disofa seperti biasa sebelum naik keatas ranjang, mengobrol sebentar. Namun malam ini Qiandra ingin mengobrol lebih lama pada Kenzo karena Qiandra ingin malam ini akan menjadi malam yang indah untuknya.


Setelah itu Qiandra akan menepati janjinya pada Wijaya untuk menjauh dari Kenzo dan membuang semua perasaannya pada laki-laki itu.


"Kau sudah makan Qia ?"


"Sudah Tuan, tadi saya makan dulu sebelum berangkat kesini"


"Berarti kau tidak akan menemani ku makan malam dong ?" Kenzo tampak cemberut saat mengatakan semua itu membuat Qiandra terkekeh geli.


"Tuan belum makan malam ?"


"Belum"


"Ya sudah Tuan pesan aja makanannya nanti aku temenin. kebetulan aku juga belum kenyang" jawab Qiandra berbohong padahal ia sudah sangat kenyang karena tadi ia makan dengan lahap. Namun karena tak ingin melihat Kenzo sedih akhirnya Qiandra mau makan malam kembali.


"Baiklah !! kau tunggu disini ! aku pesan makanan dulu"


Kenzo berdiri dan berjalan kearah luar, Quandra sudah tau apa yang akan laki-laki itu lakukan.


"Bagaimana apa Kenzo sudah kau temui ?" tanya Agus pada Kinan.


"Sudah dong, dan dia bersedia berkencan dengan ku" jawab Kinan bahagia.


"Baguslah !! semoga rencana kita berjalan lancar"


"Harus itu mah ! kalau enggak berjalan dengan baik, hidup kita akan melarat.. Mana kamu pengangguran lagi"


Sebenarnya apa yang Kinan lihat dari Agus ? Tampan ?? padahal wajah Kenzo jauh lebih tampan dari Agus, begitupun dengan kekayaan semuanya tak ada pada Agus. Namun aneh kenapa Kinan begitu mencintai laki-laki itu.


"Sayang" panggil Agus.


"Hmmmm"


"Pengen !!" Agus memeluk tubuh Kinan dari belakang.

__ADS_1


"Aku juga, yuk main" balas Kinan bersemangat.


Dengan segera Agus mengangkat tubuh Kinan dan membawanya kedalam kamar, beruntung anak mereka sudah tidur pulas di kamarnya.


Tanpa aba-aba Agus langsung membaringkan tubuh Kinan keatas ranjang, bi bir keduanya langsung menyatu , tangan Agus tak tinggal diam ia menyingkap dress Kinan dan menelusuri pa ha Kinan menggunakan jari jemarinya.


"Aaaahhhhh" Kinan mende sah membuat Agus semakin tertantang.


"Terus sayang ! aku suka de sahan mu" balas Agus.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


Sementara itu dikamar hotel, Kenzo dan Qiandra sedang menikmati makan malam mereka dengan sangat romantis, bagaimana tak romantis karena dari tadi mereka makan dengan suap-suapan yang sesekali diiringi canda dan tawa.


"Sini aku bersihin bibirmu, belepotan banget" ucap Kenzo.


"Nih" Qiandra memonyongkan bibirnya.


"Agak deketan !!"


"Begini ?"


"Dikit lagi !!"


"Begini ?"


"Lagi !"


"Iiih terus gima----"


Belum sempat Qiandra melanjutkan ucapannya, Kenzo sudah melu mat bibir Qiandra dengan lembut, Qiandra tertegun namun ia begitu menikmati apa yang dilakukan Kenzo.


Mata Qiandra terpejam, tanganya masih menumpu tubuhnya pada Sofa.


Setela beberapa detik akhirnya Kenzo melepaskan pagutannya, mata mereka saling memandang. Kenzo mengelus pipi Qiandra.


"Aku mencintai mu Qia !!" bisik Kenzo.


"Akupun mencintaimu Ken !!" ingin sekali rasanya Qiandra membalas dengan kata itu, namun saat ia mengingat janjinya pada Wijaya membuat mulut Qiandra rasanya terkunci dengan rapat.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan !!"


"Apa kau tak membalas cintaku Qia ??"


__ADS_2