
Pagi kembali menyapa, Qiandra sedang bersiap untuk pergi kepasar menemani sang Ibu yang ingin belanja sayuran. Karena kebetulan stok sayuran di rumah sudah habis.
Qiandra memandangi wajahnya yang sembab akibat menangis semalam, tak lama ia tertawa sumbang, menertawakan nasib dirinya yang teramat malang.
"Setiap malam aku menangisi dia, sedangkan dia disana tak mungkin memikirkan aku" gumam Qiandra.
Puas menatap wajahnya Qiandra mulai beranjak, ia melangkahkan kakinya keluar kamar. Ternyata sang Ibu sudah menunggu di meja makan.
"Kenapa matamu bengkak Nak ? Apa semalam kamu menangis ?" Tanya Anita yang heran melihat mata Qiandra bengkak. Apalagi kantong mata nya terlihat sedikit menghitam mungkin karena kekurangan tidur.
Buru-buru Qiandra memalingkan wajahnya "tidak Bu, Qia terlalu nyenyak tidurnya" jawabnya berbohong, ia tak mau sang Ibu khawatir dengan keadaan nya.
Kening Anita mengkerut, ia jelas tau kalau putri semata wayangnya sedang berbohong. Sebagai seorang wanita Anita tentu mengerti Kenapa Qiandra bisa menangis tengah malam.
"Ya sudah yuk Bu katanya mau kepasar, entar gak kebagian lagi sayuran yang segar-segar" ucap Qiandra lagi, ia berjalan duluan meninggalkan Anita yang masih ingin bertanya prihal mata Qiandra.
------
"Jangan sampai kalian gagal !!" Pinta Kenzo pada ketiga anak buahnya yang akan membawa Qiandra pagi ini.
"Baik Tuan, akan kami pastikan nona Qiandra berada dalam dekapan Tuan hari ini" jawab salah satu anak buah Kenzo.
"Kalau begitu lakukan tugas kalian !"
Ketiga anak buah Kenzo langsung pergi, rasanya Kenzo sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Quandra.
Tidak ada yang tau tentang rencana Kenzo. Bahkan Arka asisten pribadinya saja tak tau akan hal ini. Kenzo sengaja melakukannya karena tak ingin ada yang mengganggu kebahagiaan nya dengan Qiandra nantinya.
Semalam Kenzo menginap di hotel tempat ia dan Qiandra biasa menghabiskan malam berdua, setelah makan malam nya dengan Kinan, Kenzo segera meluncur ke hotel mewah itu.
Dering ponsel milik Kenzo membuat mata Kenzo teralih, ia berjalan kearah meja nakas dimana benda segi empat yang sedang menyala dan menimbulkan suara sedang menggelegar. Kenzo melirik siapa yang menelpon, tertera nama sang Mama disana.
"Halo Ma, ada apa ?" Tanya Kenzo setelah ia menggeser menu hijau pada layar ponselnya.
"Semalam kamu menginap dimana Ken ?" Tanya Maria di seberang sana.
"Di hotel Ma, aku lembur semalam makanya aku menginap di hotel yang jaraknya tak terlalu jauh"
"Oh, kapan pulang kerumah ?"
"Sepertinya minggu depan Ma, Kenzo banyak kerjaan !! Mama jangan khawatir !"
"Baiklah, kau jaga diri baik-baik"
__ADS_1
Setelah sambungan telepon terputus Kenzo segera memasukan benda persegi itu kedalam saku celanannya.
----------
Kini Qiandra dan Ibunya sudah banyak memborong sayuran, Dari tadi Perasaan Qiandra tidak enak, ia merasa seperti ada yang mengikuti. Namun karena tak ingin ibunya kepikiran Qiandra diam saja.
Setelah membeli sayuran dan bahan lain nya Qiandra langsung mengajak ibunya pulang, kali ini langka Qiandra sedikit terburu-buru dan itu membuat Anita heran.
"Kamu kenapa Nak ? kenapa jalanmu cepat sekali ? Ibu cepak ngikutinnya"
"Maaf Bu" Qiandra memelankan langkah nya, ia baru sadar kalau sang Ibu belum bisa di ajak berjalan cepat.
Lalu bagaimana kalau nanti ada apa-apa ? pikir Qiandra.
