Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Ada apa dengan Mereka..


__ADS_3

"Anita....?"


"Wijaya....?"


Ucap kedua orang itu serentak, pandangan keduanya mengisyaratkan keterkejutan dan juga kebingungan. Entahlah apa yang terjadi di antara keduanya.


"Benarkah itu kamu An ??" tanya Wijaya menatap wanita paruh baya yang kini masih berdiri di hadapannya.


"Iya ini aku, ngapain kamu kesini ?"


"Aku...Emmmmm. "


"Ibu siapa yang dateng ??" Tiba-tiba suara Qiandra terdengar, seiring dengan langkah kaki wanita itu mendekat.


Qiandra terkejut melihat kehadiran Wijaya, walaupun ia belum pernah bertemu dengan Wijaya tapi Qiandra tau kalau pria paruh baya itu adalah Ayah dari Kenzo..


"Kenapa Tuan Wijaya datang Kesini ?" batin Qiandra heran.


Dengan sopan dan hormat Qiandra membungkukan badannya di hadapan Wijaya, ia menampilkan senyum menawan pada pria itu. Bukan untuk mencari muka hanya saja memang begitu cara Qiandra menghormati orang yang lebih tua darinya.


"Tamu nya ajak masuk dulu Bu !" ucap Qiandra kepada sang Ibu.


"Ah. Iya... Maafkan Ibu lupa... Silahkan masuk" balas Anita, ia mempersilahkan Wijaya masuk kedalam rumahnya.


Wijaya mengikuti langkah kaki Anita dan Qiandra, didalam hati terdapat ribuan pertanyaan tentang hubungan antara Anita dan Qiandra. Walaupun telinga Wijaya sudah mendengar dengan jelas panggilan Ibu dari bibir Qiandra namun rasanya Wijaya masih tak yakin kalau Qiandra adalah anak Anita.


Yang Wijaya tau Anita adalah wanita yang baik, yang selalu menjaga kehormatannya, tapi kenapa Qiandra berbeda, ia menjual tubuh nya pada banyak laki-laki. Entah sudah berapa banyak laki-laki yang mencicipi tubuh wanita itu. Membayangkan saja sudah membuat Wijaya jijik.


"Silahkan di minum dulu Tuan !" pinta Qiandra yang baru kembali setelah dari dapur untuk membuat kan segelas teh hangat untuk Wijaya.


"Terima kasih" balas Wijaya enggan menatap Qiandra.


Suasana mendadak hening, tak ada yang memulai pembicaraan. Qiandra duduk disamping sang Ibu sementara Wijaya duduk di hadapan Mereka.


"Kedatangan saya kesini untuk berbicara dengan Qiandra" ucap Wijaya memecahkan keheningan


"Memangnya ada hubungan apa kamu dan anak saya ?" tanya Anita menatap keduanya secara bergantian.


"Tidak ada hubungan apa-apa Bu, mungkin Tuan Wijaya hanya menanyakan masalah pekerjaan.. Iya kan Tuan ?" sahut Qiandra sambil menatap kearah Wijaya, matanya seperti mengatakan sesuatu supaya Wijaya tak mengatakan tentang dirinya pada Anita.


"Iya . Ada kerjaan yang harus di urus Qiandra" balas Wijaya seolah tau isyarat tatapan mata Qiandra.

__ADS_1


"Memangnya kamu bekerja dengannya Nak ?" kini Anita menatap Qiandra.


"I---ya Bu" jawab Qiandra gugup.


"Oh begitu, ya sudah kalau begitu Ibu masuk kekamar. Kalian ngobrollah, ibu gak akan ganggu" Anita berdiri dari duduknya. Setelah berpamitan wanita paruh baya itu melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu.


Kini tersisa Wijaya dan Qiandra. Entah kenapa Qiandra menjadi gugup, ia menundukan kepalanya tak berani menatap Wijaya.


"Langsung saja ya !! saya tak ingin bertele-tele" ucap Wijaya cepat.


"Saya minta kau jauhi anak saya Kenzo ! kamu tidak pantas untuk anak saya karena ya kamu tau sendirilah siapa dirimu" sambung Wijaya lagi.


Qiandra tertegun, berarti ia tak salah duga melihat kedatangan Wijaya yang tiba-tiba. Qiandra sudah menduga sejak awal kalau kedatangan Wijaya pasti ada hubungannya dengan Kenzo.


"Saya sadar diri Tuan, maafkan saya !" ucap Qiandra masih dengan posisi menunduk.


