Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Part 30


__ADS_3

"Aku merindukan mu Tuan, Sangat !!" ucap Qiandra sembari mendekap tubuh Kenzo dengan erat.


Β Kenzo membalas memeluk Qiandra, ia juga merasakan hal yang sama. Rindu yang selama ini tak bisa ia ungkapkan.


Lama keduanya saling berpelukan, meredahkan rasa rindu yang selama ini membelenggu. Setelah puas Qiandra melepaskan diri ia pandangi wajah laki-laki yang selama ini membuat hidupnya tak tenang, membuat matanya bengkak karena menangis.


"Kenapa matamu ?" tanya Kenzo yang baru sadar kalau mata Qiandra begitu bengkak apalagi dengan warna kehitaman yang sudah sedikit memudar.


"Tidak apa-apa Tuan" jawab Qiandra yang langsung merabah matanya. Sedikit menguceknya karena terasa amat berat.


"Jangan bohong Qia ! jelaskan kenapa matamu menghitam"


"Dan sepertinya kau kurusan sekarang ? apa kau tidak makan selama ini ?" tanya Kenzo bertubi-tubi.


Qiandra memalingkan wajahnya, menatap luar jendela pesawat yang sudah bergerak dari tadi, entah kemana Kenzo akan membawanya Qiandra sendiri tak ingin bertanya.


"Qia" panggil Kenzo, ia menyingkap rambut Qiandra yang tergerai dan menutupi pipinya.


"Apa aku ada salah sama kamu ? kenapa kau menghindariku Qia ?"


Qiandra masih diam, ia tak tau harus menjelaskan apa. Haruskah ia mengatakan kalau selama ini ia menghindari Kenzo karena suruhan Wijaya.


"Tak perlu menjelaskan, aku sudah bisa menebak" ucap Kenzo membuat Qiandra menoleh lalu menatap wajah Kenzo dengan seksama.


"Menebak apa maksud anda Tuan ?"


"Kau menjauhiku karena permintaan seseorang kan ?"


"Tidak Tuan, aku menghindarimu karena aku merasa tak pantas untukmu Tuan" jawab Qiandra sembari menunduk, ia tak sepenuhnya berbohong selain karena permintaan Wijaya, Qiandra juga merasa tak pantas untuk Kenzo. Baginya Kenzo terlalu sempurna untuk wanita seperti dirinya.


Tak terasa air matanya kembali menetes, membuat Kenzo langsung menarik tubuh Qiandra kedalam pelukannya.


"Sudah ku bilang jangan katakan kalau kau tak pantas untukku Qia. Aku mencintaimu tulus dan sampai kapanpun akan selalu mencintaimu"


Karena merasa tenang dan nyaman di tambah dengan mata yang sangat berat akibat kurang tidur dan nangis semalaman, Qiandra akhirnya tertidur dengan lelap. Sementara Kenzo masih setia mengelus rambut Qiandra dengan lembut.


Kenzo tau kalau Qiandra sudah tertidur, ia biarkan wanita cantik itu tidur dengan lelap dalam dekapan nya.


Setelah menempuh perjalanan yang panjang kini keduanya sudah tiba di Singapura. Kenzo mengelus pipi Qiandra untuk membangunkan wanita itu


"Qia bangun kita sudah sampai" bisik Kenzo.


Perlahan mata Qiandra terbuka, sedikit demi sedikit terbuka dengan sangat lebar ia pandangi sekeliling sampai akhirnya ia sadar kalau sekarang ia bukan lagi berada di indonesia.


"Kita ada dimana Tuan ?"

__ADS_1


"Singapura"


"Hah, untuk apa kita kesini ?"


"Meresmikan hubungan kita" jawab Kenzo santai.


"Maksud Tuan apa ? hubungan apa yang harus kita resmikan Tuan ? kita tak pantas bersa---" sebelum Qiandra berhasil melanjutkan kata-katanya bibir Kenzo sudah menempel dengan sempurna di bibir Qiandra. Perlahan namun pasti Kenzo membuat bibir ranum itu terbuka sehingga li dah Kenzo bisa masuk dan menari-nari di dalam rongga mulut Qiandra.


"Emmmmmm" Qiandra berusaha melepaskan diri, ia menjauhkan tubuh Kenzo.


