Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Part 35


__ADS_3

Masuk dalam keluarga Kenzo membuat Qiandra harus beradaptasi lagi, entah kenapa rasa takut dan gugup itu masih terus ia rasakan, walaupun Maria sudah menerima nya dengan baik.


Mungkin karena ia belum bertemu dengan Wijaya, sehingga rasa takut itu belum hilang.


"Ken, bawa istrimu istirahat !! dia pasti lelah karena perjalanan jauh" titah Maria.


"Baik Ma" balas Kenzo.


"Ayo sayang" ajak Kenzo kepada sang istri.


Qiandra mendongak, ia menerima uluran tangan sang suami. Sebelum beranjak ke kamar tak lupa Qiandra berpamitan pada Maria.


"Qia istirahat dulu ya Ma !"


"Iya sayang, jangan sungkan !! anggap rumah sendiri"


Qiandra tersenyum "Baik Ma"


Setelah obrolan singkat mereka dimana membahas tentang pernikahan Kenzo dan Qiandra. Kini akhirnya Maria mengerti tentang semuanya, ia akan menerima Qiandra dengan baik tak peduli bagaimanapun masalalu wanita itu.


Bagi Maria masalalu hanyalah masalalu sekelam apapun itu, yang terpenting baginya Qiandra bisa membahagiakan Kenzo dan tak menyakiti Kenzo seperti Kinan dulu.


Lalu dimanakah Kinan berada ???.


Ternyata wanita itu masih duduk di sofa ruang tamu dan mendengarkan semuanya, tak peduli walau sejak tadi ia menerima tatapan membunuh dari Kenzo dan juga Maria.


"Ma, Mama yakin mau menerima wanita itu ? dia itu wanita malam Ma enggak pantes jadi menantu di keluarga Wijaya" ucap Kinan sembari berpindah tempat duduk.


"Lalu yang pantas menjadi menantu di keluargaku siapa ? kamu ?" Maria terkekeh "Ingat Kinan apa yang telah kamu lakukan pada anak ku Kenzo"


Kinan merengut, selalu saja ia disalahkan walau memanh kenyataan nya dirinya memang salah. Jika saja dulu Kinan bisa mencintai Kenzo dan menjadi istri yang baik mungkin saja saat ini atau bahkan selamanya ia akan terus menjadi nyonya Kenzo.


"Sudah sana kau pulang, kau lihat kan kalau Kenzo tak akan mau menerima kamu lagi" usir Maria lagi, entah sudah keberapa kali ia mengucapkan semua itu


"Enggak mau" bantah Kinan cepat "Aku akan pulang setelah bertemu dengan Papa Wijaya"


"Mau apa kau bertemu dengan suami ku ?"


"Itu urusan ku, bukan urusan Mama"


"Dasar wanita tak tau diri"


Kinan memiringkan sudut bibirnya, mungkin saat ini Kenzo bisa membawa Qiandra kerumah, tapi tidak jika Wijaya sudah pulang nanti.


--------

__ADS_1


Di dalam kamar mewah itu, Qiandra duduk di bibir ranjang sembari mengamati interior kamar suaminya, sangat mewah dan luas. Penataan nya juga begitu rapih.


"Kau nyaman kan sayang tidur di kamar ini "


Pertanyaan macam apa itu ? tentu saja Qiandra akan sangat nyaman tidur di kamar semewah itu, atau bahkan wanita itu enggan bangun jika sudah berada di atas kasur empuknya.


"Pasti, tidak perlu kau tanyakan lagi" balas Qiandra.


"Baguslah, jadi aku tidak perlu merubah semuanya."


"Itu tidak perlu Ken, kamu tau sendirikan kalau aku nyaman dimanapun asal berdua dengan mu"


Mendengar hal itu Kenzo tersenyum "Ah kau membuatku rindu adegan semalam sayang, bisakah aku memintanya sekarang ?".


"Ini masih siang Ken, kau jangan mengada-ngada" tolak Qiandra halus, walau sebenarnya dia juga menginginkan hal itu, pesona Kenzo tak akan bisa ia tolak namun saat ini situasinya berbeda.


"Hei kau sudah berani menolak ku ya" Kenzo mencubit kedua pipi Qiandra dengan gemas.


