Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Part 33


__ADS_3

Sinar matahari mulai memasuki jendela kaca, sinarnya yang hangat membuat yang berada di kamar itu menjadi semakin lelap dalam tidurnya.


Kenzo semakin mengeratkan pelukannya pada seorang wanita yang semalam sudah ia jadikan istri. Namun dering ponsel miliknya membuat mata Kenzo terbuka dengan lebar.


"Sial, siapa sih yang menghubungiku sepagi ini" ucapnya dengan geram, lantas mengambil ponsel dengan cepat supaya tak membangunkan Qiandra.


"Mama" gumam Kenzo.


"Ngapain Mama nelefon aku pagi-pagi sekali ?"


Ponsel itu berhenti berbunyi namun tak lama kemudian kembali menyala dan menghasilkan bunyi yang nyaring, Kenzo melirik istrinya sebentar, namun ternyata Qiandra masih terlelap dengan damai, buru-buru Kenzo menggeser menu hijau supaya panggilan lekas terhubung.


"Iya Ma, ada apa ?" tanya Kenzo sembari beranjak dari tempat tidur, sedikit menjauh dari sang istri agar tak mengganggu.


"Papa mu menyuruhmu pulang kerumah Ken, Banyak kerjaan di kantor yang harus kau tangani". jawab Maria di seberang sana.


"Iya aku akan pulang Ma, dan bilang sama Papa masalah perusahaan tidak ada kendala, ada Arka yang mengurusnya"


"Tapi tetap saja Papa menyuruhmu pulang Ken, ayo pulanglah nak ! Mama mohon !"


Terdengar helaan nafas dari Kenzo "Baik Ma, Kenzo akan segera pulang"


"Mama tunggu di rumah ya"


"Hemmmmm"


Setelah panggilan terputus Kenzo menoleh kebelakang, istrinya masih dalam mimpi yang indah, sesekali laki-laki itu tersenyum saat menyadari bahwa wanita yang saat ini sedang tidur dengan damai sudah berhasil ia halalkan.


"Lebih baik aku mandi dulu, sebelum Qia bangun"


 


Suara gemercik air membuat Qiandra membuka matanya perlahan, ia sedikit terusik dengan suara itu.


Telapak tangannya merabah tempat tidur di samping.


Kosong..


"Mana Kenzo ?"


"Apa dia sudah mandi ? kenapa tak membangunkan aku ?"


Pertanyaannya langsung terjawab saat pintu kamar mandi terbuka, dimana Kenzo muncul hanya mengenakan handuk pendek yang melilit pinggangnya.


"Selamat pagi istriku" ucap Kenzo


"Astaga, aku baru ingat kalau aku sudah menjadi istri Kenzo" batin Qiandra yang baru menyadari kalau semalam ia sudah di halalkan oleh laki-laki tampan itu.


"Pagi" balas Qiandra dengan malu-malu.

__ADS_1


"Kau sudah lama bangun Ken ?" tanya Qiandra.


"Belum, kenapa memangnya ? apa saat kau membuka mata kau langsung mencariku ?"


"Tidak, kau jangan ke ge'eran deh" Qiandra tersenyum malu-malu.


Kenzo terkekeh, ia mencari pakaian gantinya. Sebuah celana pendek beserta kaos putih oblong menjadi pilihannya, dengan cepat Kenzo memakai pakaiannya lalu kembali duduk di atas kasur dimana Qiandra berada.


"Sayang" panggil Kenzo dengan lembut.


"Hmmmmm"


"Tadi mama menelfon dan dia menyuruhku pulang, apa kau sudah siap bertemu dengan kedua orang tuaku ?"


Mendengar hal itu Qiandra langsung terdiam, bertemu dengan orang tua Kenzo ? itu berarti dia harus bertemu dengan Wijaya.


Entah apa tanggapan Wijaya nantinya jika mengetahui kalau saat ini Qiandra sudah sah menjadi istri Kenzo, laki-laki paruh baya itu akan semakin membenci Qiandra pastinya.


"Hei" Kenzo menepuk bahu Qiandra dengan pelan.


"Ah iya, kenapa Ken ?" tanya Qiandra kaget.


"Kamu yang kenapa Qia ? kenapa melamun, apa kau belum mau bertemu dengan orang tuaku ?"


