
Qiandra baru saja turun dari mobil, ia kembali di buat kebingungan dengan semua yang ia lihat. Hingga tak berapa lama uluran tangan seseorang semakin membuatnya bingung.
"Ada acara apa ini Tuan ?" tanya Qiandra yang sudah tak tahan dengan rasa penasaran nya.
Kenzo menatap Qiandra dengan tersenyum, ia juga begitu kagum dengan penampilan Qiandra malam ini. Begitu cantik baginya "Sudah ku bilang kalau kita akan meresmikan hubungan kita" jawab Kenzo.
"Maksud tuan apa ?"
"Sudah jangan banyak tanya, ayo masuk ! nanti juga kamu akan tau setelah kata SAH terucap"
Kening Qiandra mengkerut, hingga akhirnya otak cerdasnya berhasil mencerna apa yang akan terjadi.
"Apa Tuan akan menikah ?" tanya Qiandra lagi.
"Iya"
"Dengan siapa ?"
"Dengan mu lah"
"Hah aku ?"
"Iya Qia, kita akan menikah malam ini"
"Tapi Tuan---"
"Tidak ada tapi-tapian, semuanya sudah siap" ucap Kenzo
Qiandra terpaku, ia tak tau harus bagaimana. Menikah dengan Kenzo memang keinginannya tapi ketika bayangan Wijaya melintas di pikirannya membuat Qiandra harus perlahan mundur dari kehidupan Kenzo.
Ia hanyalah wanita kotor, banyak laki-laki yang sudah menjelajah tubuhnya, benar kata Wijaya ia tak pantas untuk Kenzo yang begitu sempurna.
"Maaf Tuan aku tidak bisa" Qiandra melepaskan tangannya yang di genggam oleh Kenzo.
Kenzo menoleh ia menatap Qiandra dengan seksama, sementara Arka kaget karena Qiandra menolak menikah dengan Kenzo.
"Kenapa Qia ? apa kau tak mencintaiku ?"
"Aku mencintaimu Tuan, tapi aku tak pantas jika harus menjadi istri kamu"
"Sudah ku katakan Qia, kamu adalah wanita yang sangat pantas untukku"
Qiandra menggeleng, sementara bendungan air mata sudah membentuk anak sungai di pelupuk matanya. Sekali saja ia mengerjap otomatis cairan bening itu akan meleleh membasahi pipinya.
"Tuan bisa mencari wanita yang lebih baik dari saya !" ujar Qiandra dengan nada bergetar.
"Aku tak akan mencari yang lain Qia, karena wanita yang tepat untuk mendampingi saya sudah saya temukan, yaitu kamu"
__ADS_1
"Tapi Tuan, ada banyak perbedaan di antara kita"
"Semua orang itu berbeda Qia, tidak ada yang sama. Menikahlah dengan ku, dan kita akan bahagia" Kali ini Kenzo sudah berlutut di hadapan Qiandra, membuat wanita cantik itu terpaku seperti patung.
"Kamu mau kan bahagia sama aku ? kita jalani semuanya sama-sama ! aku berjanji akan melindungi kamu dari apapun" kembali Kenzo berkata.
"Aku sangat mau Ken menikah dengan mu, tapi bagaimana dengan papa kamu, dia pasti akan sangat marah padaku jika aku menerima semua ini" batin Qiandra.
"Berdirilah Ken ! jangan seperti ini" pinta Qiandra, ia tak lagi memanggil Kenzo dengan sebutan Tuan.
"Aku tidak akan berdiri sebelum kamu bersedia menikah dengan ku malam ini" balas Kenzo mantap.
Tak berapa lama Arka kembali menghampiri setelah sebelumnya ia masuk kedalam Villa dan meninggalkan Kenzo dan Qiandra berdua.
"Semua tamu sudah menunggu Tuan, kasian penghulunya terlalu lama menunggu" ucap Arka membuat Kenzo berdiri.
"Baiklah ayo kita kedalam ! aku sudah siap" balas Kenzo yang langsung menggenggam tangan Qiandra dengan sangat erat.
Arka mengangguk, ia mempersilahkan Kenzo dan Qiandra berjalan duluan sementara dirinya berjalan di belakang.
Benar saja yang di ucapkan Arka, ada banyak tamu di ruangan itu. Membuat Qiandra melirik mereka satu persatu.
"Kau tak ingin kan membuatku malu malam ini" bisik Kenzo di telinga Qiandra.