"Memangnya kenapa kalau kita melakukan itu di siang hari seperti ini ? bukankah kita sering melakukannya" ucap Kenzo lagi.


"Tapi ini berbeda Ken, kita sekarang lagi di rumah mu, bagaimana kalau Mama Maria memanggil"


"Itu tidak akan terjadi sayang, Mama pasti mengerti"


"Tapi Ken-----" sebelum Qiandra kembali mengeluarkan kata bibir Kenzo sudah menempel pada bibir Qiandra. Perlahan namun pasti sensasi memabukan itu berhasil membuat Qiandra lupa segalanya. Memang pesona Kenzo bisa mengalahkan semuanya.


"Ter---us Ken.. Aaahhhhh"


"Lebih cepat"


Rintitan kalimat indah yang Qiandra ucapkan membuat Kenzo tak pernah puas melakukan semua itu.


--------


"Mereka ngapain sih didalam ? kok dari tadi enggak keluar-keluar" gumam Kinan yang sedari tadi menempelkan daun telinganya pada pintu, berharap ia bisa mendengar suara atau percakapan antara Kenzo dan Qiandra didalam sana, namun nyatanya tak ada apapun yang dapat ia dengar.


Kinan lupa kalau kamar itu kedap suara.


"Hei ngapain kau di situ ?" tanya Maria mengagetkan Kinan.


"Mama"


"Ngapain kau disini ? kau mau mengintip Kenzo dan istrinya ya ?"


"Kalau iya kenapa ? lagian mereka ngapain didalam kok enggak keluar-keluar" gerutu Kinan terlihat kesal.

__ADS_1


"Iya terserah mereka lah mau ngapain kan mereka sudah halal. Biarkan saja Kenzo terus mengurung istrinya supaya aku cepat menggendong cucu" balas Maria senang saat membayangkan kehadiran malaikat kecil di rumahnya.


Namun berbeda dengan Kinan, mendengar kata cucu membuat ia menjadi emosi.


"Jangan sampai wanita jalng itu hamil dan memberikan Kenzo anak, karena kalau sampai itu terjadi aku tidak akan pernah bisa masuk kekeluarga ini lagi"


"Aku harus mencari cara supaya Qiandra tidak hamil*". batin Kinan dengan kedua tangan menggepal.


Ceklekkkkk.


Suara pintu yang terbuka membuat Maria dan Kinan kaget, mereka serempak menoleh lalu tersenyum kikuk saat melihat Kenzo berdiri di ambang pintu.


"Mama ngapain disini ?" tanya Kenzo heran


"Mama tu mau ngusir dia" tunjuk Maria pada Kinan "Sedari tadi Mama lihat dia terus berdiri di sini sembari menempelkan telinganya" jelas Maria lagi.


Kenzo kembali menatap Kinan, berhadapan dengan Kinan selalu saja membuat emosinya memuncak.


"Aku cuman mau tau aja kalian didalam ngapain ? lagian betah banget enggak keluar-keluar dari tadi" jawab Kinan dengan jujur.


"Kau tak tau malu ya Kinan, untuk apa kau melakukan itu ?"


"Iya aku penasaran saja Ken"


"Sekarang kau bisa melihat rambutku yang basah, ku kira semua ini sudah bisa menjawab rasa penasaran mu" balas Kenzo.


Dengan cepat Kinan menatap rambut Kenzo, benar saja rambut indah itu basah karena habis keramas. Kinan tak perlu bertanya lagi karena apa.


"Brengsek" umpat Kinan dalam hati.


"Puaskan sekarang, jadi kau pulang lah ! aku malas melihat wajahmu" usir Kenzo.


"Enggak mau, aku mau tinggal disini"


"Hahahaha" tawa Kenzo menggelegar saat mendengar ucapan Kinan. "Kau wanita tak tau malu apa tak tau diri Kinan ? kau itu bukan siapa-siapa lagi di rumah ini, lagian pasti anak mu mencari keberadaan mu"


Kinan menjadi gugup, ia tak tau harus menjawab apa ? statusnya memang bukan siapa-siapa lagi di dunia ini.


"Sana pulang sebelum aku melakukan kekerasan sama kamu" ucap Kenzo.


"Tapi Ken--"


"Pulang Kinan !! atau mau aku seret ?"


---

__ADS_1


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


__ADS_2