"Aku mau Ken, hanya saja aku takut Papa mu akan marah dan membenci hubungan kita" batin Qiandra lagi.


"Kalau kamu belum siap, tidak apa-apa Qia, aku mengerti" kembali Kenzo berbicara.


Ia sudah di cap wanita kotor oleh Wijaya, membuat Qiandra tak pernah punya cara untuk melawan Wijaya, hanya bermodalkan cinta yang tulus pada Kenzo tak akan membuat Wijaya luluh, karena di luar sana ada banyak wanita yang mencintai Kenzo.


"Qia"


"Iya Ken"


"Cerita sama aku kamu kenapa ? kan semalam aku sudah bilang jangan pendam sendiri masalahmu ! aku sekarang suami kamu Qia"


"Aku tidak apa-apa Ken, iya aku mau bertemu dengan kedua oranh tuamu" balas Qiandra menyetujui, karena walau bagaimanapun kedua orang tua Kenzo adalah mertuanya, dan serapat-rapatnya ia menyimpan rahasia suatu hari nanti Wijaya pasti akan mengetahui.


Kenzo tersenyum "Kalau kamu setuju nanti siang kita pulang"


"Iya Ken, aku setuju"


"Kita juga harus bertemu dengan ibumu, karena aku juga belum meminta restu saat meminangmu" ucap Kenzo kembali terkekeh.


 


"Ngapain kau kesini ? kau lupa kalau kau bukan menantu di keluarga ini ?" tanya Maria geram saat melihat kehadiran Kinan di rumahnya.


Kinan hanya tersenyum ia tak menjawab apapun ucapan Maria.

__ADS_1


"Dasar tak tau malu" kembali Maria berucap saat melihat Kinan duduk di sofa dengan satu kaki terangkat.


"Jangan marah-marah Ma, entar Mama cepat tua" balas Kinan kemudian.


"Cepat katakan mau apa kau datang kesini ??"


"Gak mau apa-apa sih Ma, cuman kangen aja sama situasi rumah ini"


"Dasar tak tau malu"


Tak berapa lama Wijaya muncul membuat Kinan sontak langsung berdiri dan bersikap manis kepada Wijaya.


"Apa kabar Pa ?" tanya Kinan sembari mencium punggung tangan Wijaya dengan sopan.


"Baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya ?"


"Kinan juga baik Pa"


Maria rasanya sangat kesal melihat sikap Kinan, ia ingin sekali menenggelamkan wanita itu kedalam dasar laut.


"Ma, Papa mau berangkat bekerja" ucap Wijaya pada sang istri.


"Iya Pa hati-hati di jalan"


"Hmmmm, oh ya apa Mama sudah menghubungi Kenzo ?"


"Sudah Pa"


"Apa katanya ?"


"Dia akan pulang siang ini Pa"


Wijaya menganggukan kepalanya, setelah itu ia langsung pergi dari rumah, meninggalkan Maria dan Kinan berdua.


"Memangnya Kenzo kemana Ma ?" tanya Kinan yang menyimak obrolan antara Maria dan Wijaya.


"Bukan urusanmu" balas Maria kemudian langsung pergi meninggalkan Kinan.


Kinan begitu kesal mendengar jawaban Maria, ia menggepalkan kedua tangannya. Dan saat melihat Maria menghentikan langkahnya Kinan langsung meredahkan emosinya.


"Pintu keluar ada di sebelah sana, jika tak ada kepentingan lagi kau silahkan angkat kaki disini" ucap Maria semakin membuat Kinan marah dan kesal.


"Sialan wanita tua itu, awas aja kalau aku sampai menjadi istri Kenzo lagi akan aku buat kau menderita, dasar tua bangka" batin Kinan kesal.


Namun bukannya pergi Kinan malah kembali duduk di sofa, kedua kakinya di angkat keatas meja dan menyalahkan televisi, sungguh wanita tak tau malu.


"Kenzo kan akan pulang siang ini, mending aku tungguin saja, aku akan tetap berusaha mendekati Kenzo sampai ia kembali luluh sama aku"


"Aku yakin cinta Kenzo masih sangat besar untukku"

__ADS_1


Kinan tersenyum tipis, ia masih percaya diri kalau saat ini Kenzo masih ada rasa untuknya, entah bagaimana reaksi Kinan saat mengetahui kalau Kenzo dan Qiandra sudah menikah..


__ADS_2