Hasrat Wanita Malam

Hasrat Wanita Malam
Part 31


__ADS_3

Kenzo begitu menikmati setiap suapan yang di berikan oleh Qiandra, bahkan tak terasa laki-laki itu sudah menghabiskan sepiring nasi beserta lauknya. Sementara Qiandra belum makan sedikitpun dari tadi.


"Tunggu" Kenzo menahan pergelangan tangan Qiandra yang hendak menyuapkan kembali makanan ke dalam mulut Kenzo.


"Kenapa Tuan ?"


"Kamu belum makan dari tadi Qia ? kenapa kau terus menyuapi aku ?"


Qiandra mengu lum senyum lucunya "anda saja duluan Tuan, saya bisa setelahnya"


"Tidak-tidak. Sekarang gantian aku yang menyuapimu" Kenzo mengambil alih piring itu lalu mengisinya dengan makanan yang lengkap.


"Ayo buka mulutmu !" titah Kenzo.


Dengan malu-malu Qiandra membuka mulutnya, sehingga ia merasakan makanan masuk kedalam mulutnya, sangat pelan Qiandra mengunyah setiap makanan itu.


"Bagaimana enak kan ?"


"Iya Tuan ini sangat enak"


"Sebenarnya bukan makanannya yang enak, tapi suapan ku" ucap Kenzo sembari terkekeh.


Mungkin benar adanya kalau makanan yang ia makan terasa nikmat karena suapan dari Kenzo, setelah beberapa hari Qiandra makan dengan rasa yang sanga hambar sekarang ia bisa kembali menikmati nikmatnya makanan itu.


Makan sambil mengobrol seperti ini begitu membuat hidup Qiandra bahagia, namun saat pikirannya kembali tertuju pada semua pesan dari Wijaya membuat Qiandra kembali bersedih.


Akan tetapi Qiandra berusaha menepis semua bayangan pesan menyakitkan itu, ia tak ingin membuat Kenzo kesal dan mengacaukan pertemuan mereka.


"Malam ini bersiaplah !" ucap Kenzo.


Qiandra langsung mengangguk mantap, ia tau apa yang harus di siapkan. Apalagi kalau bukan tubuhnya. Kenzo pasti merindukan tubuh dan permainannya.


"Memangnya kau tau apa yang ku maksud bersiap ?" tanya Kenzo lagi.


"Tau Tuan, anda pasti meminta saya bersiap untuk melayani anda kan, karena selain itu apalagi yang akan anda minta pada wanita seperti saya"


Jawaban Qiandra sedikit membuat Kenzo kesal namun juga merasa lucu, bisa-bisanya Qiandra berpikiran hal tersebut. Walau memang Kenzo begitu menginginkan hal itu namun ada hal lain yang ingin ia lakukan.


"Aku tak meminta itu Qia, nanti saja aku memintanya setelah kita sudah SAH"


Mulut yang penuh dengan makanan itu terperangah kaget.


Malu... ??


Sudah pasti Qiandra rasakan, bisa-bisanya ia memikirkan hal serupa.


"La-lu anda mau meminta apa Tuan ? dan kenapa anda menyuruh saya bersiap ?" tanya Qiandra gugup bercampur malu.

__ADS_1


"Ada pokoknya.. Yang penting kamu bersiap untuk malam nanti"


"Baiklah Tuan"


"Nanti ada pihak MUA yang datang kesini, mereka akan menghiasi kamu dengan sangat cantik. Aku akan menunggumu di suatu tempat"


Pikiran Qiandra penuh dengan tanda tanya, apa yang akan di lakukan Kenzo. Pikir Qiandra.


Lalu untuk apa ia berdandan dengan cantik, memangnya nanti malam akan ada acara apa ?


Seribu pertanyaan itu hanya bisa Qiandra pendam, ia hanya bisa mengangguk dan menuruti apa saja perintah dari Kenzo.


"Kau lapar ya ? sampai makanan sebanyak ini habis" ucap Kenzo membuat Qiandra menunduk dan menatap satu persatu piring yang sudah kosong itu.


"Saya yang menghabiskan makanan ini Tuan ?" tanya Qiandra tak yakin.


"Kalau bukan kau siapa lagi ? saya tadi hanya makan yang sudah kau siapkan di piring, jadi sisah nya kau yang menghabiskan"


Qiandra masih tak percaya dengan apa yang terjadi, bisa-bisanya ia menghabiskan makanan sebanyak ini. Apa karena memang lapar atau karena Kenzo yang menyuapi. Entahlah dirinya sendiri juga bingung.


๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Malam harinya tepat jam 07 malam dua orang MUA sudah tiba di kamar hotel, Qiandra sudah bersiap sedari tadi. Sementara Kenzo entah pergi kemana laki-laki itu hanya berpesan pada Qiandra kalau akan ada yang menjemputnya nanti.


Masih dengan tanda tanya yang besar, Qiandra duduk di depan meja hias sementara kedua MUA sedang mengeluarkan alat make up untuk memoles wajah cantiknya.


"Sudah"


"Baiklah, kami akan memulai mempercantik anda, Tuan Kenzo meminta malam ini anda harus tampil sangat cantik"


Qiandra hanya memasang senyum, tak berapa lama kedua tangan MUA itu sudah memoles wajahnya menggunakan berbagai peralatan make up..


30 menit berselang Qiandra sudah selesai di make up, ia menatap wajahnya di pantulan cermin. Sangat berbeda dengan make up yang sering ia gunakan mungkin karena ini MUA terkenal.


"Sekarang anda pakai pakaian ini Nona" ujar MUA satunya lagi.


"Iya Nona pakailah, karena sebentar lagi akan ada yang menjemput anda. Kata Tuan Kenzo jam 08 anda sudah ada disana"


"Baiklah sini pakaian nya" titah Qiandra.


Qiandra masuk kedalam kamar mandi, ia memperhatikan pakaian yang sedang ia pegang. Mirip dengan kebaya tapi ini bentuknya begitu mewah dan elegan.


Entah apa yang akan Kenzo lakukan sehingga membuat Qiandra harus berpenampilan seprti ini.


Tak ingin banyak pertanyaan Qiandra langsung memakai pakaian itu, ia kembali memperhatikan penampilan dirinya.


"Cantik banget" pujinya pada diri sendiri.

__ADS_1


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka, kedua MUA itu menatap Qiandra dengan takjub, dengan begini mereka yakin Kenzo pasti akan merasa puas dengan hasil kerja mereka.


"Anda cantik sekali Nona, Tuan Kenzo pasti akan senang melihatnya"


"Terima kasih, lalu selanjutnya apa yang harus saya lakukan ?"


"Tunggu sebentar, saya akan menelfon sopir yang menjemput Nona"


Qiandra mengangguk, ia menunggu salah satu MUA itu menghubungi seseorang.


"Jemputannya sudah menunggu di bawah Nona, mari saya antar !"


๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Bagaimana penampilan saya malam ini Arka ?" tanya Kenzo.


"Pas Tuan, anda terlihat sangat tampan" jawab Arka apa adanya.


"Lalu apa semuanya sudah siap ?"


"Iya Tuan, semuanya sudah siap anda tinggal ijab kabul saja"


Iya betul malam ini Kenzo akan segera menjadikan Qiandra istrinya, ia tak ingin merasakan rindu lagi pada wanita cantik itu. Kenzo sengaja menikah diam-diam karena ia tak ingin semua rencananya gagal total.


"Mana Qia ku, apa dia sudah sampai ?"


"Sebentar lagi Nona Qiandra akan tiba, sebaiknya anda kedepan dan menyambut kedatangan Nona Qiandra" titah Arka kemudian.


"Ah baiklah. Tapi kenapa saya gugup ?"


"Mungkin itu biasa terjadi pada calon pengantin baru Tuan"


Kenzo sedikit menyunggingkan senyumnya, dulu saat ia akan menikah dengan Kinan tak merasakan gugup seperti ini, tapi kenapa saat akan menikahi Qiandra rasanya begitu lain.


"Mari Tuan !" ajak Arka.


Kenzo mengangguk, ia berjalan berdampingan dengan Arka. Sebuah Villa yang Kenzo sewa sudah ramai dengan tamu. Seorang penghulu dan 2 orang saksi sudah duduk dengan santai. Semua ini di urus oleh Arka entah dengan cara apa Asistenya itu bisa melakukan semua ini dengan sangat bagus.


"Nona Qiandra sudah di depan Tuan" bisik Arka.


"Baiklah, mari kita jemput wanita ku"


---


UDAH 2 EPISODE YA GUYS, JADI PENCET TOMBOL LIKE DAN KOMEN NYA !!!

__ADS_1


__ADS_2