"Baguslah kalau kau sadar diri, jadi ini cukup jadi peringatan pertama dan terakhir kamu"


Qiandra memberanikan menatap Wijaya, pria paruh baya itu terlihat begitu membenci dirinya.


"Saya kira sudah cukup pembicaraan kita, saya banyak urusan kalau begitu saya pamit" Wijaya berdiri dan langsung meninggalkan Qiandra.


"Kenapa Qia tidak membalas pesanku ?? padahal aku sudah banyak sekali mengirimanya pesan" gumam Kenzo sambil menatap layar segi empat yang begitu mewah itu.


Hari sudah semakin siang, ia menerima telepon dari Qiandra tadi pagi dan sampai sekarang Qiandra tak lagi membalas pesan Kenzo. Padahal hampir setiap jam Kenzo mengirimi Qiandra pesan.


Semua itu membuat Kenzo kesal, kenapa Qiandra tak memberinya kabar lagi, ada apa dengan Qiandra ??


"Malam ini kita harus bertemu Qia !" gumam Kenzo.


...๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ...


Sebenarnya Qiandra bukan tak membaca pesan yang dikirimkan Kenzo, namun ucapan Wijaya tadi membuat dirinya enggan untuk membalas pesan laki-laki yang ia cintai itu.


Qiandra akan menjauhi Kenzo sesuai permintaan Wijaya, ia akan mencari pekerjaan lain, namun bukan menjadi wanita malam lagi.


"Maafkan aku Tuan Kenzo.. Benar kata papamu kalau aku tidak pantas untukmu" ucap Qiandra sambil membaca ulang sms dari Kenzo.


Tak terasa cairan bening itu membasahi pipi mulusnya, dengan gerakan cepat Qiandra menghapusnya namun air matanya kembali menetes.


Qiandra sangat sadar diri kalau dirinya tidak pantas untuk Kenzo, ia yang pernah menjual diri demi mencukupi kebutuhan hidupnya dan juga biaya ibunya berobat, berbanding terbalik dengan Kenzo yang memang dari kecil sudah hidup penuh kemewahan.

__ADS_1


"Malam ini aku ingin bertemu dengan mu Qia, jangan membantahku !! temui aku di hotel tempat biasa".


Qiandra kembali membaca SMS dari Kenzo, kalau sekarang pesan itu seperti sebuah permintaan yang menuntut, Qiandra bingung haruskah ia menerima tawaran laki-laki itu untuk kembali bertemu dengannya malam ini,.lalu alasan apa yang akan ia katakan pada ibunya.


Lama Qiandra berpikir, sejujurnya ia juga rindu dengan Kenzo, rindu belaian laki-laki itu, rindu saat Kenzo mencumbunya dengan mesrah.


"Bagaimana ini ? apa aku terima saja ajakan Tuan Kenzo, anggap ini pertemuan terakhir kami"


"Mungkin Tuan Wijaya akan mengerti"


Akhirnya Qiandra menerima ajakan Kenzo untuk bertemu, ia membalas pesan Kenzo kalau dirinya akan datang malam ini. Tak perlu di jemput karena Qiandra tak ingin ibunya banyak pertanyaan.


Tok---Tok---Tok.


Tiba-tiba pintu kamar Qiandra di ketok dari luar, Qiandra bangkit dari duduknya dan berjalan untuk membuka pintu.


"Ada apa Bu ?" tanya Qiandra pada sang Ibu.


"Ayo makan siang dulu Nak, Ibu sudah masak makanan kesukaan kamu" jawab Anita.


Qiandra tersenyum, akhirnya setelah sekian lama Qiandra kembali merasakan masakan lezat sang ibu.


"Ayo Bu, Qia juga udah kangen banget makan masakan Ibu" Qiandra menggandeng tangan Anita menuju meja makan.


"Tapi lain kali Ibu gak usah capek-capek, ibukan baru sembuh, Ibu fokus aja sama kesehatan Ibu" sambung Qiandra lagi.


"Gak capek sama sekali Nak, itung-itung Ibu olaraga kalau hanya rebahan mala membuat Ibu gak sehat" balas Anita yang kini sudah duduk di atas kursi meja makan.


Qiandra menuangkan nasi beserta lauknya kepiring Anita, tak lupa dengan segelas air putih


"Oh ya nanti malam Qia gak pulang ya Bu, Qia masuk kerja sif malam, Ibu gak papakan sendiri di rumah" ucap Qiandra berusaha setenang mungkin agar Anita tak curiga.


"Iya Nak, gak papa".


------


LIKE DAN KOMEN.


ADD FAVORIT.


KASIH HADIAH

__ADS_1


__ADS_2