Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Ada apa dengan Qiandra.


__ADS_3

Semenjak pertemuan nya dengan Qiandra malam itu, kini Kenzo tak pernah bertemu lagi. Di SMS tak pernah Qiandra balas bahkan yang paling mengesalkan bagi Kenzo nomornya ternyata sudah di blokir oleh wanita itu.


Apa yang telah terjadi ?? Kenapa Qiandra berubah drastis seperti ini ?.


"Hah" Kenzo menghela nafas kasar, tak biasanya sikap Qiandra seperti ini.


Kenzo menyuruh Arka keruangannya, ia ingin Arka mencari tau kenapa Qiandra berubah padanya.


"Ada apa Tuan ?" tanya Arka sopan.


"Tolong kau cari tau tentang Qia ku !! dari kemaren dia tak bisa di hubungi" pinta Kenzo.


Arka mengernyitkan keningnya "Bukankah kemaren malam kalian baru saja bertemu Tuan ?"


"Iya betul, tapi setelah itu dia tak bisa di hubungi lagi. Bahkan nomor ku saja sudah di blok sama dia"


"Baik Tuan akan saya cari tau"


Sebelum pergi Arka membungkukan badannya lagi, kemudian berlalu dari ruangan Kenzo.


Kenzo berdiri dan berjalan kearah jendela, disana ia dapat melihat jajaran gedung yang menjulang tinggi. Kenzo melipat kedua tangannya didada, tatapan matanya kosong. Sepertinya ia begitu terluka sejak Qiandra menjauhi nya.


"Kenapa seperti ini Qia ?? kenapa kamu menjauhi ku ? apa salah ku ?" batin Kenzo lirih.


Kenzo bukanlah laki-laki yang peka terhadap perasaan wanita, ia bahkan tak tau apa kesalahannya kalau tak di kasih tau. Namun kali ini Kenzo memang merasa kalau dirinya tak bersalah pada Qiandra.


Tidak berapa lama pintu ruangan Kenzo terbuka membuat laki-laki itu menoleh, ia begitu terkejut melihat kedatangan Kinan.


"Hai sayang" Kinan berjalan dan langsung memeluk laki-laki itu, menggesek-gesek tubuhnya agar menyentuh sesuatu yang ada pada tubuh Kenzo.


"Lepaskan Kinan ! mau apa kau datang kesini ?" Kenzo sedikit mendorong tubuh Kinan supaya terlepas dari tubuhnya.


"Jangan kasar sih Ken ! aku tau kamu masih sayang sama aku"


"Ciiiihhhh.. Jangan harap itu semua Kinan" Kenzo begitu kesal dengan ucapan Kinan


Kinan justru terkekeh, ia tak menghiraukan kekesalan Kenzo "Aku kesini cuman mau mengingatkan kalau nanti malam kita akan berkencan"


Astaga... !!!


Kenzo hampir saja lupa tentang janjinya akan makan malam berdua dengan Kinan, mungkin karena memang ia tak pernah memikirkan wanita itu lagi.

__ADS_1


"Iya" jawab Kenzo singkat, lalu kembali berjalan menuju kursi kebesarannya.


Kinan tersenyum sinis, ia mengikuti langkah kaki Kenzo dan duduk di atas meja sehingga dress nya yang seksi dan super ketat memperlihatkan pahanya yang mulus. Kinan sengaja melakukan itu supaya Kenzo tergoda. Syukur-syukur Kenzo akan membawanya kedalam kamar pribadi..


Mata Kenzo melirik dress Kinan yang terangkat, bukannya tergoda Kenzo justru jijik melihatnya, karena merasa risih Kenzo melepaskan jas nya dan membalutkan jas tersebut pada Paha Kinan yang terekspos oleh indera penglihatannya.


Di perlakukan seperti itu Kinan justru tertawa, ia semakin yakin kalau Kenzo masih sangat mencintai dirinya.


"Kau masih perhatian sekali padaku Ken" ucap Kinan.


"Aku bukan perhatian, aku hanya risih melihatnya" jawab Kenzo cuek.


"Hahaha, aku tau mana perhatian dan mana kerisihan mu Ken, aku kenal kamu bukan sebentar tapi lama sekali"


Kenzo beralih menatap Kinan, tatapan matanya begitu tajam pada wanita itu. Luka yang Kinan goreskan kembali terlintas di ingatannya. Jika saja Kinan tak pernah memberikan rasa sakit teramat dalam mungkin saja Kenzo masih mencintai Kinan.