Qiandra menggelengkan kepalanya, ia tetap harus berpikir positif karena mungkin itu semua hanya perasaannya saja.
---
Setelah sampai di rumah Qiandra turun dari mobil terakhir kali, ia membantu menurunkan belanjaan, sementara Anita sudah masuk kedalam rumah karena kebelet.
Dari kejauhan ketiga anak buah Kenzo sudah mencari ancang-ancang untuk membawa Qiandra. Saat Qiandra hendak menutup pintu mobil salah satu dari mereka langsung berlari dan membekap mulut Qiandra.
Awalnya sang sopir ingin membantu namun dengan cepat kedua anak buah Kenzo mengancam. Qiandra sempat berontak sampai akhirnya ia jatuh pingsan dan tak tahu lagi apa yang terjadi.
Tentu saja semua ini permintaan Kenzo, ia tak ingin ibunya Qiandra panik dan semua itu akan berakibat fatal pada pertemuan nya dengan Qiandra.
"Semuanya sudah beres bos !! Nona Qiandra sudah ada di mobil, tapi dia masih pingsan" ucap anak buah Kenzo di sambungan telepon.
"Kerja bagus !! bawa ke Bandara sesuai yang aku pinta aku sudah menunggu di dalam pesawat"
"Baik Bos, akan kami lakukan"
Mobil melaju dengan kencang, membela hiruk pikuk kepadatan pagi itu.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di Bandara, ketiga anak buah Kenzo langsung membawa Qiandra menuju pesawat yang sudah di sediakan. Disana Kenzo sudah berdiri untuk menyambut kedatangan wanita yang membuat harinya tak tenang.
"Hati-hati membaringkan nya !! kalau sampai ada yang lecet ku tembak palamu !" ucap Kenzo.
"Semuanya aman Tuan"
Kenzo duduk disamping Qiandra dimana saat ini wanita cantik itu masih menutup mata dengan rapat.
"Aku merindukan mu Qia !! sangat merindukan mu"
__ADS_1
Cup.
Cup
Cup.
Kenzo mencium kening, dan kedua pipi Qiandra, namun semua itu tak membuat rasa rindunya terbayar. Ia ingin menikmati tubuh indah Qiandra seperti sebelumnya.
"Kelihatan nya kau kurusan ya !! apa kau tidak makan selama ini ?"
"Apa kau kehabisan Uang Qia ?"
Serentetan kalimat yang Kenzo ucapkan ternyata membuat Qiandra terusik, perlahan wanita cantik itu membuka matanya. Kenzo tersenyum ia menunggu sampai Qiandra benar-benar tersadar.
"Aaawww" Qiandra memegangi kepalanya, mungkin terasa pusing akibat pengaruh bius tadi.
"Kau kenapa ? apa yang sakit ?"
Telinga Qiandra begitu jelas mendengar suara seseorang yang sangat ia rindukan selama ini. Dengan gerakan cepat Qiandra memutar kepalanya lalu menghadap kearah Kenzo.
Begitu terkejut Qiandra saat melihat Kenzo sedang panik saat mendengar ia kesakitan.
"Tuan" ucap Qiandra terbata-bata.
"Hmmmm"
"Kau kenapa ada disini Tuan ?" tanya Qiandra, rupanya ia belum sadar kalau saat ini dirinya sedang berada di dalam pesawat milik Kenzo.
"Coba perhatikan kau ada dimana ?" pinta Kenzo.
Mata Qiandra melirik sekitar, ia kembali terkejut saat menyadari kalau dirinya sedang berada di ketinggian yang cukup tinggi, atau lebih tepatnya berada didalam pesawat yang saat ini sedang terbang menembus awan.
"Kita mau kemana Tuan ? kenapa kita ada di pesawat ?" tanya Qiandra bertubi-tubi.
"Kita akan jalan-jalan, dan aku ingin meminta penjelasan darimu kenapa kau menghindariku selama ini ?"
Qiandra kembali menatap Kenzo, tanpa mengucapkan satu katapun Qiandra langsung memeluk tubuh laki-laki itu, ia tak bisa menahan rindu yang terus menggebu.
"Aku merindukan mu Tuan, Sangat !!" ucap Qiandra sembari mendekap tubuh Kenzo dengan erat.
----
LIKE DAN KOMEN
__ADS_1
ADD FAVORIT.