"Tuan, anda bisa mencari wanita lebih baik dari saya"


"Cukup Qia !" bentak Kenzo membuat Qiandra langsung terdiam "jangan katakan lagi semua itu, kamulah wanita yang baik dan pas untuk saya"


"Ayo turun ! percayalah kita akan bahagia disini" ajak Kenzo.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Karena rencananya gagal membuat Kinan selalu marah-marah, ia akhirnya tak bisa bersama dengan Kenzo lagi.


"Aaaahhhhhhhh" teriak Kinan memenuhi isi ruangan itu.


Agus yang mendengar teriakan sang istri langsung menerobos masuk kedalam ruangan itu, ia tau kalau Kinan sedang marah sama seperti dirinya.


"Tenang katamu, bagaimana aku bisa tenang kalau Kenzo belum menjadi milikku lagi"


"Aku tau, makanya aku sedang mencari jalan untuk membuat Kenzo kembali padamu"


Deruh nafas Kinan memburu, kedua tangannya menggepal. Sesekali wanita itu memukul mejah dengan kuat.


"Bagaimana kalau kau datang kerumah Kenzo saja" ucao Agus


"Tidak aku tidak mau, kamu tau sendirikan bagaimana Mamanya Kenzo menolak kehadiran ku ? aku juga sedang tak ingin berdebat dengan wanita itu".tolak Kinan.


"Tapi kan Tuan Wijaya masih menerima kamu Sayang, tidak mengapa jika Mama nya Kenzo menolak asal Tuan Wijaya masih mau menerima kamu, bukankah keputusan Tuan Wijaya tak bisa di ganggu gugat"


Kinan tampak berpikir, Wijaya memang masih menginginkan dirinya menjadi menantu dalam keluarga itu, berbeda dengan Maria yang sudah menganggap nya wanita rendah.


"Baiklah akan aku coba, aku akan pulang kesana seperti dulu lagi" ucap Kinan akhirnya menyetujui usul Agus.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Sementara itu Kenzo dan Qiandra sudah berada di sebuah hotel mewah yang memang sudah di siapkan oleh Kenzo.


Qiandra duduk di bibir ranjang sembari memperhatikan interior kamar itu, jika sudah bersama dengan Kenzo maka otomatis kemewahan akan selalu ia rasakan.

__ADS_1


"Kau mau makan apa Qia ?" tanya Kenzo.


"Aku belum lapar Tuan"


"Kau mau makan apa ?" ulang Kenzo yang sepertinya merasa tak suka dengan jawaban Qiandra.


Qiandra menarik nafas panjang "Baiklah, samakan saja dengan anda Tuan"


"Nah gitu dong" Kenzo menjentikan jarinya sembari tertawa "Kamu harus banyak makan, kelihatan nya kau sangat kurus"


Qiandra membalas senyuman Kenzo "Baik Tuan"


Kenzo mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang, dan memesan makanan. Setelah itu Kenzo duduk di samping Qiandra.


"Jangan banyak pikiran, selama kita disini aku tak mau melihat air matamu menetes"


"Memangnya berapa lama kita disini Tuan ?"


"Tidak tau, intinya sampai kau mau jujur kenapa kamu menjauhiku"


Lagi dan lagi Qiandra menunduk, ia sangat hapal dengan sifat Kenzo. Laki-laki itu tidak akan puas dengan penjelasannnya tadi. Kenzo pasti akan terus memaksa dirinya untuk jujur kenapa ia menghindar.


Lalu jika ia mengatakan kalau Wijaya adalah dalang dari semua ini, apa yang akan Kenzo lakukan.


"Lupakan saja semua itu Tuan ! bukankah anda minta kita harus bahagia disini"


"Iya betul"


"Jadi untuk apa kita menbahas masalah itu, karena kalau kita bahas itu lagi, akan membuat aku sedih" jelas Qiandra.


Kenzo menyunggingkan senyumnya, ia kembali mengelus pipi mulus Qiandra "Baiklah aku tidak akan membahas itu lagi !"


"Terima kasih Tuan"


Tak berapa lama pintu di ketok dari luar, Kenzo bangkit lalu berjalan kearah pintu ternyata yang datang adalah seorang wanita yang membawakan pesanan Kenzo.


"Ini makanannya Tuan" ucap Wanita itu dengan menggunakan bahasa inggris.


"Letakkan di meja !"


"Baik"


Sekarang di atas meja sudah tertata rapih banyak makanan.


"Ayo makan dulu, aku mau di suapin oleh mu" ucap Kenzo

__ADS_1


__ADS_2