"Silahkan tinggalkan ruanganku ! aku banyak kerjaan" usir Kenzo dengan halus.


"Tapi kan aku masih kangen sama kamu Ken"


"Aku bilang pergi ya pergi !! atau mau aku batalkan makan malamnya ?"


"Ok ok, aku pergi, tapi ingat nanti malam jangan lupa"


"Hmmmmm"


"Aku tunggu di rumah ! aku gak mau telat di jemput"


"Hmmmmm"


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


"Kamu kenapa sih Nak ? dari kemaren Ibu Perhatiin kamu terlihat lesu sekali" tanya Anita pada Qiandra.


"Qia gak papa bu, mungkin hanya kecapekan saja" jawab Qiandra, padahal didalam lubuk hatinya yang paling dalam ia begitu sedih karena harus menjauhi Kenzo, bahkan Qia merasa bersalah karena memblokir kontak pria itu.


Anita mengelus rambut panjang Qiandra "Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk cerita sama Ibu ya !! jangan pendam sendiri"


"Iya Bu, tapi Qia gak ada masalah kok, Qia hanya capek saja"


Anita tersenyum, ia tahu kalau anaknya sedang ada masalah tapi Anita tak ingin memaksa Qiandra untuk bercerita.

__ADS_1


"Ya sudah ibu kembali kekamar ya, kamu jangan lupa makan, tadi pagi kan kamu belum sarapan apa-apa"


"Iya Bu, nanti Qia makan"


Setelah kepergian sang Ibu, Quandra kembali menelungkupkan wajahnya pada bantal kesayangannya, air matanya kembali menetes setiap mengingat kebersamaanya selama ini dengan Kenzo.


"Maafkan aku Tuan Kenzo , maaf aku menjauhimu"


"Memang dari awal perbedaan antara kita seperti langit dan bumi yang tidak akan pernah menyatu, selama ini aku terlalu sombong karena selalu berpikir kalau aku adalah wanita yang cocok bersanding dengan mu"


"Aku tidak pernah menyangka kalau penghalang hubungan kita adalah Papa kamu sendiri"


"Hiks...Hiks...Hiks.."


Serentetan kata memilukan terus keluar dari bibir mungil Qiandra, ia begitu mencintai Kenzo tapi benar kata Wijaya kalau dirinya tak pantas bersanding dengan Kenzo.


Ia hanya seorang wanita malam yang tubuhnya sudah di nikmati oleh puluhan laki-laki, bahkan Qiandra sendiri tak bisa menghitung sudah berapa banyak laki-laki yang tidur dengannya.


"Jangan membawa penyakit dalam keluarga kami, kamu kan sudah di nikmati oleh banyak laki-laki, saya yakin kamu tidak sehat".


Pesan menyakitkan dari Wijaya kembali terlintas di pikiran Qiandra, dari awal Qiandra sudah tau dampak dari pekerjaannya, dulu Qiandra tak pernah mempermasalahkan itu karena yang ia pikirkan bagaimana caranya Qiandra mendapatkan uang yang banyak untuk pengobatan ibunya. Namun semenjak ia kenal dengan Kenzo, Qiandra mulai mencari tau bagaimana caranya terhindar dari penyakit berbahaya walau bergonta ganti pasangan.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


"Sampai kapanpun aku tidak akan menyetujui hubungan mereka, apalagi dia adalah anak Anita" gumam Wijaya dengan tatapan tajamnya.


"Anita... Anita... tak menyangka kalau kita akan bertemu lagi setelah sekian lama. Asal kau tau Anita rasa sakit di hatiku masih ada sampai sekarang dan tak akan bisa di obati"


Wijaya mengeluarkan sebuah foto yang sudah sangat buram bahkan hampir tak di kenali, entahlah itu foto siapa hanya Wijaya yang tau.


Jari jemari Wijaya mengeras, rasanya ia ingin meninju sesuatu di hadapannya.


"Kau menorehkan luka terdalam padaku Anita.. !! dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan mu" umpat Wijaya kesal.


---


LIKE DAN KOMEN


ADD FAVORIT.


AYO ADA YANG BISA NEBAK GAK ANTARA WIJAYA DAN ANITA...

__ADS_1


__ADS_2