Qiandra tak tau harus menjawab apa, ia sekarang pasrah apalagi saat seorang wanita menggiring tubuhnya untuk duduk di samping Kenzo.
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Dia menginap di apartemen Pa, biarkan saja ! dia butuh ketenangan" balas Maria kemudian..
Wijaya terdiam "Pasti Kenzo bersama wanita ****** itu" batinnya kesal.
"Ayo tidur ! sudah malam" ajak Maria.
"Besok hubungi Kenzo dan suruh dia pulang, dia harus bekerja dan bertanggung jawab terhadap perusahaan"
"Iya Pa"
Maria merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, begitupun dengan Wijaya.
Sebenarnya Wijaya tak pernah melarang Kenzo untuk berdekatan dengan wanita manapun, akan tetapi bukan dengan Qiandra, apalagi Wijaya mengetahui bagaimana pekerjaan wanita itu. Juga masalalu nya dengan Anita.
Jika Kenzo menikah dengan Qiandra. Membuat Wijaya takut suatu hari nanti akan ada dampak masalah dalam keluarganya. Rekan bisnis nya akan mencari tau siapa menantu di keluarganya.
"Awas aja kalau sampai wanita itu masih mendekati Kenzo, akan ku buat di menyesal"
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
__ADS_1
"SAH"
"SAH"
Ucap serempak beberapa saksi dan para tamu setelah Kenzo berhasil mengucapkan ijab kabul dengan lantang. Laki-laki itu tersenyum penuh kelegaan karena berhasil mempersunting wanita yang ia cintai.
Namun berbeda dengan Qiandra, di sisi lain ia bahagia karena sudah menjadi istri Kenzo namun di sisi lain ia takut dengan Wijaya jika mengetahui kalau saat ini ia dan Kenzo sudah SAH menjadi suami istri.
"Mana jarimu !" ucap Kenzo.
Qiandra mengulurkan tangannya sehingga sebuah cincin yang sangat mewah terpasang dengan indah di jari manisnya.
"Selamat ya kalian sudah SAH menjadi pasangan suami istri, semoga rumah tangga kalian bahagia selalu" ucap pak penghulu memberi selamat.
"Terima kasih Pak" balas Kenzo
"Maafkan aku Tuan Wijaya, aku mengingkari janjiku padamu. Aku tak bisa menolak keinginan Kenzo. Dan akupun mencintai putramu" batin Qiandra.
Kini ia bukan lagi simpanan Kenzo, melainkan istri Sah dari laki-laki tampan nan kaya raya itu.
--------
Setelah acara ijab kabul selesai Kenzo membawa Qiandra masuk kedalam sebuah kamar di Villa itu. Kenzo memeluk tubuh Qiandra dari belakang, hembusan nafas Kenzo begitu terasa di kulit Qiandra sehingga menghasilkan rasa geli dan dingin bagi Qiandra.
"Apa kau bahagia sayang ?" bisik Kenzo.
"Iya aku bahagia Ken" balas Qiandra.
"Sekarang aku adalah suami kamu, jadi apapun masalah mu ceritakan padaku ! kita hadapi semuanya sama-sama"
Qiandra menganggukan kepalanya, pelukan Kenzo semakin erat.
"Aku kangen Qia"
"Bolehkah malam ini aku meminta hak ku sebagai suami ?"
Ah mendengar kata suami yang terucap di bibir Kenzo entah kenapa rasanya seperti mimpi bagi Qiandra. Selama ini ia hanya berangan-angan untuk bersanding dengan Kenzo namun tak menyangka kalau semesta mengabulkan permintaannya.
"Akan aku berikan, karena seluruh tubuhku adalah milikmu" balas Qiandra.
Mendengar hal itu Kenzo langsung mengangkat tubuh Qiandra dan membawanya ke atas kasur empuk. Dengan sangat pelan Kenzo membaringkan tubuh sang istri.
"Kau sangat cantik malam ini sayang ! tidak sia-sia aku membayar mahal mereka jika bisa menjadikan mu seperti bidadari seperti ini" puji Kenzo.
"Terima kasih, kau juga sangat tampan malam ini"
"Kalau aku selalu tampan setiap hari Qia, bukan hanya malam ini saja" balas Kenzo sembari terkekeh.
__ADS_1
------
Hai-hai jumpa lagi, ayo like dan komen nya !! add favorit !